Bab 1 Dari Sebuah Link Grup

4 3 2
                                        

"Waw, ada link grup!"

Aku yang sedang duduk santai di kamar langsung memperhatikan sebuah pesan yang muncul di layar ponselku. Ternyata seorang teman mengirimkan sebuah link menuju grup yang katanya khusus untuk para pemain game.

Aku sebenarnya tidak terlalu berharap banyak. Namun, rasa penasaran membuatku akhirnya menekan link tersebut.

**Grup berhasil bergabung.**

Aku tersenyum kecil.

*"Ah, siapa tahu bisa dapat teman baru."*

Begitu masuk, ternyata grup itu cukup ramai. Banyak orang sedang membicarakan game, mulai dari strategi bermain sampai saling mengajak mabar. Awalnya aku hanya membaca percakapan mereka tanpa berani ikut berbicara.

Sampai akhirnya seseorang menyapaku.

"Anak baru ya? Salken!"

Aku sedikit terkejut, lalu membalas.

"Iya hehe, salken juga."

Tidak lama kemudian, beberapa orang lainnya ikut menyapa. Anehnya, mereka semua sangat ramah. Tidak ada yang membuatku merasa asing. Bahkan beberapa orang langsung mengajakku bermain bersama.

Akhirnya, aku ikut mabar.

Awalnya hanya permainan biasa. Kami bercanda, saling mengejek ketika ada yang kalah, dan tertawa ketika salah satu dari kami melakukan hal konyol.

Tanpa terasa, malam itu menjadi jauh lebih menyenangkan dari yang kubayangkan.

Setelah permainan selesai, aku keluar dari grup untuk sebentar mengambil minum.

Saat kembali, tiba-tiba sebuah notifikasi WhatsApp muncul.

*Nomor tidak dikenal mengirim pesan.*

Aku mengernyitkan dahi.

*"Siapa, ya?"*

Aku membuka pesannya.

"Halo, boleh kenalan?"

Aku sempat ragu. Namun, karena dia mengatakan mendapat nomorku dari grup game, akhirnya aku membalas.

"Halo juga. Boleh kok. Kamu dari grup game tadi?"

Tidak lama kemudian, balasan masuk.

"Iya, aku yang tadi ikut mabar."

Oh.

Ternyata normal. Dia memang salah satu anggota grup tadi.

Aku kemudian memperkenalkan diri.

"Halo juga, nama aku Naura Elviana Kirana. Kamu bisa panggil aku Naura. Aku umur 15, sekarang kelas 9. Aku orang Palembang."

Beberapa detik kemudian, dia membalas.

"Salken, KK. Nama aku Rafael Aditra Pratama. KK bisa panggil aku Rafa. Aku umur 15 juga, tapi aku kelas 8. Aku orang Jakarta."

Aku tersenyum membaca pesannya.

"Ohh, ternyata kita seumuran."

"Iya, cuma beda kelas aja, KK."

Sejak percakapan itu, kami mulai sering mengobrol. Awalnya hanya membahas game.

"KK, mabar yuk?"

"Ayo."

Lama-kelamaan, obrolan kami tidak lagi hanya tentang game. Kami mulai bercerita tentang sekolah, kegiatan sehari-hari, makanan kesukaan, sampai hal-hal kecil yang sebenarnya tidak penting.

Entah kenapa, berbicara dengan Rafa terasa mudah.

Hari berganti hari.

Minggu berganti minggu.

Sampai akhirnya satu bulan berlalu.

Tanpa kusadari, Rafa sudah menjadi seseorang yang selalu kutunggu pesannya.

Setiap kali ponselku berbunyi dan namanya muncul di layar, aku selalu tersenyum sendiri.

Ternyata bukan hanya aku yang merasakan hal itu.

Suatu malam, ketika kami sedang mengobrol seperti biasa, Rafa tiba-tiba mengirim pesan yang berbeda dari biasanya.

"Naura..."

"Iya?"

Beberapa saat tidak ada balasan.

Kemudian sebuah pesan masuk.

"Aku mau jujur sama kamu."

Jantungku mendadak berdebar.

"Jujur soal apa?"

Rafa akhirnya mengatakannya.

"Selama sebulan ini, aku makin nyaman sama kamu. Awalnya aku cuma nganggep kamu teman mabar. Tapi sekarang... aku sadar kalau aku suka sama kamu."

Aku terdiam cukup lama.

Entah kenapa pipiku terasa hangat.

Aku mengetik, menghapus, lalu mengetik lagi.

Sampai akhirnya aku memberanikan diri membalas.

"Rafa..."

"Iya?"

"Aku juga suka sama kamu."

Malam itu, sebuah perkenalan sederhana dari grup game berubah menjadi awal dari kisah yang tidak pernah kami duga.

Aku di Palembang.

Dia di Jakarta.

Jarak kami jauh, tetapi dari balik layar sebuah ponsel, untuk pertama kalinya aku mengenal seseorang yang membuat hari-hariku terasa berbeda.

Dan semuanya bermula dari sebuah link grup game.

Cerpen Cinta Pertama Dibalik Layar Stories to obsess over. Discover now