Hi! Ini cerita pertama aku. Enjoy ya!
Hari ini Mingi sama pacarnya, Yunho, bakal pindah ke kos baru yang jaraknya jauh lebih dekat dari kampus. Kos yang bakal mereka tempati cuma 5 menit dari kampus. Mereka pikir itu bakalan menghemat biaya bensin, daripada harus bertahan di kos yang sekarang, which is makan waktu tiga puluh menit perjalanan.
"Sayang, kardus yang ini diisolasi hitam atau bening?" tanya Yunho dari sudut kamar, tangannya sibuk memegang gulungan isolasi besar.
Mingi yang lagi mengangkat koper baju mendongak. "Yang bening aja, El. Yang hitam buat kardus buku biar gak gampang robek."
Mingi berjalan mendekat, lalu mengambil alih gulungan isolasi dari tangan Yunho. "Kamu duduk aja deh, sisanya aku yang isolasi. Tangan kamu merah tuh ketarik-tarik isolasi dari tadi."
"Ih, gak apa-apa, No! Orang cuma nempel dikit," protes Yunho pelan, tapi akhirnya nurut juga pas Mingi menarik pelan pinggangnya buat duduk di tepi kasur.
Pasangan kekasih ini perantauan dari kota sebelah. Mereka udah pacaran lama banget, ada kali dari zaman SMP. Pas SMA pun mereka selalu barengan, sampai akhirnya mutusin buat kuliah di kampus yang sama dan tinggal bareng di kos yang harganya super affordable. Sayangnya, makin bertambah semester, rasa capek bolak-balik makin berasa. Apalagi Mingi sering banget anter-jemput pacarnya itu. Yunho sebenarnya gak punya kendaraan sendiri, atau lebih tepatnya, Mingi yang emang gak pernah mengizinkan Yunho bawa kendaraan sendiri karena terlalu protektif. Jadilah Mingi yang setia jadi supir pribadi 24/7.
"Kamu tuh sebenernya kalau izinin aku bawa motor sendiri kan gak bakalan kecapekan begini tiap hari, No," ucap Yunho mengingatkan kebiasaan pacarnya itu.
Mingi terkekeh pelan sambil merapikan sudut kardus terakhir. "Gak ada ya. Jalanan ke kampus itu ramai banget, El. Kamu mana berani nyalip-nyalip truk atau angkot? Mending aku yang capek bolak-balik daripada aku kepikiran kamu di jalanan."
"Dasar bapak-bapak posesif," cibir Yunho bercanda, tapi senyum manisnya gak bisa disembunyikan.
Bersyukurnya, kemarin Mingi sempat lihat ada kos baru yang harganya masih terjangkau, dekat kampus, dan dari luar kelihatan sangat nyaman serta terawat. Tanpa pikir panjang Mingi langsung datangi kos itu. Kebetulan pemiliknya tinggal di sana, jadi urusan mereka cepat beres. Kos ini ternyata dulunya rumah yang dijadiin kos karena pemiliknya tinggal sendiri dan merasa kesepian. Tiap kamar juga udah ada furniture-nya, jadi Mingi dan Yunho cukup bawa barang pribadi aja. Paginya sebelum berangkat kuliah, Mingi sempat ngabarin pemilik kos kalau mereka akan pindah sore ini, setelah pulang kuliah. Soalnya besok sewa kos lama mereka sudah berakhir, dan mereka bakal sibuk banget di kampus.
"Mobil Grab-nya udah sampai di depan nih, yang," panggil Mingi setelah mengecek ponselnya.
"Oke! Aku kunci pintu kamar dulu ya, sekalian mau balikin kunci ke rumah Mbak kos di sebelah," sahut Yunho.
"Iya, jangan lama-lama ya. Nanti keburu makin sore, jalanan makin macet," pesan Mingi sambil mengangkat dua kardus berat sekaligus ke arah gerbang depan.
Setelah semua barang masuk ke mobil Grab, Yunho balik dari rumah pemilik kos lama dan mereka pamit sama anak-anak kos yang kebetulan ada di sana. Mingi menyalakan motor, dan Yunho naik membonceng di belakangnya.
"Dah semuanya! Pamit ya!" Yunho melambaikan tangan dari boncengan.
Butuh waktu sekitar 30 menit lebih buat sampai ke kos baru. Jalanan cukup macet karena mereka berangkat tepat di jam para pekerja pulang, apalagi mereka harus mengikuti mobil yang membawa barang mereka dari belakang. Sesampainya di kos baru, Mingi memarkir motornya, lalu turun dan nyamperin pemilik kos.
YOU ARE READING
Kosan Jingga - ATEEZ
FanfictionDibanding circle ini lebih kek orang pacaran berdelapan sih... Top : Hj, Sn, Mg, Jh Bottom : Sh, Yh, Wy, Ys
