Bab 11

8 0 0
                                        

Pintu kelas baru saja tertutup setelah Kim dan Ohyul keluar.

Sementara itu Paan yang masih berdiri di dekat mejanya sedang memasukkan beberapa buku ke dalam tas. Sesekali matanya melirik ke arah pintu, lalu kembali sibuk dengan barang-barangnya.

Beberapa detik kemudian, terdengar langkah kaki dari koridor. Seorang cowok muncul di ambang pintu.

Ryul.

Ia berhenti sebentar dan mengedarkan pandangan ke seluruh kelas. Matanya mencari seseorang.

Ohyul.

Tapi bangku Ohyul kosong. Ryul mengernyit. "Ke mana dia?"

Ia kembali melihat sekeliling, berharap mungkin Ohyul hanya pindah tempat atau sedang berbicara dengan siswa lain. Namun, sosok yang dicari benar-benar tidak terlihat.

Sampai akhirnya pandangannya berhenti pada Paan.

Paan yang sedang memasukkan pulpen ke dalam tempat pensil ikut menyadari keberadaan Ryul.

Keduanya saling pandang.

Hening.

Entah kenapa, suasananya langsung terasa sedikit canggung.

Ryul sebenarnya hanya ingin bertanya soal Ohyul, tetapi setelah kejadian di minimarket, ia jadi merasa serba salah setiap kali berhadapan dengan Paan.

Akhirnya ia memberanikan diri.

"Paan."

Paan menoleh. "Apa?"

Ryul menggaruk belakang kepalanya. "Lo lihat Ohyul?"

Paan terdiam sebentar. Kemudian ia kembali memasukkan barang ke tas. "Entahlah."

Jawabannya singkat. Datar.

Ryul mengerutkan kening. "Entahlah?"

"Iya." Paan bahkan tidak melihat ke arahnya.

Ryul berdiri beberapa detik tanpa tahu harus mengatakan apa lagi. Masih marah. Pikiran itu langsung muncul di kepalanya.

Ia jadi teringat kejadian kemarin di minimarket.

Hanya gara-gara sebungkus keripik singkong, mereka sampai tarik-tarikan barang seperti anak kecil. Dan setelah itu Paan memang terlihat tidak terlalu tertarik berbicara dengannya.

Awalnya Ryul mengira Paan cuma kesal sesaat. Tapi melihat sikapnya sekarang...

Mungkin tidak. Ryul mengembuskan napas panjang. "Paan."

"Hm?"

"Kemarin..."

Paan berhenti bergerak.

Ryul memasukkan kedua tangannya ke saku celana. Wajahnya terlihat sedikit canggung, sangat berbeda dari sikapnya yang biasanya santai dan banyak tingkah.

"Soal keripik itu..."

Paan menoleh pelan.

Ryul menatapnya sebentar, kemudian mengalihkan pandangan.

"Gue mau minta maaf."

Paan tidak langsung menjawab.

Ryul melanjutkan.

"Gue kemarin kekanakan banget. Cuma gara-gara makanan sampai maksa lo balikin."

Ia tertawa kecil, tapi terdengar lebih seperti tawa karena malu.

"Padahal ya... itu cuma keripik."

Paan masih diam.

Ryul menggaruk belakang kepalanya lagi. "Jadi kalau lo masih kesel gara-gara itu, gue ngerti."

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 14 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

MOON SQUAD (On Going)Stories to obsess over. Discover now