He finally came back

1 0 0
                                        

hai semuanya setelah banyak pertimbangan akhirnya aku posting ceritanya disini selamat membaca ya

#####
•
•
•
•
•
~~~~~~~

Seorang gadis remaja berumur 16 tahun berlari kencang ke arah sang ibunda,"kiran jangan lari nanti kamu jatuh"ucap sang ibu khawatir.

Nafas gadis Itu berderu"Kak Ale udah balik bun,tadi kiran liat ada kak Ale didalam mobil Bun"ucap gadis yang bernama Alethea Kirana Daneswara.

"Kamu mau kemana lagi nak?"tanya Rania Karunia Daneswara saat melihat putrinya akan pergi lagi.

"Kiran mau nemui kak Ale Bun"

"Kiran, biarin Ale temu kangen sama keluarganya dulu,takut kamu nanti ganggu mereka nak"cegah Rania.

Kiran memutar balikkan kakinya menuju kursi yang ada di tempat makan,"ayah mana?"tanya gadis itu.

"Belum pulang bentar lagi juga dateng"

"Sean dimana Bun?"tanya kiran.

"Lagi main dirumahnya rena"

"Mas Devan?"

"Dikamar lagi tidur sana bangunin udah sore juga"suruh Rania.

"Oke bunda"ucap kiran sambil berjalan gontai tak jadi bertemu Ale.

Gadis itu membuka pintu kamar kakak laki-lakinya dan melihat pria itu sedang tidur dengan pulas, gadis itu berusaha agar langkahnya tak terdengar sama sekali,"mas Devan udah sore BANGUN"ucap gadis itu membuat sang empu membuka mata kaget.

"Apa sih dek ngagetin aja"ucap Devan Satria Daneswara dengan suara khas orang bangun tidur sambil mengucek mata.

Kiran duduk disamping Devan,"kiran disuruh bunda bangunin mas Devan,mas ga kerja?"ucapnya.

"Libur dek ulang tahun perusahaan nanti malem mas dateng ke pestanya"

Kiran mengangguk paham,"mas..."

Devan berdeham sambil mendudukkan dirinya,"apa kiran?"sahut Devan lagi.

"Gapapa"ucapnya dengan nada lemah.

"Kenapa? Bilang ke mas sini"

"Tadi kiran mau ke kak Ale tapi kata bunda jangan dulu, soalnya kak Ale pasti masih temu kangen sama keluarganya"ceritanya.

"Besok kan masih bisa kiran,lagian besok juga hari Minggu kamu bisa main kerumahnya, oh iya ini kamu baru pulang sekolah ya?"

"Hehe iya mas"

"Sana mandi ganti baju yang cantik nanti malam ikut mas"

"Kemana? Ke pesta itu?"

Devan mengangguk lalu menyuruh gadis itu pergi dengan mendorongnya hingga didepan pintu kamarnya,"eh mas Kiran ga mau...."

Pintu ditutup oleh Devan tanpa mendengarkan Kiran terlebih dahulu,Kiran pergi ke kamarnya dengan kesal,gadis itu mengambil baju ganti lalu pergi mandi.

Keluarga Kinan sedang makan malam bersama di ruang makan,"dek kamu tadi abis dari rumah rena?"tanya kiran pada Sean yang duduk disebelahnya.

Sean mengangguk,"iya tadi Sean abis ke sana kenapa kak?"tanya bocah laki-laki yang sekarang menduduki bangku kelas 1 sd.

"Dek habis ini kita berangkat ya"

Kiran menatap Devan dengan mata malas,"iya"cueknya.

"Mau kemana dev?"tanya Aryanto Daneswara ayah mereka.

"Anu yah Devan lupa bilang ke ayah,ada pesta ulang tahun perusahaan yah terus Devan kan ga mau pergi sendiri jadinya Dev ngajak Kiran"jawab Devan.

"Oh gitu jangan malem malem ya"

"Siap ayah"

"Kiran sebenernya ga mau yah tapi mas Devan maksa Kiran"adunya pada sang ayah.

