Allen Ziva Elena adalah seorang yang bisa di bilang cerewet oleh teman-temannya dan juga lumayan tertutup mengenai hal yang bersifat privasi. Sejak 2 tahun lalu, ia resmi berada di bawah tanggung jawab Ellion Zerga.
Ia seorang pengusaha yang justru bersifat ramah. Bahkan kepada karyawan-karyawan nya di kantor. Tetapi kalau sudah serius, amarahnya bisa sampai membuat semua orang yang berada di kantor tidak berani menatapnya.
Karena merasa ada yang aneh dengan tubuhnya sejak beberapa hari lalu, Allen memutuskan untuk pergi ke klinik. Dan hasilnya, ia di nyatakan tengah berbadan dua. Usianya sudah hampir 3 minggu.
Kebetulan, Ellion sedang ada pekerjaan di luar kota yang mengharuskan ia menetap beberapa minggu di kota tersebut. Rencananya, ia akan pulang pada sore ini, pastinya Allen juga sudah tidak sabar menunggu kepulangan Ellion untuk memberitahu tentang kabar baik itu.
Pukul 17.28
Tok tok tok
Allen sudah mengetahui siapa yang datang pada saat itu. Karena Ellion sudah mengabari Allen bahwa ia sudah berada di jalan sejak jam 3 sore.
Allen berjalan ke arah pintu dengan hati yang sangat happy pastinya. Ia membukakan pintu dan ternyata Ellion tidak sendiri, ia bersama seorang perempuan di belakang nya.
"Akhirnya kamu sampai jug-, ini siapa sayang?" Ucap Allen menyapa dan menyambut Ellion.
"Aku ceritain di dalam aja ya?" Ucap Ellion menjawab pertanyaan Allen.
Akhirnya mereka bertiga pun masuk ke dalam dan duduk di sofa ruang tamu. Saat itu juga, Allen sudah mempunyai firasat yang tidak mengenakkan. Melihat raut wajah Ellion, ia semakin yakin dengan feeling yang ia punya.
"Sebelumnya, aku mau minta maaf sebesar-besarnya sama kamu saat itu aku khilaf Al, aku..., aku gak sengaja menghmli dia, dan sekarang dia min-" Ucap Ellion belum sempat ia menyelesaikan perkataannya.
"Cukup, jangan di lanjut lagi El" Ucap Allen dengan tatapan kosong mengarah ke depan, dengan tatapan yang penuh dengan kekecewaan yang mendalam.
"Aku beneran gak sadar Al, aku gak sengaja, itu terjadi di luar kendali diri aku sendiri, aku gaada niat buat lakuin semua itu" Ucap Ellion mencoba menjelaskan yang terjadi pada Allen.
"Tapi sekarang itu udah terjadi, kamu gak bisa lagi kembaliin semuanya, aku gak mau lagi ada yang tersakiti, lebih baik kamu ceraikan aku aja" Ucap Allen masih dengan tatapan kosongnya bedanya sekarang di tambah dengan air mata yang sudah keluar tanpa bisa di tahan.
"Enggak, aku gak mau Al" Ucap Ellion.
"Pilih kamu tanggung jawab atas anak dia, atau cerikan aku sekarang juga?" Ucap Allen memberikan pilihan bagi Ellion.
Mendengar ucapan Allen, Ellion pastinya kebingungan, di tambah pikirannya sekarang sedang kacau sedari kemarin memikirkan bagaimana respon Allen ketika mendapati kabar sangat buruk dari nya.
"Gak bisa jawab?, dalam waktu setengah jam kalau kamu masih gak ada jawaban, aku angkat kaki dari rumah ini sekarang juga" Ucap Allen sebelum ia meninggalkan mereka berdua di ruang tamu.
Allen memutuskan untuk pergi ke kamarnya lagi untuk membereskan pakaiannya. Ia tidak kuat jika harus melihat haknya terbagi dua dengan perempuan yang tidak diketahui asal usulnya itu.
Sementara di bawah, Ellion masih bergelut dengan pikirannya yang semakin runyam dan sulit memutuskan.
30 menit.
Pilihan.
Keputusan.
Itu lah yang sedaritadi menghantui pikiran Ellion sejak Allen pergi ke kamarnya.
YOU ARE READING
Labirin
FanfictionOne shoot erine x member JKT48 No 🔞 Koreksi typo Slow update Up nya kalo mood
