1. Awal

156 40 8
                                        

Layar ponsel pintar yang menyala terang itu menampilkan rentetan notifikasi dari grup obrolan bernama Maba 21 (4)

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Layar ponsel pintar yang menyala terang itu menampilkan rentetan notifikasi dari grup obrolan bernama Maba 21 (4).

Chintia: Aralie, jangan bilang lo beneran mau dateng sendiri.
Chintia: Gue udah bilang ke cowok gue kalo lo bakal bawa gandengan. Tempatnya udah dibooking buat empat orang.
Karin: Kalo emang belum punya ya gapapa kali, Lie. Nanti biar cowok gue nyariin temen tongkrongannya yang jomblo.
Karin: Nah bener tuh. Biar lo gak duduk planga-plongo ngeliatin kita pacaran.

Aralie melempar benda pipih itu ke ujung kasur busa tipisnya. Ia membalikkan badan, menatap langit-langit kamar yang cat putihnya mulai mengelupas di beberapa sudut. Punggung kakinya menghentak-hentak tepi kasur tanpa arah.

Tantangan konyol itu bermula dua hari lalu di kantin, ketika Chintia sengaja meletakkan undangan makan malam di depan piring siomay Aralie. Ada nada mengejek yang sangat jelas di sana, tipe ejekan halus yang dibungkus tawa basa-basi. Aralie sudah terlanjur membalas dengan kalimat sesumbar bahwa dia sudah punya seseorang yang sedang dekat dengannya, seseorang yang jauh lebih keren daripada cowok-cowok di tongkrongan Chintia. Sekarang, batas waktu pembuktian tinggal hitungan hari.

Aralie menghela napas panjang. Ia kembali meraih ponselnya. Membuka aplikasi pesan instan hanya akan membuatnya makin pening, jadi jempolnya beralih membuka Twitter. Aplikasi berlogo burung biru yang kini berganti silang hitam itu bergulir cepat di bawah ibu jarinya. Konten lelucon singkat, potongan video kucing, hingga berita viral berseliweran tanpa ada yang menarik perhatian.

Jempolnya berhenti saat sebuah cuitan lewat melalui fitur rekomendasi kutipan.

Sebuah foto dengan pencahayaan temaram menarik fokus matanya. Gambar itu menampilkan seseorang berjaket hitam berpotongan longgar, diambil dari arah belakang di sebuah area parkir mobil terbuka. Sosok di foto itu bertubuh jangkung, mengenakan celana kain hitam lurus dan sepatu kasual berbalut kulit. Satu tangannya memegang cangkir kopi, sementara tangan lainnya terselip di saku celana. Sudut pemotretan dari bawah membuat bahunya terlihat lebar dan tegap.

Nama akunnya tertera jelas: @sewapasangan_jkt

Nama profil: LEVI // Jasa Teman & Gandengan.

Bio akun tersebut tertulis singkat tanpa banyak ornamen:

Bosan sendirian ke acara keluarga, kondangan mantan, atau butuh tameng dari pertanyaan basa-basi? Profesional, higienis, anti-ribet, bisa menyesuaikan skenario. Khusus Jabodetabek. Rate card ada di pinned tweet. Dilarang baper.

Aralie membaca teks pada postingan foto itu.

"Satu slot kosong buat weekend ini. Butuh gandengan depan temen, atau sekadar tameng pas kumpul keluarga? Skenario lo yang atur, gue yang eksekusi di lapangan. Portofolio bintang lima, akting natural dijamin gak bakal keliatan sewaan. DM langsung, fast respond selagi free."

Aralie menelan ludah. Jempolnya refleks mengetuk kolom komentar di bawah postingan tersebut.

@anonim: Gila, aktingnya pas kondangan sepupu goks. Nyokap gue ampe nanya kapan mau dilamar wkwk. Bintang 10 buat Kak Levi!

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 04 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Pacar Idaman [ARALEV]Stories to obsess over. Discover now