Ada satu rumor tak tertulis di rumah beratap genting merah itu: di mana ada tiga gelombang besar, di situ pasti ada satu telaga tenang yang menampungnya.
Gelombang pertama bernama Mahesa. Tertua dari yang tiga, dengan tatapan tajam dan gestur yang tak pernah lepas dari kendali. Mahesa adalah dinding tebal—sosok yang selalu merasa bertugas menjaga seisi rumah dari marabahaya, bahkan dari bahaya yang belum sempat terjadi.
Gelombang kedua adalah Maleka. Dia adalah jeda di antara dua suara riuh. Cara bicaranya irit, matanya selalu membaca situasi lebih cepat dari siapa pun, dan di balik senyum tipisnya yang misterius, Maleka selalu punya seribu rencana terselubung untuk melindungi hal-hal yang dia sayangi.
Lalu ada gelombang ketiga, Makaio. Jika Mahesa adalah benteng dan Maleka adalah petunjuk jalan, Makaio adalah badai kecil yang tak kenal diam. Ceroboh, impulsif, tetapi memiliki kehangatan paling lantang di antara ketiganya. Di tengah-tengah tiga nama berawalan tegas itu, hiduplah seorang gadis.
Mahika.
Ibunya memberi nama itu karena Mahika lahir seperti embun pagi: hadir tanpa suara di antara riuhnya tiga bayi laki-laki yang menangis bersahutan dua dekade lalu. Tumbuh bersama Mahesa, Maleka, dan Makaio berarti harus terbiasa dengan tiga pasang mata yang selalu mengawasi, tiga kepala yang tak pernah berhenti mengatur, dan tiga pasang tangan yang siap pasang badan untuk hal sepele sekalipun.
Bagi orang luar, menjadi adik perempuan tunggal dari tiga kakak kembar yang tampan dan protektif adalah sebuah keajaiban. Namun bagi Mahika, itu adalah kombinasi antara kasih sayang berlebih dan rasa sesak yang manis.
Dia mencintai mereka. Sangat.
Namun, embun yang terlalu lama berada di bawah naungan pohon rindang tak akan pernah tahu rasanya disapu angin bebas. Dan pagi ini, sebuah keputusan kecil yang dibuat Mahika secara diam-diam akan menjadi awal dari pecahnya ketenangan yang selama ini mereka jaga bersama.
YOU ARE READING
Brother Complex
RomanceDi dunia ini, manusia terbagi menjadi dua. Mereka yang belum berevolusi disebut Beta-manusia yang hidup tanpa perubahan sejak zaman lama, tanpa gender kedua, tanpa aroma, tanpa feromon. Mereka tampak biasa, namun justru itulah yang membuat mereka be...
