"Ini mobilmu?" Tanyaku kaget saat melihat lamborgini merah terparkir di garasi depan rumahku. Mungkin karena aku masuk kerumah dengan terburu-buru tadi, aku sampai tidak melihat mobil semewah ini terparkir indah disini.
"Ya iyalah. Siapa lagi pria tampan yang mempunyai mobil sekeren ini?" Ucapnya angkuh. Selain menyebalkan, dia juga sangat sombong rupanya.
"Ayo cepat naik, perutku sudah tidak bisa berkompromi nih" rengeknya manja membuatku berdengus kesal. Jika aku tidak kesepian aku tidak mungkin menuruti kemauan pria pirang ini.
Sebelum menaiki mobilnya aku melihat sekilas ke rumah Zayn. Rumahnya terlihat sepi. Tidak ada orang di halaman rumah atau balkonnya. Zayn sedang apa ya? Apa dia tidak rindu padaku seperti aku merindukannya?
"Virgo Schneider" panggilnya membuatku memutar kedua bola mataku.
"Iya iya, kau ini cerewet sekali" keluhku sambil naik ke dalam kursi penumpang.
"Kita mau kemana?" Tanyaku malas.
"Jika lapar ya pasti ke restoran, cantik. Masa kau mau pergi ke toko buku?" Ejeknya sambil tertawa yang membuatku harus menghela nafas panjang.
Justin mengendarai mobilnya ke Drive Thru restoran cepat saji yang ada di dekat rumahku-Burger King. Ini kan restoran kesukaanku dan Zayn. Lagi-lagi aku masih memikirkan Zayn.
"Kau mau pesan apa?" Tanya Justin yang membuyarkan lamunanku.
"Samakan sepertimu saja" jawabku lemas dan akhirnya ia memesan dua paket American Mashroom, kesukaan Zayn lagi. Oh ya Tuhan, bisakah Justin melakukan hal yang tidak mengingatkanku pada Zayn? Bahkan tato yang ditubuhnya juga anting ditelinganya seolah menggambarkan sosok Zayn dimataku.
"Kau itu melamun apa sih?" Ucapnya sambil konsentrasi pada jalan di depannya.
Aku menghiraukan pertanyaannya dan mengalihkan pandanganku keluar jendela. Aku merasa tidak bersemangat untuk bicara pada siapapun. Terlebih lagi pada orang asing sok tahu ini.
"Kita mau kemana?" Gerutuku yang masih memusatkan pandanganku keluar jendela.
"Makan" jawabnya singkat, membuatku harus memutar kepalaku ke arahnya. Dia sedang meminum soft drink yang baru saja dibeli namun dengan menyetir. Tingkahnya seperti bukan seorang senior.
"Kau kan sudah pesan di Drive thru tadi, kalau begitu bawa aku pulang" kataku kesal.
"Aku tidak mau makan di rumahmu"
"Siapa yang suruh kau makan dirumahku?" Aku bersidekap kesal. Kenapa dia selalu salah kaprah atas apa yang ku katakan sih?
"Aku punya tempat sendiri untuk makan malam" jelasnya. Aku sangat tidak peduli dia mau makan dimana. Yang aku inginkan hanya pulang ke rumahku.
"Tapi kau bisa mengantarku pulang dulu, habis itu kau bisa pergi ke tempat makanmu itu" kataku kesal. Namun kali ini dia yang tidak memperdulikanku. Aku pun menggerutu kesal atas sikapnya.
Sepanjang perjalanan aku tidak berbicara sepata katapun padanya, dia pun juga begitu. Hanya ada alunan musik dari Michael Buble yang terdengar di dalam mobil ini. Orang menyebalkan seperti dirinya ternyata menyukai tipe musik seperti ini, aku cukup heran.
"Sudah sampai" ucapnya antusias.
Aku melihat sekeliling tempat ini, banyak pepohonan. Seperti hutan tetapi tidak terlalu lebat. Tempat apa ini? Apa dia akan memperkosa setelah itu memutilasiku ditempat ini?
Pun aku bergeridik ngeri. Aku belum pernah pergi ketempat ini sebelumnya. Padahal jika dibilang aku sering berkeliling kota ini. Tapi belum pernah aku mengetahui ada tempat seperti ini sebelumnya.
"Kau mau duduk saja disitu?" Tanya Justin seraya mengambil dua bungkusan Burger King yang ia pesan tadi, kemudian ia keluar dari mobil mewahnya ini.
Dengan terpaksa aku turun dari kursi penumpang dan mengikutinya. Jalannya sangat cepat seperti menganggapku tidak ada. Oh ayolah! Apa semua orang selalu menganggapku tidak ada?
BINABASA MO ANG
FOREVER [Z.M]
FanfictionVirgo Schneider dan Zayn Malik merupakan sahabat kecil. Mereka dilahirkan dari dua keluarga yang bersahabat semasa SMA dulu. Percikan asmara pun terlihat saat mereka mulai dewasa. Sayangnya , Virgo membuat kesalahan yang sangat fatal menyebabkan Zay...
![FOREVER [Z.M]](https://img.wattpad.com/cover/49409001-64-k536015.jpg)