1

20 3 0
                                        

BAB 1 — Sebelum Semuanya Dimulai

Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.

BAB 1 — Sebelum Semuanya Dimulai

Pagi di sekolah.

Elio sedang duduk di kelas sambil mengobrol dengan teman sekelasnya. Elio memang tipe orang yang ceria dan selalu menghargai kalau ada temannya yang mengajak ngobrol. Entah itu gosip sekolah, tentang pelajaran, atau hal random lainnya.

Dia cuma merasa, kalau orang-orang di sekelilingnya senang, dia juga ikut senang.

Tak lama kemudian, Ayden datang dan langsung duduk di samping Elio. Awalnya Ayden terlihat biasa saja, tapi begitu melihat Elio sedang mengobrol dengan orang lain selain dirinya, ekspresinya langsung berubah.

"Ngobrolin apa?"

"Pelajaran."

"Sama dia?"

Elio melirik Ayden. Dari raut wajahnya, sudah bisa dipastikan kalau pacarnya itu sangat amat tidak suka.

"Iya, Ayden. Kenapa?"

"Gak suka aja."

Elio sudah terbiasa dengan Ayden yang seperti ini. Sangat amat posesif.

Mereka sudah pacaran sejak kelas satu SMA dan sekarang mereka sudah berada di kelas tiga. Selama hampir dua tahun bersama, Elio sudah sangat tahu sifat pacarnya itu.

"Eh, lo gak usah ngomong sama pacar gue," ujar Ayden pada teman sekelasnya yang tadi sempat mengobrol dengan Elio.

Teman sekelasnya langsung ketakutan. Dia tidak mau menjadi korban bully Ayden.

"Ayy!"

"Kamu ngebelain dia?"

Ayden paling tidak suka kalau pacarnya membela orang lain.

"Ihh, bukan gitu. Nanti gak ada lagi yang mau temenan sama aku, Ayden."

Elio mulai kesal.

"Gunanya aku apa sih, sayang? Ngobrol aja sama aku, jangan sama yang lain!"

"Serah dah."

Elio langsung memalingkan wajahnya.

"Aku bawain bekal. Jangan makan sembarangan di kantin, gak sehat. Maaf tadi gak ngejemput kamu."

Ayden memang sangat menyayangi pacarnya ini, walaupun sifatnya kadang sangat menyebalkan.

"Gak mau, Aaa! Bekal kamu pasti sayur semua. Aku gak mau ya, Ayy. Makan sayur tiap hari!"

Elio mengeluh. Sudah seminggu ini bekal yang dibuat Ayden selalu berisi sayur, sementara Elio sangat membenci itu.

"Gak ada bantahan, sayang."

Tak lama kemudian, guru pun datang ke kelas mereka.
Selama jam pelajaran, Elio sangat serius mendengarkan. Berbeda dengan pacarnya yang duduk di sampingnya dan selalu saja mengganggunya.

REPEATING US (on going)Histórias para pegar e não largar. Descubra agora