Chapter 11
"TETTT!!!!"
Bel tanda masuk kelas berbunyi di pukul 7 pagi.
"Woi, kira kira pengawas ruang kita siapa ya?"
"Semoha aja pa Tatang."
"Amin."
Ujian kenaikkan kelas'pun tiba. Begitu amat senangnya adik kelas 10 yang naik ke kelas 11. Sedangkan gua? Naik ke kelas 12 yang siap siap penuh tekanan oleh pembelajaran materi di sekolah.
Hari ini mata pelaran Kewirausahawan.
Hari ke 5 ulangan memang udah rada males untuk ngerjain soalnya. Mulai dari essay yang mengarang dan pilihan ganda yang gua contek semua hasil kerjaan temen dibelakang gua.
Karna yang gua tau tentang kewirausahaan adalah bisa me-manage dan menguasai lapangan, baik lisan maupun praktek.
Waktu tersisa 30menit lagi dan gua berjalan menghampiri meja pengawas di depan.
"Bu, sudah selesai." Ucap gua kepada guru pengawas.
"Oh, cepet banget. Ditaruh sebelah sini aja ljk sama soalnya." Balas guru pengawas sambil asiknya main angry bird di handphonenya.
Kemudian gua menaruh ljk dan soalnya dimeja samping pengawas dan langsung berjalan kepintu dengan menjulurkan jari tengah..
Bukan ke arah pengawas. Tapi ke arah temen gua yang ga gua kasih contekan.
***
Dimeja kantin gua cuman melamun sambil menggigiti batang sedotan.
Rasanya manis manis gitu,oke.
"Ndre, gimana besok jadi ga?" Kata Ican yang tiba tiba menghampiri.
"Waduh.. Jadi kok, Can." Jawab gua dengan nada pelan.
"Yaudah, good luck men."
Akhirnya gua menangis di samping batagor mbae karna belum siap ngelakuinnya.
Adudu and Cihuahua
Sudah memasuki hari terakhir ulangan. Gua dan Ican berdiri didekat podium sekolah dengan tatapan kosong.
Andre:
Dil jangan pulang dulu
Dila
Cepetan jangan lama gua tungguin nih
"Can gua duluan ya." Ucap gua yang langsung meninggalkan dia.
Gua berjalan ke gedung belakang sekolah dengan pompaan jantung yang begitu cepat.
Gua berbelok dan melihat Dila dan Via, temannya Dila.
Makin mau mati aja jantung gua melihatnya.
Tampak raut wajah mereka membalas senyuman yang penuh akan ketakutan yang gua pasang di wajah gua.
"Engga.. Engga. Gua gamau nembak lu kok." Ucap gua.
Tapi betapa bodohnya gua langsung membawa dila ke bangku depan kelas dia.
Tampak wajahnya dan mulutnya yang sedang mengunyah linggis, eh permen karet.
Untuk menghilangkan kegugupan gua ini. Gua pura-pura meminta permen karet punya dia. Eh, ternyata dikasih beneran, lumayan.
"Gua mau ngomong sesuatu sama lu nih." Kata gua seperti cowo yang mau nyatain cintanya, basi.
"Mau bilang apa?" Balasnya dengan memasang wajah tablo.
"Lu mau ga jadi pacar gua?"
Oke ini basi tingkat kuadrat.
"Gamau." Balas singkat sambil menguyah terus permen karet dimulutnta.
Gua yang mendengar kata ini langsung down. Gua tau dia becanda tapi berasa pukulan bagi diri gua.
Oke lanjut.
"Lah, gua serius woi." Ucap gua yang mulai nge'gas.
"Iya, gua juga serius." Balasnya lagi dengan singkat.
Oke, gua harus nyewa kapal di pelabuhan. Terus berlayar ke samudra hindia lalu menjatuhkan diri dimakan lumba lumba.
"Okedeh ulang gini aja. Mau ga jadi.. Eh jangan deh. Pacaran aja yuk?" Kata gua yang sudah tenang akan keadaan.
"Ayu." Balasnya dengan menaikkan alisnya ke atas.
Gua berdiri terus berjalan sambil berteriak;
"Hore, gua jadian. Ga jomblo lagi."
Mereka yang melihat memasang senyum diwajahnya.
Dari sini gua bisa tahi bahwa kata "lu mau ga jadi pacar gua?" Adalah kata pertanyaan yang diharuskan seseorang berfikir lebih untuk menjawabnya. Jadi disini gua menggunakan kata "eh, pacaran yu." Menurut gua kata itu sebagai ajakan yang mudah, karna gua tau kita masih SMA.
Dan satu hal yang lebih penting ialah
Setiap laki laki, memiliki caranya sendiri untuk deketin perempuan. Dan yang kedua, setiap laki laki memiliki caranya sendiri untuk mengungkapkan isi hatinya kepasa perempuan.
Dan ini yang gua bilang ke Dila.
Tepat tgl 1 Juni. Hasil 2bulan gua deketin dia ga sia sia.
Kemudian gua jalan ke arah lapangan sekolah bersama Dila dan Via.
"Langsung pulang apa main dulu?" Tanya gua.
"Mau main sama kerja kelompok dulu lah." Balasnya dengan senyum tipis.
Dan gua merasa senang hari ini, dan semoga kedepannya terus seperti ini.
---------
Dahulu, kapal gua selalu di cek selama 2 bulan. Dan nyatanya sekarang sudah bisa berlayar di lautan luas.
Cihuahua si anjing, dan Adudu si pemilik anjing.
Memang aneh, tapi makna dari cover ini adalah saling menjaga.
Adudu yang mengikat anjingnya dengan tali agar tidak pergi,
Dan,
Cihuahua yang mejanga Adudu dari masalah di luar sana.
Ini cerita kami,
Adudu and Cihuahua.
------------
Sudah lengkap habis cerita Adudu and Cihuahua. Wait for the next story ya guys!!
YOU ARE READING
Adudu and Cihuahua
Teen FictionSeragam putih abu abu dan dasi yang mengikat kerah mereka. Dua orang bodoh yang hanya tau bahagia. Sampai sampai bisa saja mereka tercebur akibat tak tahu caranya terjatuh. Ini kisah mereka dalam secarik kertas dan tinta hitam.
