Chapter 1

517 34 7
                                        

Aku menghela nafas pelan, lalu menatap kearah Papa ku. Lagi-lagi ia mabuk berat. Kubuka pintu rumah lebih lebar, lalu memapahnya masuk.

Aku tinggal dengan Papa, yang 5 bulan an ini ditinggal ke alam lain oleh Mama. Walaupun mereka berdua bukan orang tua kandung ku, mereka sudah membiayaiku, dan membesarkan ku selama 17 tahun ini.

Kecepol rambut ku tinggi, dan duduk disofa. Sejak 2 bulan lalu, Papa menelantarkan semua pekerjaan nya, hingga ia dikeluarkan dari perusahaan tempat nya bekerja. Untuk membiayai kebutuhan hidup kami berdua, kugunakan cadangan uang ku dan Papa. Tapi, semua uang itu pasti akan habis.

Aku harus mencari pekerjaan. Secepatnya.

**

"Aku mencari mu dari tadi, bodoh!" Umpat seseorang dari balik tubuh ku.

Aku menoleh dan mendapatkan Gina, sahabat ku.

"Aku dari tadi hanya disini," sahut ku pelan.

Gina memutar kedua bola mata nya, lalu duduk disamping ku.

"Apa lagi yang kau pikirkan?" Tanya nya serius.

"I gotta have a job,"

Gina mengerjap pelan, lalu mengangguk.

"okay.." gumam nya tak yakin.

Kupejamkan mata ku sebentar, memikirkan hidup ku akhir-akhir ini, Papa benar-benar tidak terkontrol sejak kepergian Mama.

"Tidak perlu, aku akan membantu keperluan mu, Melissa"

Kuputar kedua bola mata ku malas, lalu menatap nya kesal.

"Tidak perlu. Simpan saja semua uang mu. Aku benar-benar harus dapat pekerjaan. Secepat nya." Ujar ku final.

Gina terdiam sebentar, lalu menatap ku lekat. Kutatap mata nya balik, berusaha meyakin kan bahwa aku baik-baik saja dan serius dengan perkataan ku.

Gina menghela nafas panjang, mengangguk lalu tersenyum lembut kearah ku.

"Aku akan membantu mu,"

**

Aku menatap bangunan di depan ku, sebuah cafe. Awalnya Gina ingin manawari ku pekerjaan di perusahaan Papa nya, tetapi aku menolak.

Gina dan keluarga nya banyak membantu ku, pekerjaan seperti ini saja sudah sangat membantu ku.

Kulangkahkan kaki ku masuk ke dalam cafe ini. Cafe ini luas, dan ramai oleh pengunjung. Aku berharap gaji yang diberikan kepada pegawai nya cukup besar, dan semoga aku diterima dengan baik di sini.

Aku memang benar-benar belum resmi bekerja di cafe ini, tetapi, Om Dylan -Papa nya Gina-, merekomendasi kan ku kepada Nyonya Maura, pemilik cafe ini.

"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang bartander perempuan dengan ramah.

Kedua tangan nya terkatup didepan dada, dan tubuh nya sedikit menunduk kearah ku.

"Em, aku Melissa Hagway. Dan aku ingin melamar pekerjaan disini,"

"Ikuti aku,"

Aku mengikuti Tarisa -nama nya, yang baru saja kuketahui melalui name card di dada nya-.

Kami berhenti tepat didepan sebuah pintu berwarna merah maroon, pintu nya besar, dan terlihat tebal. Kuyakin, ini adalah ruangan Nyonya Maura.

"Masuk," sebuah suara terdengar, setelah Tarisa mengetuk pintu itu beberapa kali.

Tarisa membuka pintu nya, dan mempersilahkan ku masuk terlebih dahulu. Ruangan ini lumayan luas, dilengkapi dengan sofa berwarna peach di tengah ruangan. Sebuah meja kaca terdapat didepan nya. Dan seorang wanita, yang kuyakini seumuran dengan Mama, duduk di kursi kerja nya.

Disaster | N.HWhere stories live. Discover now