Bab 1

738 70 0
                                        

Cahaya sore masuk menerobos jendela perpustakaan lantai tiga kampus. Di sudut meja paling tenang, Jennie Kim sedang fokus membaca buku Manajemen Operasional. Rambutnya dikuncir asal, kacamata berbingkai tipis bertengger manis di hidungnya, dan jemarinya sesekali mengetuk meja mengikut ritme lagu di earphone-nya.

Di meja seberang, Lalisa Manoban sudah sepenuhnya lupa pada tugas ilustrasi digital yang harus dikumpulkan besok. Kanvas di laptopnya dibiarkan kosong, sementara matanya sibuk memperhatikan Jennie. Lisa diam-diam merogoh ponselnya, pura-pura mengecek pesan, lalu...

Cklik.

Foto candid Jennie dengan pencahayaan sore yang hangat berhasil terabadikan. Estetis, cantik, dan sangat menggemaskan. Lisa tersenyum puas melihat hasilnya.

Tanpa pikir panjang, Lisa membuka aplikasi Twitter. Rencananya sederhana: mengunggah foto itu ke akun alt rahasianya tempat ia biasa menyalurkan rasa kagumnya pada Jennie tanpa diketahui siapapun.

Ia mengetik kalimat yang sedang ramai di linimasa:

@lalalalisa_m

POV Punya pacar Jennie Kim.

[Img_8902.jpg]

Jemarinya dengan lincah menekan tombol Tweet. Setelah itu, Lisa langsung menutup laptop, memasukkan ponselnya ke dalam tas, dan buru-buru keluar perpustakaan. Kepalanya sudah agak pusing karena belum tidur dari semalam, jadi ia memutuskan untuk pulang ke kost dan tidur siang.

Lisa sama sekali tidak menyadari satu detail kecil namun krusial: tombol switch account di pojok kanan aplikasi Twitter-nya tadi belum sempat ia tekan.

Tulisan "POV Punya pacar Jennie Kim" beserta foto paling jernih dari Jennie Kim hari itu resmi meluncur bebas di akun @lalalalisa_m akun publik milik anak Desain Grafis semester lima dengan ribuan pengikut, yang isinya kawan-kawan kampus, anak BEM, hingga kating-kating galak.

Dan dalam hitungan detik, linimasa kampus mulai terbakar.

Accidental TweetStories to obsess over. Discover now