Masa-masa di Sekolah (Lilynn)

307 48 25
                                        

Suara langkah kaki yang berasal dari sepatu pantofel menggema di lorong sekolah. Seorang perempuan dengan rambut tergerai serta kacamata yang bertengger di hidungnya sedang berjalan dengan tangan mengepal. Perempuan itu akrab disapa Lily, ia merupakan salah satu siswi yang dikenal atas kecerdasan dan prestasinya.

Ketika melintas di dekat lapangan, Lily menghentikan langkahnya sejenak. Ia menelisik ke arah lapangan basket yang memang sedang ramai. Wajar, karena tim ekstrakurikuler basket sedang mempersiapkan diri untuk pertandingan beberapa hari ke depan. Merasa tak menemukan sosok yang dicarinya, Lily kembali melanjutkan langkahnya dengan lebar. Satu tujuan terakhirnya, yaitu Laboratorium Kimia sekolah yang terletak di ujung koridor, persis di sebelah tangga.

Sesampainya di depan Lab Kimia, Lily mendapati pintu ruangan tersebut tertutup. Jendelanya pun hampir tertutup sepenuhnya oleh gorden. Melalui celah yang tidak tertutup oleh gorden, pandangan Lily menangkap sosok yang dicarinya sedang tertidur pulas. Merasa geram dengan pandangan tersebut, Lily mendengus kesal dan segera membuka pintu Lab.

"Woi! Dicariin daritadi malah di sini!" Seru Lily sembari menggebrak meja, membuat sosok perempuan yang sedang tidur bertumpu meja itu terkejut.

"Aduh, berisik banget sih," gerutu perempuan tersebut sembari mengucek matanya.

"Berisik pala bapak lo! Bangun, kita harus belajar buat cerdas cermat," balas Lily kesal sembari menarik tangan perempuan yang masih setengah sadar itu.

"Lily yang cantik, yang manis, bentar ya? Calon pacarmu ini baru bangun loh, pusing, nggak kasihan apa?" Ucap perempuan itu yang justru menarik tangan Lily untuk mengelus pipinya.

"Delynn! Cepet bangun atau aku laporin guru," ancam Lily sambil menarik tangannya, membuat Delynn mencebikkan bibirnya kesal.

"Galak banget sih," gerutu Delynn yang dihadiahi cubitan keras oleh Lily di lengannya.

"Ayo cepetan berdiri, udah ditungguin Fritzy di perpus," ucap Lily yang membuat mata Delynn akhirnya terbuka sempurna. Ia berdecih pelan, tak suka dengan nama yang baru saja disebut oleh calon kekasih hatinya.

"Kok di perpus sih? Kenapa nggak di sini aja? Kan di sini kita bisa langsung sambil praktik," protes Delynn yang tak kunjung berdiri dari duduknya.

"Fritzy bilang masih belum paham teorinya, jadi dia butuh buat nyari buku di perpus. Aku juga masih ngerasa kurang paham kalau langsung praktik," balas Lily pelan.

"Yaelah kan ada aku, cantik. Aku bisa ngajarin kamu langsung," goda Delynn sembari mengedipkan matanya.

"Ogah, yang ada ditinggal tidur sama kamu," ketus Lily membuat Delynn terkekeh.

"Kalau ada kamu, aku nggak bakalan ngantuk. Kamu terlalu cantik buat ditinggal merem soalnya," balas Delynn dengan senyum tengilnya yang sukses membuat Lily kesal, tapi secara bersamaan menimbulkan rona merah pada pipinya.

"Udah ayo, kasihan Fritzy nunggu lama," ujar Lily lagi membuat Delynn mendengus kesal.

"Kenapa kasihan ke dia mulu sih? Aku juga masih pusing loh, tadi kamu banguninnya ngagetin. Kamu nggak kasihan sama aku?" Protes Delynn dengan muka masamnya.

"Nggak," sahut Lily.

"Padahal aku udah sengaja duluan ke sini, sesuai janji kita semalem. Tapi kamu sama Fritzy lama, mana tiba-tiba diubah tempat belajarnya. Ngeselin banget," gerutu Delynn yang masih menampilkan muka masamnya.

Setelahnya, Delynn memfokuskan diri untuk membereskan buku catatan yang sengaja ia bawa. Jujur saja, Delynn memang sempat mencatat tadi. Namun karena suhu di Lab Kimia sangat sejuk, Delynn jadi tertidur. Namun tampaknya, perempuan yang berdiri di depannya ini tidak mempercayainya. Perempuan yang sudah lama Delynn sukai, tapi tak kunjung berbalas.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 29 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Kopal Kapal JKT48 || Oneshoot AUStories to obsess over. Discover now