EMPAT

9 0 0
                                        

Likha melingkari formulir yang diberikan kaka kelasnya, formulir yang berisi pemilihan ektrakurikuler karena bagi siswa kelas 1 wajib untuk mengikuti minimal 1 ektrakurikuler yang ada pada sekolah 35 Bekasi.

"pilih apaan lu kha?" tanya Affi yang sedang bingung memilih apa yang akan dipilihnya.

"gua pilih PMR"

"halaaaah gua apaan yaak"

"ya serah lu"

Affi tersenyum mendapatkan ide. Likha geleng-geleng melihat Affi yang tiba-tiba tersenyum sumringah

"gue pilih Osis aja, ada kak Diar ganteng soalnya ihiiiikkk"

"hahaha dasar lu, pinter deh milihnya".

Likha berkumpul bersama anak-anak yang memilih ekstrakurikuler PMR, tidak banyak, mereka jumlahnya 60 termasuk Likha. Likha senang memilih ekstrakurikuler PMR karena dia ingin mengetahui lebih banyak ilmu tentang P3K dll.

"baik adik-adik sekarang perkenal satu persatu dimulai dari kamu"

Kakak Mila seorang kakak kelas yang menjadi pembina PMR menunjuk seorang yang duduk diujung dekat pintu.

"nama saya Abinaya Alexi dari kelas x IPA3"

Deg. Jantung Likha berdegup kencang begitu nama itu disebut oleh suara yang dikenalinya. Matanya langsung menatap kearah suara itu berasal. Likha tak menyangka disinilah dia bisa mengenalnya, di PMR lah Likha bisa memulai untuk lebih tahu tentang Abinaya Alexi.

Setelah semua selesai memperkenaalkan diri. Beberapa kakak kelas mulai mengajarkan apa itu PMR dan ada berapa divisi-divisi yang ada didalamnya.

Likha tak kesulitan mengerti tentang materi yang diberikan kakak kelasnya karena diSMP Likha sudah diajarkan.

"baik adik-adik, minggu depan akan ada pelantikan anggota baru PMR, untuk itu dipersiapkan dari sekarang untuk melatih fisik dan mental kalian semua. Karena nanti ada tempat dan beberapa hal yang mungkin adik-adik akan dibuat tercengang hihihi" kata kak Nia.

Likha menceklist semua barang-barang yang disuruh kaka panitia anggota baru PMR untuk bekal dan semua perlengkapannya. Likha menyiapkannya dengan rapi padahal masih tiggal 3 hari lagi tetapi Likha sudah membereskan semuanya dimulai dari perlengkapan tidur,mandi,makan,baju ganti,barang pelengkap,snack sudah lengkap semua.

"yaps beres"

Ditengah makan malamnya bersama mami dan papinya dan adiknya yang bernama Pramudista melino, Likha meminta ijin sehubung dengan acara Pelantikan anggota baru PMR,

"mi pi Likha mau ada acara disekolah acara pelantikan anggota baru PMR. Acaranya 3 hari tapi Likha ngga tau dikasih tau sama panitia mau dimana acaranya"

"loh kok gitu nanti bagaimana papi dan mami menjenguk kamu kalau tempatnya aja ngga dikasih tau" jawab papi

Likha memutarkan kedua bola matanya, diusianya yang menurutnya sudah besar ini orangtuanya masih saja memperlakukannya seperti anak balita yang harus dijaga.

"piiiiii PLIS deh Likha udah gede dan papi mami ngga perlu jengukin Likha disana, karena sama panitia tidak diperbolehkan dijenguk oleh siapaun piiiiiii" lika memperjelaskan dengan penekanan disetiap katanya.

Papinya tersenyum melihat anak putri satu-satunya kesayangan sudah belajar mandiri tanpa disuruh, disisi kepercayaan kepada putrinya itu Teddy merasa khawatir karena selama 3 hari tidak bisa melihat putri kesayangannya.

"papi percaya sama kamu sayang"

***

3 hari berada dihutan dan ini baru hari pertama benar-bener membuat Likha ragu, apakah Likha bisa kuat disini menghadapi kaka senior yag galaknya luar biasa belum lagi setiap melakukan apapun harus diwaktuin, dan harus tepat waktu.

CANDLE LOVEWhere stories live. Discover now