Mr. Facebook

127 8 1
                                        

Gaia mengetuk-ngetukkan jari bermanikurnya ke meja menggilap kafe, sekali lagi cewek berambut abu-abu itu melirik jam tangan putihnya dengan kesal. Oh damn! Cowok sialan itu telat setengah jam. Gaia menarik iphonenya dari saku hotpants dan mengetik cepat pada applikasi facebook messanger di telpon genggam yang sedari tadi tidak dituutpnya.

Gaia Evangelina : mr.facebook, lo telat setengah jam

Tak lama kemudian balasan muncul dari cowok sialan itu

Hellios Putradewa : on my way honey.

Jawaban itu membuat Gaia memutar bola matanya bosan, kira-kira sudah 10 kali cowok itu membalas pesan Gaia dengan jawaban diplomatis seperti itu. sekali lagi Gaia menggigiti bibir manis beroleskan lip tint berwarna pink terang itu. ingatannya memutar kembali bagaimana dia bisa berkenalan dengan cowok sialan bernama Hellios itu.

**

Siang itu Gaia dengan iseng membuka kembali akun facebook yang sudah hampir setahun ditingalkannya. Entahlah mungkin iseng ingin mengalihkan perhatian akibat dari patah hati yang baru saja di deritanya. Gaia melihat ada sekitar 350 permintaan pertemanan, cewek itu menelusuri satu persatu wajah yang dikenalnya dari foto profil yang di pajang, matanya tertumbuk satu pada wajah manis dengan nama unik 'Hellios Putradewa'. Setelah menekan opsi Accept pada layar iphonenya, Gaia menunggu. Gaia sendiri bingung apa yang membuat dia menunggu dan apa yang dia tunggu.

Yah,setidaknya apa yang Gaia tunggu terjawab beberapa saat kemudian saat nada TING! Dari iphone 4s itu terdengar. Dengan malas-malasan Gaia membuka notifikasi inbox masuk dari Facebooknya.

Hellios Putradewa : NTKY. Thanks for Confirm me.

Gaia memutar bola matanya. Ah! Sepertinya dia salah mengkonfirmasi permintaan seseorang, merasa tak enak hati akhirnya Gaia membalas pesan masuk itu dengan emote senyum manis walau sebenarnya ekspresi wajah Gaia berbanding terbalik dengan ekspresi yang di ketiknya

Gaia Evangelina : 

Malam harinya saat Gaia baru saja selesai mengerjakan laporan penelitian akhir tentang epidemik virus ebola yang baru-baru ini menghebohkan WHO satu notifikasi masuk lagi ke iphone Gaia. Ah! Notifikasi dari Facebook lagi, Gaia meraih telpon genggamnya dengan malas-malasan dan membuka inbox yang ternyata dari cowok bernama keren tadi

Hellios Putradewa : Sorry, tadi hp gue di pinjam teman.

Gaia Evangelina : Nevermind

Hellios PutraDewa : Dia gak bilang yang macam-macam kan?

Gaia Evangelina : so far sih enggak

Hellios Putradewa: Okay then.

Dan dari malam itulah Gaia mulai kenal dengan cowok yang memiliki nama panggilan Lio itu. lucu memang bagaimana orang yang gak pernah dia temui mampu membuat hidup Gaia berubah jauh. Hari-harinya yang biasanya Cuma diisi dengan bangun-ngampus-pulang-nangis-tidur itu sekarang sedikit lebih bervariasi. Gaia sendiri sudah mulai jarang memikirkan cowok brengsek -yang meninggalkannya demi perempuan lain yang katanya sudah dihamilinya duluan- itu.

**

Siang ini Gaia sedikit memiliki waktu luang disela-sela jadwal kuliah gelar spesialisnya yang padat, dan Lio juga memiliki waktu makan siang yang sedikit lebih lama dari biasanya, jadi mereka memutuskan untuk mengadakan semacam kopi darat siang ini, Gaia yang menentukan tempat. Jadi disinilah Gaia sekarang, disalah satu restoran favoritenya The Strawberry Kisses, duduk di dalam smoking area menunggu Lio yang sudah hampir telat sejam. Ah! Lama-lama mulut Gaia terasa 'kering', cewek itu merogoh tas sandang yang dibawanya,meraba-raba mencari sebuah benda petak yang mampu membantunya berfikir –dan mungkin pada kondisi sekarang ini- bersabar lebih banyak lagi. Setelah menemukan yang dicari, Gaia mengeluarkan satu batang benda putih panjang itu,menyelipkannya dibibir dan menyulutnya. Ahhh! Gaia mulai bisa bersabar setelah nikotin itu masuk kedalam paru-parunya.

"merokok membunuh mu bu dokter" suara berat itu membuat Gaia membuka matanya

"masa? Setau gue sih yang membunuh itu menunggu mr.facebook" balas Gaia dengan tatapan sinis. Lio tertawa, dan menarik kursi dihadapan Gaia. Mata Gaia segera menilai, well cowok ini jelas tau merk dan tau cara mengenakannya dengan baik dan benar. Cowok ini memiliki perawakan yang tegas,rahang yang kokoh, mata yang tajam dan oh! Sepasang lesung pipi yang malah seperti kesalahan yang manis diantara semua hal-hal manly yang ada pada diri cowok itu

"Udah selesai menilainya?" tanya Lio terang-terangan

"udah dan congratulation mr.facebook you got A plus on this test" jawab Gaia

"A dalam konteks apa Gai? Udah masuk dalam konteks pendamping hidup belum?"tanya Lio lagi, kali ini Gaia diam diikuti wajahnya yang memerah perlahan mengunci semua jawaban sinis yang akan di keluarkannya di tulang rahang cewek itu.

"kenapa diam? Mana jawaban pintar lo?" Lio meraih satu batang benda putih panjang dari dalam kotak rokok Gaia dan menyulutnya, Gaia menghembuskan nafas perlahan mencoba berfikir jernih mengabaikan debaran jantung dan pembuluh darah sialan yang kini sedang bersemangat mengedarkan darah keseluruh permukaan wajah putih Gaia

"untuk menjadi pendamping hidup gue mr.facebook, lo masih perlu banyak mendapatkan A plus dari sekedar penampilan fisik dan pengetahuan lo soal barang-barang bermerek dan cara memakainya" jawab Gaia diikuti senyuman sinis yang kembali menguasai wajah yang beberapa saat lalu memerah itu.


**

cerpen yang niatnya mau di ikutin buat project cerpen social media taun lalu :D


Pack of Untitled StoriesWhere stories live. Discover now