part2

104 5 0
                                        

*still lexa's pov.

Deg.
Ternyata benar dugaanku.
"Kalau begitu kenapa tidak langsung bilang kepadanya saja" ujarku tersenyum FAKE
"Aku sudah menyukainya sejak dulu, tapi aku takut mengatakannya" ujarnya sambil menghembuskan nafasnya kasar
"Hahaha dijaman seperti ini masih ada laki-laki pemalu sepertimu" ujarku dengan mata berkaca-kaca
"Tapi aku dengar dia dulu pernah pacaran dengan seseorang"ujarnya
"Apa? Dia tidak pernah bercerita kepadaku, setahuku dia tidak pernah pacaran" ujarku menahan air mata
"Kalian sering cerita ya?" tanyanya
"Tentu saja. Kami bahkan tidak memiliki rahasia, yasudah aku pergi dulu ya. Bye"
"Tunggu"
Aku berlari meninggalkan perpustakaan
Ayolah alexa kau jangan lemah, kau tidak boleh menangis hanya karena hal kecil itu!
Aku pun menuju kamar anna, dan kemudian memberi buku tersebut lalu pergi.
"Hey kenapa dia?" tanya anna
Hanya itu yang aku dengar, lalu aku berlari atap sekolah tempat yang biasa aku melampiaskan kekesalanku dan menangis.
Tunggu..
Kenapa aku merasakan seseorang dibelakangku, aku masih menangis
"Patah hati huh?" ujar seseorang
Aku menoleh kebelakang
"Diam! Itu bukan urusanmu" ujarku marah kemudian menangis kencang
"Kau sangat ribut seperti anak kecil" kemudian memelukku untuk menenangkanku dan mengusap punggungku pelan
"Kau tau, aku sangat mencintainya menyukainya lebih dari apapun! Tapi kenapa dia menyukai orang lain terlebih lagi itu adalah sahabatku sendiri" ucapku berteriak dan masih nangis dipelukannya
"Kita mengalami hal yang sama"ujarnya pelan
Aku melihat tatapannya yang terlihat sangat sedih
"Aku baru saja menyampaikan perasaanku pada anna" ujarnya pelan lalu menghembuskan nafas kasar
Kenapa anna lagi?
"Anna anna anna lagi! Kenapa semuanya selalu menyukai anna!"
"Tapi dia menolakku dan mengatakan padaku ada orang yang disukainya"
Aku memeluknya, dia kelihatan sangat sedih
"Tadi aku keperpustakaan dan bertemu niel, niel bilang dia menyukai anna. Kau tau aku sangat menyukai niel! Kenapa dia memilih anna?! Kenapa semua orang memilihnya? Apa yang kurang denganku?"tanyaku pelan
"Kau tidak ada yang kurang lexa, kau sempurna dan cantik" ujarnya tersenyum
"Terima kasih" aku mulai merasa tenang sekarang
"Syukurlah kau sudah merasa tenang sekarang" ujarnya tersenyum
"Tapi aku masih menyukainya! Tidak gampang bagiku untuk melupakan orang yang sudah aku sayangi!" teriakku kencang
"Aku saja merelakan anna dengan orang yang disukainya, aku akan bahagia jika melihatnya bahagia. Mana mungkin aku memaksanya untuk menyukaiku"
Aku mulai berpikir.
Benar juga ya
"Benar juga, aku akan belajar untuk merelakannya" ujarku tersenyum

-pagi hari-
Alicia's pov.
"Hosh hosh hosh"
Aih aku kira sudah terlambat.
"Minumlah air dulu" david menyodorkan air putih
Apa dia gila?
"Hey biarkan aku tenang dulu baru minum. Kau ingin aku mati sekarang?" ujarku marah
"Maaf, tapi itu maksudku tadi" ujarnya menggaruk tekuknya yang tidak gatal itu
Merasa mulai tenang aku pun mengambil minuman yang masih ditangan david, dan lalu meminumnya dan berjalan kekelas.
"Apa dia tidak tau berterima kasih" ujar david lalu pergi
Aku terkikik mendengarnya

"Hey kenapa kau sangat ceria pagi ini?" tanya anna
"Ah tidak ada" ujarku masih tersenyum
"Bohong hahaha, tumben sekali kau membawa air minum" tanya anna bingung
"Nah itu dia, ini air pemberian david tadi" ujarku senang
"Wuahh aku turut senang"

Aku bisa melihat anna tersenyum sangat bahagia saat ini.
Dulu dia sangat pendiam, ya semenjak kejadian itu dia menjadi berubah. Yang dulunya sangat manis dan terbuka menjadi murung dan tertutup. Saat itu sedang natal mereka sedang jalan-jalan, awalnya bersama kami tetapi pria itu menyuruh kami pergi dan tinggal mereka berdua ditaman itu. Kemudian anna menghilang, pria itu ditemukan kecelakaan dengan truk besar dan sayangnya sudah tidak dapat ditolong lagi. Semenjak itu anna menjadi sangat takut dan murung, tapi untungnya dia dapat berubah saat kami mulai kembali mengajaknya untuk kumpul bersama.

"Hey! Selamat pagi anna, aliciaa" teriak ashley
"Aku tidak melihat lexa, apa dia terlambat?" tanyaku
"Tidak, dia sedang bersama randy" ujar ashley sambil menunjuk keluar
"Hey mereka jadi semakin dekat" ujar anna
"Aku penasaran dengan apa yang mereka bahas" ujar ashley
Kami tersenyum evil dan mulai jalan mendekati pintu

CHRISTmas.Where stories live. Discover now