Dibilang cinta terhalang sahabat nggak Mau dibilang cinta segitiga tapi enggak juga hufttt..
3 orang gadis yang menduduki bangku SMA yang menjalin persahabatan sejak SD mereka telah membuat janji kalo saja mereka bertiga menyukai satu cowo yang yan...
Hai guysss! Ini cerita pertama aku bareng temenku loh ;b
So. . . Kalo ada typo ataupun alur yang kurang jelas maklumin ya guys ya soalnya kita berdua masih pemula hehe.. Tapi kedepannya kami bakal terus belajar dan memperbaiki jalan ceritanya kedepannya dengan koreksi dan pendapat dari kalian. So. . . You guys can VOTE AND KOMEN karna itu semangat buat aku dan temen aku. :b
Enjoy for reading everyone! ₍ᐢ..ᐢ₎♡
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Sore ini tepatnya pukul 16:35 di sebuah cafe bertema vintage seorang gadis baru saja masuk kedalam dengan tergesa-gesa seperti sedang ketinggalan pesawat dari 1 jam yang lalu. Ia melihat-lihat sekitar mencari keberadaan seseorang yang dia sudah janji nongkrong di cafe itu.
"Zaniken! Disini!" teriak seorang gadis dari meja dekat jendela cafe yang tepat berada di depan sehingga siapapun yang duduk disana dapat melihat keluar cafe. Merasa dirinya dipanggil seseorang ia langsung sadar kalo yang memanggilnya adalah temannya.
"Maaf ya guys aku telat datangnya" ujar niken yang baru saja tiba di meja mereka, "santai aja kali niken, kan kita cuma mau nongkrong bukan mau rapat penting" jawab sofia yang terfokus pada ipadnya yang ada di meja.
Niken hanya tersenyum dan menjawab "yaiya tapi kan kita janjinya jam 16:00 aku telat 45 menit itu udah-" belum selesei niken bicara sofia langsung menarik tangan niken dan menyuruhnya duduk di dekatnya. Dihadapannya ada queen yang tengah sedang menelpon dengan seseorang.
Queen yang baru saja selesai menelpon sadar kalo niken belum mesen makanan ataupun minum "kok lo nggak mesen makanan atau minuman?. "
"Aku tadi udah makan di rumah sebelum kesini queen, kalo minumnya aku mesen matcha aja deh" jawab niken yang langsung beranjak dari tempat duduknya menuju ke kasir untuk memesan minumannya. Sementara itu queen dan sofia hanya menunggu niken di meja mereka.
Ditengah-tengah sofia dan queen asyik mengobro niken kembali dengan membawa minuman pesanannya.
"Sepulang sekolah besok aku sama queen mau ke taman, kamu mau ikut gak zaniken?" ajak sofia yang sangat bersemangat jikalau mereka bertiga ada rencana kumpul bareng ataupun sekedar jalan-jalan.
"Boleh deh aku ikut, aku udah jarang banget ke taman akhir-akhir ini" mendengar jawaban dari niken sofia langsung memeluk daksa niken "YEYYY BESOK KITA BERTIGA JALAN-JALAN." karna pelukan dari sofia begitu erat tiba-tiba saja dirinya tersedak karna pelukannya terlalu erat "sofiaaa lepasin nggak, sesak loh akunya" sahut niken yang membuat sofia langsung melepaskan pelukannya.
Queen yang sedari tadi hanya memperhatikan keduanya mulai terpikirkan sesuatu. "Queen diem-diem bae, lagi mikirin apa?" tanya sofia penasaran akan queen yang dari tadi hanya diam.
"Gua kepikiran aja gimana kalo tiba-tiba kita bertiga gak akur atau bertengkar dan langsung asing" jawab queen penuh khawatir akan yang dia pikirkan. "Busettt jauh amat pemikiran lo, ih amit-amit" cetus sofia, "Loh kan siapa tau kita tiba-tiba gak akur cuma gara-gara masalah sepele. "
"Masalah sepele? Yang bener aja queen ya nggak mungkin lah cuma gara-gara hal sepele" jawab sofia dengan tegas walau hatinya merasa kalo perkataan queen bisa saja terjadi.
"Kenapa kamu tiba-tiba bilang kayak gitu sih queen? Kalo memang cuma masalah sepele kita bertengkar pastinya kita bakalan baikan lagi" sahut niken yang sedari tadi diam mendengarkan keduanya. "Kalo masalah sepele nya karna ngerebutin cowo gimana tuh?" jawab queen penuh keseriusan sambil menyipitkan matanya seakan sedang menantang niken untuk menjawab pertanyaannya.
"OKEH STOP! buat perjanjian aja kalo kayak gitu masalahnya, gitu aja ribet lo" ketus sofia dengan sinis menatap queen. "NAH BAGUSNYA SARAN LO" jawab queen sambil menjentikkan jarinya tanda kalo dia sangat setuju dengan apa yang dikatakan sofia.
Niken yang merasa kalo perkataan sofia ada baiknya pun setuju juga. Mereka bertiga pun mengulurkan tangannya bertumpu di atas meja "trio kita gak boleh bubar hanya karna perkara rebutin cowo, kalo kita memang suka sama satu cowo yang sama jangan sampai kita gak akur dan musuhan okey!? JANJI??" seru sofia penuh penekanan. "JANJI!" jawab niken queen sama seriusnya dan penuh penekanan.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.