54 4 2
                                        

Suara gesekan sepatu itu mengiris sepi. Tubuh Jungwon yang terluka diseret dengan paksa menaiki tangga. Bak seekor anak anjing, sebuah tali pengikat terpasang dilehernya, ditarik kuat hingga membuat remaja SMA itu hampir kehilangan nafasnya. Tubuhnya yang memiliki banyak luka sudah tidak mampu menahan bobotnya sendiri, wajahnya mulai membiru karena pasokan udara yang menipis, pandangnya mulai memudar, suara dengung di telinganya kian kuat hingga ia tidak bisa mendengar dengan jelas tawa orang-orang yang menyeretnya di depan

Tubuhnya terhuyung menabrak lantai beton, Jungwon memukul-mukul dadanya sendiri ketika ia akhirnya bisa bernafas. Terduduk di lantai, pandangnya yang masih tidak jelas mencoba melihat satu per satu wajah yang sangat ia kenali

Sanghyeon, pemuda bersurai coklat itu menatap jengah kepada Jungwon di bawahnya yang terus memohon. Ia menginjak kaki anak itu dengan kuat hingga membuat sang empunya mengerang
"Sanghyeon.. Ampun.. Gue.. Gue gak bakal lakuin itu lagi. Gue gak bakal lari"

isak tangisnya terasa menjengkelkan di telinga Sanghyeon, tanpa belas kasihan pemuda itu menendang bahu Jungwon hingga membuat tubuh anak itu tersentak ke belakang
"Ah... Si brengsek ini"

Mengeluarkan bungkus rokok dari sakunya, pemuda itu mulai menyesap benda itu dan mengepulkan asap.

Duduk berjongkok di depan Jungwon yang kesakitan, injakannya semakin menekan kaki Jungwon dengan kuat. Kepulan asap mendarat di wajah penuh lebam itu hingga membuatnya terbatuk

Menampar wajah Jungwon main-main, tatapan Sanghyeon kian menajam "heh, babi" bisiknya, terdengar dingin dan menusuk hingga ke tulang "Udah gue bilang... turutin MAU GUEEEEEE!! APA SESULIT ITU?!"

Nafasnya memburu, ujung nikotin yang menyala itu ia tekan ke leher Jungwon yang terbuka, membuat teriakan kesakitan itu kian menggema di ruangan gelap itu

Sanghyeon menyisir surainya ke belakang, dengan helaan nafas yang terdengar kasar ia menatap kedua temannya yang sedari tadi berdiri di belakangnya "lakuin itu" beranjak berdiri, pemuda itu menyingkir sembari menyalakan rokoknya kembali, membiarkan kedua temannya menghajar Jungwon habis-habisan dan mengencinginya

***

Menendang kaleng di dekatnya, pemuda dengan surai pirang itu terus menatap ponselnya dengan kesal. Pakaiannya terlihat lusuh, dengan hanya mengenakan hoodie kebesaran dan celana pendek di bawah lutut ia berjalan di gelapnya lorong gang di sekitaran tempat tinggalnya "aish.. Kemana lagi anak itu" kepulan asap rokok keluar dari bilah bibirnya yang tipis, memasukkan ponselnya ke saku hoodie, ia memutuskan untuk pergi ke toserba menunggu kepulangan adiknya disana

Ketika lengannya membuka pintu, Sangwon langsung merasakan suasana yang begitu tegang. Beberapa orang mulai berjalan dengan terburu-buru menabrak dirinya yang masih diambang pintu. Melirik ke arah kasir, dapat ia lihat bagaimana dua preman yang tengah mengintimidasi seorang pemuda kecil sembari mengantongi uang yang mereka ambil paksa dari mesin kasir. Anak itu tidak bisa berbuat apa-apa, tubuhnya yang kecil terlihat bergetar dengan todongan pisau di lehernya

Menghela nafas jengah, Sangwon dengan acuh tak acuh terus berjalan ke arah rak mengambil beberapa cup ramyeon dan cemilan

"Dimana yang lain?! Tidak mungkin hanya ini kan?!" Tanya preman itu dengan nada yang terdengar menjengkelkan di telinga Sangwon. Tanpa rasa takut, pemuda itu memutuskan untuk berjalan mendekat ke tengah-tengah mereka, menyodorkan belanjaannya di meja kasir dengan tenang tanpa memedulikan tatapan tajam orang-orang kasar itu "bisa tolong hitung belanjaanku?"

Salah satu preman di sisinya yang tengah mengantongi uang mulai tersenyum miring menatap sangwon dengan remeh "bajingan ini" lengannya yang kasar mulai menodongkan pisau lipat ke arah pinggang sangwon "rupanya memiliki banyak keberanian"

LIKE ANIMALSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang