Ketika Sakura Terakhir Gugur
Musim semi selalu datang dengan cara yang sama.
Udara yang sebelumnya dingin mulai menghangat. Langit menjadi lebih cerah, dan bunga-bunga sakura kembali bermekaran di sepanjang jalan menuju Akademi Hoshizora.
Bagi sebagian orang, musim semi adalah awal dari sesuatu yang baru.
Tapi bagi Ren Akiyama, musim semi selalu mengingatkannya pada sesuatu yang sudah lama hilang.
Tiga tahun lalu.
Seseorang pergi dari hidupnya.
Seseorang yang wajahnya bahkan sudah tidak bisa ia ingat.
Aneh, bukan?
Bagaimana mungkin seseorang bisa mengingat sebuah suara, tetapi melupakan wajah pemiliknya?
Ren sering memimpikan hal yang sama.
Seorang gadis berdiri di bawah pohon sakura.
Rambutnya tertiup angin.
Wajahnya tidak pernah terlihat jelas.
Dan setiap kali Ren mencoba mendekatinya, gadis itu selalu mengatakan hal yang sama.
"Kalau sakura terakhir gugur, kita akan bertemu lagi."
Setelah itu, Ren selalu terbangun.
Pagi itu pun begitu.
Ren membuka matanya dan menatap langit-langit kamar. Jam di meja menunjukkan pukul enam lewat tiga puluh.
Ia duduk di tepi tempat tidur.
Mimpi itu lagi.
Sudah tiga tahun, tetapi kalimat tersebut tidak pernah berhenti muncul dalam kepalanya.
"Siapa kamu sebenarnya?"
Ren tidak pernah mendapatkan jawabannya.
---
Setelah bersiap, Ren berangkat ke sekolah.
Namun bukannya langsung menuju kelas, ia justru berjalan ke belakang gedung Akademi Hoshizora.
Di sana terdapat sebuah pohon sakura tua.
Pohon yang selalu ia hindari selama tiga tahun terakhir.
Ren berdiri di bawahnya.
Entah kenapa, tempat itu terasa begitu familiar.
"Kenapa aku selalu merasa pernah berada di sini?"
Angin berembus pelan.
Beberapa kelopak sakura jatuh di sekelilingnya.
Kemudian terdengar suara langkah kaki.
Ren menoleh.
Seorang gadis berdiri beberapa meter darinya.
Rambut hitam panjang.
Seragam sekolah yang sama.
Dan tatapan yang sulit dijelaskan.
Gadis itu menatap Ren cukup lama.
"Aku Aira Mizuki."
Ren mengernyit.
"Anak baru?"
Aira mengangguk.
Ren memperhatikannya.
Ada sesuatu yang aneh.
Sesuatu yang membuat jantungnya berdetak lebih cepat.
"Maaf..."
Ren ragu sebelum bertanya.
"Apa kita pernah bertemu?"
Aira tersenyum kecil.
"Kamu benar-benar tidak ingat?"
Ren terdiam.
"Ingat apa?"
Aira tidak menjawab.
Ia hanya berjalan melewati Ren.
Namun sebelum pergi, gadis itu berhenti.
"Kalau suatu hari kamu mengingat semuanya..."
Ren menoleh.
"...jangan mencariku."
Aira kemudian pergi.
Ren berdiri terpaku.
Ia ingin mengejarnya, tetapi sesuatu di dalam dirinya membuat langkahnya berhenti.
Saat menunduk, ia melihat sebuah benda kecil di tanah.
Sebuah pita merah.
Ren mengambilnya.
Dan saat jarinya menyentuh pita itu-
sebuah suara tiba-tiba terdengar di kepalanya.
"Janji ya, Ren."
Ren membeku.
Suara itu.
Suara yang selama ini muncul dalam mimpinya.
"Kalau sakura terakhir gugur..."
Jantung Ren berdegup semakin keras.
"kita akan bertemu lagi."
Pita itu terlepas dari tangannya.
Ren menatap pohon sakura di atas kepalanya.
Ia tidak tahu siapa Aira.
Ia tidak tahu apa yang terjadi tiga tahun lalu.
Namun untuk pertama kalinya, Ren mulai menyadari satu hal.
Mungkin ingatannya tentang masa lalu bukan hilang begitu saja.
Mungkin ada seseorang yang membuatnya melupakan semuanya.
Dan musim semi tahun ini...
mungkin akan menjadi awal dari jawaban yang selama ini ia cari.
Sebuah janji lama telah kembali.
Dan ketika sakura terakhir gugur, semuanya akan berubah.
ESTÁS LEYENDO
Ketika Sakura Terakhir Gugur
RomanceKetika Sakura Terakhir Gugur Ren Akiyama selalu dihantui mimpi tentang seorang gadis misterius dan sebuah janji yang tidak pernah ia mengerti. Hingga suatu hari, Aira Mizuki datang ke sekolahnya dan mengaku bahwa mereka pernah bertemu. Sejak saat it...
