Dilarang mengcopy atau memperbanyak atau mengedit tulisan cerita tanpa izin dari pengarang.!!!
Tulisan saya, ide saya dan karangan saya..
Kritik dan sarannya..
Itu sangat membantu..
Terima kasih
*********
ANASTASIA POV
Kalian tau apa yang kurasakan sekarang? Aku merasa sangat senang. Operasi donor mataku berhasil dan aku telah dapat melihat dunia lagi. Aku sudah bisa merasakan bagaimana rasanya kekebasan dalam melihat. Akan tetapi ada rasa sedih yang kurasa saat aku tau pendonorku, gadis yang baik hati itu telah meninggal dunia tepat saat tiga hari sesudah melaksanakan operasi. Aku juga sempat untuk pergi ke pemakamannya. Dia di makamkan di samping makam orang tuanya yang terlebih dahulu telah meninggalkannya.
Sebelum operasi, dia pernah bilang padaku jika aku harus menjaga matanya. Jangan sampai aku kembali kehilangan mataku ah maksudku matanya. Aku juga sangat berterima kasih kepadanya atas mata yang dia berikan kepadaku. Matanya sangat indah, warna coklat madu yang cerah membuatku semakin cantik. Oh Ya Tuhan aku tidak henti hentinya untuk bersyukur atas apa yang telah kau berikan Tuhan.
Sekarang aku berada di depan cermin, aku tidak bosan bosannya untuk memandangi mata indah milik gadis berhati emas itu. Tapi pandanganku tertuju pada bekas bekas luka yang terdapat di berbagai anggota tubuhku. Seperti lenganku, leher, wajahku. Aku juga menarik ujung dressku dan apa yang ku dapat, kakiku, paha bahkan di perutku juga ada bekas luka. Aku tidak ingin mengingat bagaimana rasanya saat Justin menyiksaku, aku juga bersyukur pada kala itu aku tidak melihat bagaimana dia menyiksaku. Mungkin jika aku melihat hal itu, aku akan trauma ataupun depresi. Tapi ini semua tidak seberapa sakit di bandingkan dengan perceraian. Aku sangat tidak menginginkan itu. Lantas mau bagaimana lagi? Semua telah terjadi, bahkan aku telah menandatangani surat sialan itu. Aku sangat berharap jika aku akan mendapatkan keberuntungan dan perceraianku bisa di batalkan tiba tiba, amin.
"Sayang?". Ku turunkan segera dressku dan merapikannya dengan cepat. Kulihat mom Pattie masuk ke kamarku dan menghampiriku.
"Apa yang sedang kau lakukan sayang?". Ucap mom sambil mengelus lenganku.
"Tidak ada mom, apa maksudmu?". Aku tau mom pasti curiga karena aku sampai menarik dressku tadi. Oh ya ampun kenapa aku terlalu ceroboh. Seharusnya aku mengunci pintunya dulu dan baru bisa melakukan apa yang ku mau.
"Aku tau kau sedang melihat bekas bekas luka itu kan sayang". Mom menatapku dalam, ada kesedihan yang terpancar di matanya. Aku tidak bisa melihat itu, oh mom ku sayang. Ku peluk mom Pattie sebentar. "Ku mohon maafkanlah Justin sayang". Lanjut mom sambil membalas pelukanku. Aku terkejut mendengar kalimat mom, sehingga membuatku melepaskan pelukannya. Aku menatapnya.
"Apa maksudmu mom? Jangan berpikir seperti itu. Tentu saja aku sudah memaafkan Justin dengan sepenuh hatiku mom". Mom memelukku lagi. Ya Tuhan mom, apa yang kau pikirkan. Tentu saja aku sudah memaafkan suami yang sangat aku cintai itu. Seberapa banyakpun dia menyiksaku aku tetap mencintainya.
"Maafkan perkataan mom, tapi terima kasih sayang". Ucap mom dan aku hanya membalas dengan anggukan.
AUTHOR POV
Bell rumah berdering dengan kerasnya sampai berkali kali, tak ada siapapun yang memperdulikannya. Semua orang sedang sibuk dimana mana hingga tak ada yang sempat untuk membukakan pintunya.
Dylan yang tengah asik menonton TV, terganggung dengan suara bell yang bernyanyi ria dari tadi. Dia terlihat celingak celinguk ke arah kanan, kiri, depan dan belakang untuk memastikan dimana semua orang. Dia menghela nafasnya sebentar sebelum akhirnya bangkit dari tempat duduknya yang nyaman itu. Dia berjalan malas ke arah pintu utama dan membukannya.
YOU ARE READING
Love You More Than Word
RandomKesalahpahaman yang membuat dirinya menjadi membenci diriku..
