Lyndra menatap tak suka orang-orang yang ada dihadapannya. Demi Tuhan! Lyndra benci berada diposisi dimana dia berada ditengah-tengah orang yang sama sekali tak dia kenal. Lyndra lebih suka berdiam diri dikamar atau perpustakaan mini yang papa buatkan dirumahnya. Lyndra, novel addict. Hampir sebagian besar harinya dihabiskan untuk membaca novel.
Kalau bukan karena mama dan papa yang sangat ia cintai memohon padanya untuk ikut, ia pasti tidak akan datang ke acara bodoh ini. Yang dibicarakan cuma basa basi. Mereka kaya, tapi sepertinya bukan teman yang baik.
"Lyndra?"
Lyndra yang merasa terpanggil menoleh, mengingat suara yang memanggilnya itu hampir menyerupai suara bebek yang berisik dan bisa menimbulkan polusi suara jika dibiarkan.
"Astaga! Luna, apa yang kau lakukan disini?" Pekik Lyndra kaget melihat Luna, sahabatnya yang terlampau cantik itu berada diacara seperti ini.
"Hm, aku..aku menemani tunanganku" jawabnya seperti berbisik.
"TUNANGAN? KAU BAHKAN TIDAK PERNAH BERCERITA PADAKU!!! ASTAGA LUNA KAU BENAR-BENAR KETERLALUAN. BAIK-BAIK CEPAT BERI TAU AKU YANG MANA LUNA.." belum selesai Lyndra melayangkan protesnya, sebuah tangan membekap mulutnya geram.
Lyndra yang kagetpun reflek menoleh dan jus tomat yang digenggam nya tumpah dijas orang itu.
"YA TUHAN! JASKU"
"Ke..Kendra?" Tanya Lyndra tak percaya
"ASTAGA LYNDRA JA..SLI
