Prolog

101 22 6
                                        


DISCLAIMER
Cerita ini mengandung unsur kekerasan, kata-kata kasar, serta adegan dewasa yang eksplisit (21+).

Bagi pembaca yang merasa tidak nyaman dengan konten tersebut, harap berhenti membaca

Bagi pembaca yang merasa tidak nyaman dengan konten tersebut, harap berhenti membaca

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Setiap manusia hidup dengan dua wajah. Satu yang mereka kenakan di depan dunia, dan satu lagi yang mereka lepaskan hanya di balik layar gelap, di mana nafsu dan kebohongan saling menelanjangi.

***

Sudah setahun Kim Taehyung menetap di Italia.

Di dalam apartemen mewahnya yang menghadap langsung ke Colosseum, pria berusia tiga puluh tahun itu duduk di sofa kulit hitam dengan tubuh masih semi-basah setelah mandi. Handuk putih hanya dililitkan longgar di pinggang. Laptop di depannya menampilkan grafik penjualan dan laporan keuangan T&K Group, namun matanya sudah lama tidak fokus pada angka-angka itu.

Sebagai CEO, ia tidak pernah benar-benar pulang. Tubuhnya berada di Roma, tapi pikirannya selalu terbelah antara Milan, Seoul, dan New York. T&K Group adalah warisan ayahnya yang meninggal lima tahun lalu. Sejak usia dua puluh lima, Taehyung menggenggam kendali kerajaan bisnis yang mencakup perhiasan, pakaian dalam merek KT, parfum eksklusif, hingga resort dan hotel bintang lima. Ayahnya membangun fondasi. Taehyung mengubahnya menjadi benteng yang tak tersentuh.

Namun malam ini, seperti malam-malam sebelumnya, ada sesuatu yang jauh lebih menarik perhatiannya daripada angka di layar.

Ponselnya berbunyi.

Sudut bibirnya terangkat pelan saat nama itu muncul: Yerin.

"Kau sudah makan malam?" ia mengetik, jari-jarinya masih sedikit basah.

Jawaban datang beberapa detik kemudian. "Belum. Aku baru saja pulang kerja. Capek sekali."

"Kerja di mana sampai seharian begini?"

"Di perusahaan yang sangat besar. Kau tahu, yang di Gangnam itu. Gedung tinggi, atasan-atasan galak."

Taehyung terkekeh pelan, suara rendahnya bergema di ruangan yang hanya diterangi cahaya lampu meja. "Kalau aku jadi atasanmu, aku tidak akan pernah memarahimu. Malah aku yang akan meminta maaf setiap hari karena membuatmu lembur... lalu aku akan menarikmu ke ruanganku dan membuatmu lupa sepenuhnya pada rasa lelah itu."

"Hah, omong kosong. Kau pasti atasan yang lebih galak."

"Coba saja kau jadi karyawanku. Kau akan melihat betapa baiknya aku pada orang-orang yang kusukai... dan betapa kejamnya aku bila mereka menolak perintahku."

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 01 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

His Darkest DESIREStories to obsess over. Discover now