Makan malam di istana kekaisaran berlangsung dengan khidmat.
Suara alunan musik memenuhi setiap celah lorong di pilar pilar istana.
Lantai di bawah nya, Basah dengan bercak merah yang menyatu dengan karpet.
Angin dingin berhembus perlahan.
Di meja makan, Pangeran kedua, menikmati makan malam nya dengan tenang. Tangan kanannya bergerak sesuai irama musik, di sebelahnya duduk putra mahkota, memegang tangan kirinya dengan kelembutan yang tak bisa disembunyikan.
"Sekarang semuanya baik-baik saja, apakah kau bahagia? Saudaraku?"
Pangeran kedua menoleh, ia menatap manik gelap kakaknya yang begitu dalam.
Ia tetap diam tanpa menjawab, tangan kirinya yang sedari tadi di usap lembut, kini terangkat.
Kecupan lembut mendarat di punggung tangannya yang putih.
"Asha...kau hanya milik keluarga ini"
"...."
Asha hanya menarik pelan tangannya yang di genggam erat oleh putra mahkota.
Ia berdiri perlahan, pergi tanpa suara, meninggalkan saudara nya duduk sendirian di meja makan.
Tubuhnya berbalik, dan disambut oleh ayahnya yang berdiri tegap di belakang.
Asha refleks mundur dan hampir terjatuh, namun tubuhnya tak merasakan apapun, hanya pelukan erat yang ada di belakangnya.
Ayahnya, menunduk, mensejajarkan tinggi badannya dengan tinggi sang putra.
Kaisar mengusap lembut pipi bulat itu, ia tersenyum dengan wajah yang dipenuhi kasih sayang.
Asha mengalihkan pandangannya kembali, di belakangnya, kakak nya memeluk dengan erat.
Lima tahun ia ber transmigrasi ke dalam dunia ini, pada akhirnya ia hanya ingin kembali ke dunia pertama!!!
'DUNIA INI SUDAH GILA!!!'
End of prologue.
YOU ARE READING
Transmigration Into a Crazy Family!
Historical FictionQeyan, anak sulung dari keluarga konglomerat di negaranya, meninggal dunia untuk menyelamatkan adik semata wayangnya. Bukannya pergi ke alam bawah, dirinya telah di transmigrasi kan ke dalam sebuah novel murahan dengan alur cerita romansa pasaran. N...
