CHAPTER XIV: The End.
Fara masih berada di McD sampai pukul 11 malam. Dia ingin pulang ke rumah Elang tentunya, tapi hati ini masih terasa sakit saat tahu sebenarnya Elang itu laki-laki brengsek.
Kenapa ya aku harus mempunya kehidupan seperti ini, Tuhan?
Fara menangis, buliran air matanya jatuh tepat di pipinya. Dia tadi mengirim pesan Line kepada Farhan, tapi Farhan malah memperburuk suasana. Hatinya begitu sakit saat ini.
Walaupun jujur, Fara hanya mengagumi ketampanan Farhan saja.
"Far..." Sebuah suara yang sangat familiyar itu menyeruak di telinga Fara, dia langsung memalingkan wajahnya ke arah jendela luar.
"Far, jangan pergi terlalu cepat. Gue mau lo selalu ada disisi gue." Ucap Elang.
Gadis itu menangis, tanpa menatap mata Elang yang sendu.
"Far, seandainya lo tau-"
"Tau apa? Tau kalo gue di bohongin? Tau kalo gue di begoin sama lo? Lo tuh jahat Lang! Gak habis fikir gue! Lo bisa bisanya nyuruh gue tetep sama lo setelah lo 'back' sama mantan pacar lo dan lo ngasih tau semuanya..." Fara menatap Farhan tajam, "...brengsek." Lirihnya.
"Maafin gue Far."
"Gue gabutuh maaf dari lo, gue pengen segera pergi dari rumah lo untuk cari keluarga gue yang asli."
"Far..."
"Gausah ganggu-ganggu gue lagi."
"Seharusnya yang sama Farhan itu lo bukan adik gue, Kara." Kata Elang sebelum Fara pergi.
Fara mengernyit, "maksudnya?"
"Lo yang harusnya jadi baby sisternya Farhan, lo yang harusnya deket sama Farhan, bukan gue ataupun adik gue. Gue dan adik gue cuma penipu Far, gak pantes buat lo maafin." Jelas Elang.
"Gue nggak ngerti sama apa yang lo maksud Lang?"
"Intinya, gue minta maaf udah ngelakuin semua itu."
"Haha. Basi." Fara pergi meninggalkan Elang.
***
Satu bulan kemudian...
"Cek sound, tes 1 2 3.. Cek.. Ya okay stand by!" Farhan pergi menuruni tangga, dia duduk di belakang panggung.
Hari ini acara pensi sekolah, tidak lupa mengundang artis yang lagi naik daun dan juga di pertengahan ada perform dari Farhan dan teman temannya.
Farhan meminum air mineral botolnya kemudian membaca susunan acaranya. Kara menghampiri Farhan yang sedang dibelakang panggung.
"Oi nyet."
"Apa lu O nyet?"
"Sibuk banget yak." Ucap Kara.
"Enggak kok, gue cuma ngecek beberapa susunan abis itu langsung gue serahin ke seksi acara." Balas Farhan.
"Udah sarapan belom?"
"Belom, kan tadi gue buru-buru, lo juga belom sarapan kan?"
Farhan mengangguk.
"Yaudah yuk makan. Laper gue."
Farhan dan Kara duduk di kantin memesan nasi goreng karena masih pagi, harus makan nasi.
"Han.."
"Apaan?"
"Gue pengen ngomong setelah pensi."
"Sekarang aja ngomongnya cantik."
"Gabisa sekarang. Pokoknya setelah acara selesai."
