Selama empat bulan berturut-turut, Dokter Kwon Jiyoung bergerak seperti hantu di dalam bayangan.
Dengan ketelitian seorang dokter bedah, ia merangkai perangkap manipulasi yang sangat halus.
Ia tidak pernah lagi mendekati Jennie secara terang-terangan di rumah sakit, melainkan menaruh potongan-potongan teka-teki palsu yang sengaja dijatuhkan agar bisa ditemukan oleh intelijen Mano Corp.
Laporan palsu tentang jadwal operasi malam yang dimanipulasi, mutasi rekening fiktif atas nama lembaga riset, hingga foto-foto siluet dari sudut kamera distorsi yang memperlihatkan seolah-olah Jennie dan Jiyoung berbagi momen intim di ruang kerja.
semuanya dikirimkan secara berkala ke ponsel pribadi Lisa melalui nomor-nomor tak terlacak.
Setiap helai informasi palsu itu bertindak bagai tetesan racun yang perlahan mengikis logika sang CEO.
Lisa mencoba bertahan demi komitmen dewasanya, namun sifat posesif dan protektifnya yang terlalu besar justru menjadi celah yang berhasil dieksploitasi oleh Jiyoung.
Kabut cemburu yang gelap perlahan mulai membutakan akal sehat singa Mano Corp tersebut.
Malam itu, sebuah jamuan makan malam keluarga besar diadakan di kediaman utama keluarga Manoban.
Sebuah ruang makan formal bernuansa dinasti modern yang megah, dihadiri oleh Siwon dan Song Hye Kyo selaku orang tua Lisa, serta Kim Hyunbin, Kim Nara, dan Kim Jisoo dari pihak Jennie.
Suasana awalnya terasa hangat, penuh dengan perbincangan bisnis dan tawa ringan.
Jennie duduk di samping Lisa dengan gaun longgar berwarna biru dongker yang menyembunyikan perubahan kecil pada tubuhnya.
Rambut panjang dark chocolatenya dijepit anggun ke belakang.
Namun, wajah cantiknya tampak sedikit pucat, dan sejak tadi ia hanya mengaduk-aduk makanan di piringnya dengan sisa tenaga yang ada.
Di sampingnya, Lisa duduk dengan tegap dalam balutan kemeja abu-abu gelap.
Rambut wolf cut cokelat gelapnya yang biasanya memberikan kesan seksi malam ini justru menambah aura dingin dan mencekam yang keluar dari tubuhnya.
Tatapan matanya lurus ke depan, kaku, dan sama sekali tidak menyentuh tangan Jennie yang berada di atas meja.
sebuah kontras drastis dari sifat clingy nya yang biasa.
Lisa baru saja menerima satu pesan final dari Jiyoung satu jam sebelum makan malam dimulai: sebuah rekaman suara hasil editan digital yang terdengar seolah Jennie mengakui hubungannya dengan pria lain.
"Jennie, wajahmu pucat sekali. Kau sedang tidak sehat, Nak?" tanya Song Hye Kyo memecah keheningan, menatap menantunya dengan pandangan cemas.
Jennie mendongak, mencoba menyunggingkan senyum manisnya yang tipis.
Sifat mandirinya menolak untuk membuat semua orang khawatir. "Hanya sedikit lelah, mommy . Belakangan ini jadwal di rumah sakit sedang padat."
"Bukan lelah karena rumah sakit, Mom," suara bariton Lisa tiba-tiba memotong, terdengar sangat rendah, berat, dan sedingin es yang memotong atmosfer hangat di ruangan tersebut.
Seluruh pasang mata di meja makan seketika tertuju pada Lisa.
Kim Jisoo yang duduk di seberang mereka langsung menyipitkan matanya, merasakan ada nada penghinaan yang tidak beres dari ucapan adik iparnya itu.
Jennie menoleh, menatap Lisa dengan mata kucingnya yang melebar. "Hubby, apa maksudmu?"
Lisa tidak menjawab Jennie. Ia justru merobek sebuah amplop besar yang sejak tadi ia letakkan di samping kursinya, lalu melemparkan tumpukan foto dan salinan jadwal palsu itu ke atas meja makan yang mewah, tepat di hadapan kedua orang tua mereka.
ESTÁS LEYENDO
the prescribed destiny - jenlisa E-BOOK
FanfictionDokter Jennie Ruby Jane kim tidak pernah menyangka perjodohan kolot kedua orang tuanya akan membawa Lalisa Manoban ke dalam hidupnya. Lisa, sang CEO karismatik Mano Corp, ternyata menyimpan sisi clingy dan super manja yang hanya ditunjukkan di balik...