"Gapapa temani aja mas mu siapa tau nanti kamu ketemu calon kakak ipar mu Kiran"

"Ayah apa sih sembarangan aja deh"ujar Devan.

"Cie mas Devan salting"timpal Sean.

"Sean"ujar Devan tertahan.

Setelah makan malam Devan dan Kiran pergi untuk menghadiri acara itu,Kiran membuka kaca mobilnya saat melihat adanya Ale diluar rumah sedang membuang sampah,"kak Ale"panggilnya sangat senang.

Sang empu yang dipanggil pun menoleh menyipit kan matanya untuk melihat siapa yang tadi memanggil asmanya,"Kiran?"gumam pria itu.

"Udah seneng? Udah ketemu Ale kamu kan?"

"Belum,kak Ale masih ga kenal kiran, buktinya kak Ale ga sahutin panggilan kiran"jawabnya lemah.

Devan mengendarai mobilnya melaju dijalanan hingga akhirnya sampai ketujuan,mereka berdua berjalan beriringan hingga sampai pada meja milik Devan,pesta ini adalah pesta untuk orang internal dari perusahaan tadi sore juga ada pesta untuk orang eksternal perusahaan yang bekerja sama dengan mereka.

Satu meja itu berisi 4 orang dan dimeja itu ada Devan kiran dan dua rekan kerja Devan yang Kiran tidak kenal dengan mereka,"oh iya Dev siapa yang bersama mu ini? Is she your girlfriend??"tanya seorang wanita.

"bukan, adik gue namanya Alethea Kirana Daneswara"

"Salam kenal Alethea"ucapnya.

"Iya salam kenal kak...?"

"Thania panggil aja aku Thania,dan dia reon"

"Senang bertemu dengan mu kak Thania dan kak reon"ucap kiran.

"Gadis manis"gumamnya.

"Reon Lo kenapa diem aja?"tanya Thania.

"Sakit gigi than"jawab reon.

"Yon baru kemarin sakit gusi sekarang gigi?"tanya Devan tak percaya.

"Ya gimana lagi Dev namanya juga rahang vintage"

"Anjir rahang vintage bisa ae lo kaleng sarden"ujar Devan.

Thania tertawa mendengar ucapan kedua rekan kerjanya,"nanti kumur pake air garem aja kak biar agak mendingan"ucap kiran.

"Emang bisa?"tanya reon.

"Bisa, terus abis itu sikat gigi teratur kak jangan makan makanan manis sama asem"jawab Kiran.

"Makasih sarannya al"ucap reon.

"Nama bagus bagus dipanggil Al anjir Lo yon"tak terima Devan.

"Sorry"

Mereka menikmati acara itu lalu pulang pada waktu yang sudah disepakati oleh mereka,Devan dan Kiran pulang jam 11,Kiran tertidur di dalam mobil dan Devan mengendarai dengan kecepatan normal sampai akhirnya mereka sampai dirumah.

Devan membuka pintu rumah lalu menggendong Kiran dari mobil dan membawanya masuk kerumah,Arya ternyata masih duduk di sofa sambil menatap televisi didepannya,Arya akan selalu menunggu anak-anak nya pulang jika mereka pergi malam malam Arya menjadi orangtua yang selalu ada dan siaga untuk anak-anaknya.

"Eh ayah"

"Sini biar ayah aja yang bawa ke kamarnya"ujar Arya.

Arya menggendong Kiran membawanya ke kamar gadis itu,"ayah aman?tanya Devan memastikan.

"Aman Dev"

Arya membawa anak gadisnya ke kamar untuk menidurkannya di tempat tidur yang nyaman,Kiran tertidur pulas dengan dress yang masih ia pakai,Arya menatapnya lalu mencium kening gadis itu dan kemudian pergi dari kamar kiran.

#####

★Hyacinthus orientalis★Stories to obsess over. Discover now