"Kopi," Bram, rekan kerja Rama menyodorkan kaleng kopi instan ke arah Rama yang hanya menjawab dengan "hmmm" tanpa berpaling dari dokumen yang sedang dia baca.
"Sebenernya ini soal hati atau apa sih?" tanya Bram sambil duduk di salah satu kursi, kemudian menyelonjorkan kakinya ke atas meja.
"Come on!!!" protes Rama.
Bram tertawa.
"She's hot," komentarnya selanjutnya sambil memutar kedua bola matanya dengan jahil.
"Gue cuma mau tahu aja, bukti kuat apa sehingga membuat Ramona layak untuk dijadikan terdakwa," kilah Rama.
"Emmmm.....suaminya bukan pemakai, tidak mengkonsumsi obat apapun, dia sehat, kemudian pada suatu malam suaminya mati, dan mereka hanya berdua di apartemen itu. Daaaan.....penjaga apotik mengiyakan jika sorenya Ramona membeli obat tidur tersebut yang ditemukan didalam gelas suaminya," jelas Bram.
"Yakin penjaga apotik itu tahu persis?"
"Ya. Karena dia punya kartu berlangganan khusus, obat seperti itu juga harus atas resep dokter. Ada dalam catatan apotik pembelian menggunakan kartu berlangganan miliknya juga,"
Rama masih mengangguk-angguk sambil berpikir keras ketika kemudian handphonenya berdering.
"Ya Va......enggak....oke gue kesana ya," Rama menutup telponnya. Dia lalu melemparkan dokumen berkas perkara Ramona ke arah Bram yang menangkapnya dengan gerakan gugup hingga hampir terjatuh dari kursinya.
"Gue pergi dulu. Thanks kopinya," Rama meraih kopi yang tadi disodorkan Bram, lalu melangkah keluar.
"Untung temen gue...." sungut Bram setelah Rama menghilang dari pandangan.
***
Eva berdiri di depan apartemennya dengan beberapa tumpukan karton disamping kakinya ketika mobil Rama datang.
"Hai," sapa Rama sambil keluar dari mobil.
"Haii, aduuuh sorry ya gangguin lo. Nggak tahu tuh mobil gue, padahal abis diservis lho, kok tiba-tiba aja ngadat."
"Enggak ganggu kok, gue lagi free. So, what can I do for you?" tanya Rama kemudian.
"Mmmm...anterin gue nganter barang-barang ini," kata Eva menunjuk tumpukan karton disamping kakinya.
"Oke, ayok!!"
"Agak jauh tapi....ke....Bandung. Hehehehehehe."
Rama mengerutkan keningnya, seakan berpikir keras.
"Ada ongkosnya kan?" tanyanya.
"Oke!!" Eva mengacungkan jempolnya.
Mereka tertawa, kemudian sibuk menaikkan karton-karton tersebut ke dalam mobil milik Rama.
"Berangkaaaaaat," seru Rama setelah mereka selesai.
"Lo nggak nyimpen CD lagu gitu di mobil?" tanya Eva, di dalam perjalanan menuju Bandung.
"Ada sih, tapi nggak yakin lo bakal suka ngedengerinnya," jawab Rama sambil tetap fokus menyetir mobil.
"Dimana?"
"Ada di dalam dashboard situ, cari aja."
Eva membuka dashboard kemudian melihat-lihat tumpukan CD, yang kebanyakan isinya beraliran metal, tapi kemudian dia menemukan satu CD yang menggelitik untuk diambil.
"Lo serius dengerin ini? Dangdut koplo?" tanyanya sambil menunjukkan CD tersebut.
Rama menoleh sebentar, lalu tertawa.
YOU ARE READING
S.o.S
Mystery / ThrillerHidup Ramona adalah hidup yang diimpikan oleh hampir seluruh gadis di dunia. Cantik dan punya suami seorang pengusaha kaya raya. Sampai kemudian suaminya ditemukan meninggal di apartemen mereka dengan kondisi yang mengenaskan. Ramona harus menghada...
