PART 1 | Clue

397 32 2

"Mereka bilang, kelas kita terkena kutukan, dan semua orang yang ada di dikelas kita akan diterpa kesialan.

Mereka bilang, kesialan itu terjadi setiap 2 bulan sekali.

Mereka bilang, itu semua karena seseorang yang seharusnya tak ada.

Mereka bilang, jika kutukan itu ingin dihilangkan, siswa yang seharusnya tak ada, memang harus ditiadakan. Apa yang harus kita lakukan?"  Kata Tari membacakan sebuah kertas lepek . Yang sepertinya ditulis dan diperuntukkan seseorang sebagai petunjuk.

"Kertas itu sepertinya telah ditulis bertahun-tahun yang lalu, apa kita orang pertama yang menemukannya? Apa ini petunjuk?" Ucap Galih.

"Ya,Sepertinya kita orang pertama yang menemukannya. Tari dan Ruby memang hebat" Jawab Rama disertai pujian untuk Tari dan Ruby.

Mendengar hal itu, hatiku sepertinya sedang dihantam batu. Ah, lebay. Sebenarnya, jika mereka mulai berbincang tentang hal ini, aku lebih suka diam, mencermati perbincangan mereka.

"Apa kau percaya dengan hal itu, Tiara?" Tanya Ruby padaku

"Tentu saja aku tak percaya" Jawabku santai

Aku. Tiara Ardellia. Seorang gadis yang memang tak peduli dengan hal seperti itu. Tapi, berbeda dengan sahabatku, Ruby dan Tari. Mereka sangat menyukai teka-teki seperti ini. Mereka bahkan memeriksa seluruh isi kelas hanya untuk mendapatkan petunjuk mengenai kutukan di kelas kami.
Ya, begitulah rumor yang beredar, siswa yang berada di kelas itu akan dikutuk ditimpa kesialan setiap 2 bulan sekali. Bahkan, Ruby dan Tari membuat Klub Peneliti Mistis yang beranggotakan mereka sendiri, aku, Galih, dan Rama.
Klub ini hanya beranggotakan orang-orang di kelas kami. Aku bergabung dengan Klub aneh ini karena paksaan kedua sahabatku itu, tapi ketika mendengar Rama juga bergabung dengan Klub ini... aku dengan sukarela bergabung tanpa keluhan apapun. Meskipun awalnya aku tak tertarik dengan hal itu, namun tetap saja aku mencatat setiap petunjuk yang ada. Mungkin saja catatanku ini akan berguna nantinya.

Kami semua sekelas, X MIPA 1. Mengenai kelas kami, entah mengapa, saat awal aku memasukinya memang mecemarkan aura misterius. Aku tak tahu, apa ini sekedar perasaaanku saja karena terbawa perasaan oleh rumor aneh itu atau memang begitulah nyatanya.

"Apa kalian pernah mendengar kisah mengenai kelas kita? Entah itu dari kelas yang sebelumnya?" Tari kembali membuka mulutnya dengan pertanyaan yang tentunya menarik perhatianku.

"Aku pernah menanyakan hal yang sama pada seseorang, sepertinya dia tahu tentang kisah sebelumnya, tapi ia tak menjawabnya dan memilih untuk merahasiakannya." Jawab Galih.

Dari yang kulihat, raut wajah Rama berubah. Apa dia tahu sesuatu?

"Siapa orang itu? Sepertinya kita bisa mendapatkan pentunjuk darinya." Ucap Ruby dengan memasang ekspresi penasaran.

"Rama." Jawab Galih



Vommentnya jangan lupa gan
Kritik dan saran juga sangat dibutuhkan^^

CURSE ?Baca cerita ini secara GRATIS!