Putaran Waktu

22 0 0
                                        

"Ayah, apakah kita boleh bermimpi?"(tanya gadis kecil memiliki bola mata bulat hitam pekat indahnya seperti rembulan dilangit malam. Berwajah mungil memiliki senyum manis dibibir- nya. Duduk disebelah ayahnya yang sedang membaca koran).

(Ayahnya menutup koran. Lalu menatap anak kesayangannya).
"Baiklah. Diaryn kesayangan ayah, tentu saja setiap manusia memiliki mimpi. Ada sebuah pepatah mengatakan "Kejarlah Mimpi Setinggi Langit" dan "Kejarlah Mimpimu Sampai Ke Negeri China" Apakah kau pernah mendengar itu sebelum- nya?*mengusap kepala Diaryn* Jadi, bermimpilah dan terus kejar mimpimu. Ayah akan selalu mendoakanmu nak."

"Ooh seperti itu ya yah" (Tertawa kecil dan melanjutkan untuk menggambar)

Ayahnya memandang putri kecilnya itu. Sudah terlintas dipikiran ayahnya. Bakat Diaryn berada disana, menjadi seorang Seniman.

"Diaryn, kamu gambar apa?"
(Tanya ayahnya sambil memegang kertas yang baru saja diwarnai). "Ini ayah, ibu, boneka dan aku" (Jawabnya dengan tingkah yang sangat lucu. Ayahnya tersenyum bangga melihat anaknya itu). "Apakah kau ingin menjadi seorang seniman?" (Anak seumurannya mungkin belum mengetahui  tentang seorang seniman. Wajah polosnya memunculkan ekspresi kebingungan). " Seniman ? " (Ayahnya menjelaskan dengan senang hati kepadanya. Mungkin setelah dijelaskan Diaryn hanya mengerti sedikit).
Tak lama July ibunya datang.

((flashback))

-------------------------
2014,

Terlintas dipikiranku ketika aku menemukan buku gambar yang kukira sudah hilang ditelan oleh bumi. Ternyata terselip dilemari kecilku. Masih teringat ketika aku menggambar didalam buku itu. Aku dan ayah sedang menunggu ibu pulang dari pasar. Ayah menceritakan seorang Seniman. Karena ayah mengira aku akan menjadi seniman. Sebenarnya aku ingin menjadi Fashion desaigner terkenal. Aku sangat menyukai dunia Fashion. Sebuah gaun sederhana dengan potongan anggun berwarna pink-crem FIRST TIME aku berhasil mendesain pakaian sendiri.
^Sepintas cerita.

Sebelumnya, perkenalkan namaku Diaryn Jane. Lahir dibulan Januari. Aku anak tunggal pasangan David dan July. Kelihatannya hidupku sepi tanpa kakak atau adik. Memang benar. Kak Anna. Ia akan tinggal bersamaku dua tahun kedepan. Karena ia mendapat kuliah di Insitut Kesenian Jakarta. Sejak kecil kak Anna gemar menari. Kak Anna ingin menjadi penari proffesional. Mungkin aku akan mengikuti alur kak Anna. Sebab, kami mempunyai kesamaan bidang yaitu Seni.

"Kak Anna"

"Iya sebentar ryn"

Lama sekali. Kak Anna tidak pernah berubah. Apa yang dilakukannya disana? Padahal kalau aku mandi hanya 10 menit. Sudah 15 menit. Jam menunjukkan pukul 06.00am. Sementara aku harus bersiap pukul 06.15am karena jemputan datang pukul 06.30am. Setidaknya, ia masih mau mengantarku kalau aku ketinggalan jemputan.

"Kak Anna bisa ga sih kalau mandi jangan lama!" (Ucap Diaryn agak menyentak). "Sorry ya hehe"(Seakan tidak bersalah). Diaryn menggeleng. Kak Anna masih sibuk mengeringkan rambut. Kak Anna memang cantik. Rambut hitamnya sepinggang. Diaryn selesai mandi. Keluar dari kamar mandi ia sudah berpakaian seragam lengkap. Sementara kak Anna masih menata rambutnya. Bukan ikat biasa. Kak Anna membentuk rambutnya seperti topi kecil atas samping kanan. Dihias pita hitam berukuran sedang. Dipadukan dengan black dress panjang belah samping sampai atas lutut serta black wedges. Badannya seperti model-model Victoria's Secret cocok mengenakan apapun.

"Yaahhh aku mah apa cuma bocah SMP . Pffttt..."  (Batin Diaryn)

a/n
Diaryn

Waktu terus berjalan. Dunia terus berputar. Diriku hampir berubah. Semakin banyak rahasia kedepannya. Aku hanya mengingat perkataan ayah yang selalu menyemangatiku. Menjadi seorang desaigner itu tujuan utamaku. Aku tahu kedepannya akan ada hal lain yang bisa meminggirkan tujuan utamaku.

Haii!!
Maaf ya kalo masih kurang bagus. Baru belajar nihh bikin wattpad. Hihihi...

Jangan lupa vote dan saran ya

Makasih ☺☺

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 04, 2015 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Bagaimana Akhirnya?Where stories live. Discover now