Terimakasih Tuhan Kau begitu baik. Dapatkah kau atur kembali agar aku dapat melihatnya lagi?
-------------------
Secangkir coklat panas yang ku pesan sudah habis, segera aku beranjak pergi sebelum nyonya besar yang ku panggil Mamah marah untuk yang kedua kalinya.
"Bagaimana pertemuannya? Apakah seru?" aku memulai percakapan duluan yang kuperhatikan Ibuku sedang asik memainkan ponselnya.
"Mom... do you hear me?" aku bertanya kedua kalinya
"Eh.. iya kenapa Dek? Sebentar mamah lagi upload foto-foto selfie tadi. Jeng Rossi berubah drastis Dek. Kamu tahu tidak, badannya langsing banget. Dulu tuh ya dia gendut loh." sambil memperlihatkan foto temannya yang bernama Rossi. Sumpah beliau masih muda dan begitu cantik.
"Wih keren mah. Kayak anak muda saja selfie"
"Iya dong Dek. Ibu-ibu juga boleh gaul dong? Emangnya kamu doang" jawabnya senang
"Iyadeh terserah mamah" jawabku singkat
sesampainya dirumah aku segera merebahkan tubuhku dikasur. Benar-benar hari yang melelahkan. Namun membuatku senang karna aku masih mebayangkan wajah pria yang ku temui dicaffe. Akan ku ceritakan pada Ally besok disekolah.
------------------------------
Langkah seseorang begitu jelas ku dengar sepertinya berarah kepadaku. Tepat saat aku melihat siapa itu, ternyata Ally yang datang dengan nafas yang terengah-engah, seperti habis berlari.
"Kenapa kau begitu terlihat capek, Ally?"
"Aku butuh minum Dek, ah.. ini dia!" sambil mengambil sebotol minum yang ku taruh di meja tempat duduk ku.
"Kau tahu tidak, aku tadi hampir terlambat. Gerbang sekolah sudah mau ditutup. Untung saja ada seorang Ibu-ibu yang menghentikannya" Ucapnya dengan nada yang belum stabil
"Ibu-ibu siapa yang kau maksud?" Tanyaku penasaran
"Entahlah.. Aku tidak tahu. Aku langsung pergi dan berlari masuk"
"Syukurlah kau aman, kalau tidak kau akan masuk pada jam ketiga"
"Hahaha.. itu tak akan terulang lagi" mengingat Ally sering terlambat masuk karena rumahnya yang lumayan jauh dari sekolah.
"By the way, kemarin nganter nyokap kemana?"
"Oh.. Bertemu teman lamanya" jawabku singkat
"Oh ya kau tahu tidak Ally, waktu itu aku bertemu seseorang, dia sangat tampan sekali. Andai aku bisa bertemunya lagi" aku berharap Tuhan mendengarnya.
"Siapa Dek? Pasti seseorang yang tak kau kenal. Yah percuma kalau gitu" jawabnya membuat wajahku berubah
"Iyasih.. Siapa tahu aku bertemu dengannya lagi. Bukankah kita tidak pernah tahu rencana Tuhan?" jawabku penuh pengharapan
"Ya terserah apa katamu" jawabnya singkat
Beberapa menit Mr.Dhani guru bahasa iggris masuk kedalam kelas. Dan memulai pelajaran dengan suasana seperti biasa. Membosankan.
---------
Bel istirahat pertama dibunyikan. Serentak semua murid keluar kelas sepertinya perut mereka meminta jatah. Kantin pun rame dipenuhi Murid-murid yang kelaparan. Aku dan Ally duduk di sebuah meja untuk memesan bakso Pak Surya yang menurutku paling enak dan sesuai kantong pelajar alias murah.
Ally sibuk memainkan ponselnya yang penuh notification sosial medianya. Sedangkan aku, menunggu Pak Surya datang membawakan pesanan kami. Karna dari tadi perutku sudah lapar. Tak lama aku melihat seorang wanita yang sepertinya aku pernah melihatnya. Dugaanku benar dia adalah teman lama mamahku. Bu Rossi.
"Ally! lihat perempuan itu, itu sepertinya teman mamahku yang ditemuinya kemarin" aku menunjukkan padanya
"Yang mana? Oh yang itu.. Sedang apa dia disini?" pertanyaan yang sama yang ada dipikirannku.
"Sepertinya dia bersama seorang anak laki-laki" Ally hanya bisa melihat punggung pria tersebut karena Bu Rossi makan berhadapan dengannya, sehingga yang terlihat hanyalah punggung pria itu.
"Sudahlah bukan urusan kita. Eh, Pesanan kita datang"
Aku tidak menanggapi serius mengapa Bu Rossi ada disini. Yang jelas saat ini aku benar-benar lapar.
-----------------------
"Mah tadi disekolah aku melihat Bu Rossi" aku memberi tahu
"Jeng Rossi? Ngapain dia di sekolahmu Dek?" Memasang wajah bingung
"Mana ku tahu.. " jawabku yang benar-benar tidak tahu
"Coba ah mamah bbm dia" beranjak pergi mengambil smartphonenya.
Aku mengganti-ganti channel tv untuk mencari acara yang seru. Akhirnya aku memutuskan untuk menonton ftv saja. Sebuah kisah cinta anak muda yang aku rasa sangat mustahil didunia nyata. Yang benar saja pembantu mendapatkan kekasih yang tampan dan kaya. Terlihat sangat memaksa. Saat aku sedang menonton, tiba-tiba mamah datang sambil memegang ponselnya. Sepertinya sedang chatting dengan Bu Rossi.
"Jadi kenapa Bu Rossi datang ke sekolah tadi mah?"
"Bu Rossi mendaftarkan anaknya pindah sekolah Dek" jawabnya
"Memangnya sekolah lamanya kenapa?" aku mulai penasaran
"Bu Rossi dan keluarganya pindah rumah, jadi mau tidak mau sekolah anaknya juga pindah. Biar tidak terlalu jauh katanya" menjelaskan sambil melihat ponsel
"Oh begitu.."
Sepertinya laki-laki yang bersamanya kemarin adalah anaknya. Sayangnya aku belum sempat melihat wajahnya.
---------------
Jam pertama adalah pelajaran olahraga, Pak Sandy sudah menyuruh untuk pergi ke lapangan. Semuanya pergi meninggalkan kelas. Hanya aku tinggal sendiri di kelas yang ber-AC dua ini. Aku sedang membereskan buku-buku yang tadi belum kurapihkan. Setelah rapih aku segera meninggalkan kelas.
Aku berjalan sendiri ke lapangan. Ally sudah pergi duluan karna dia dipanggil Pak Sandy. Tiba-tiba mataku terpaku pada sosok laki-laki yang sedang tertawa asik mengobrol dengan temannya.
OMG! laki-laki itu, seseorang yang ku temui di caffe. dia ada disini. Jatungku terasa ingin copot saat itu juga. Tidak pernah terpikir oleh ku akan bertemu dengannya di sini.
wait...
disini?
DI SEKOLAH YANG SAMA?
To be Continue..
Thanks for reading!
YOU ARE READING
I Wanna be Yours
RomanceDi Coffe itu pertama kali aku melihat Dafa. Laki-laki misterius yang membuatku jatuh cinta. Sifatnya acuh dan cuek mampu membuatku penasaran. Pada akhirnya dia mengerti bahwa aku benar-benar mencintainya. Namun rasa egoisnya telah melukai perasaanku...
