Prolog

20 4 4
                                        

Dulu, rumah ini selalu terasa ramai.

Suara tawa terdengar hampir setiap hari.

Suara langkah kaki yang berlarian, suara televisi dari ruang tengah, dan suara seseorang yang selalu memanggil dari dapur.

Aku pikir, semuanya akan selalu seperti itu.

Aku pikir, rumah akan tetap menjadi tempat pertama yang kucari ketika dunia terasa terlalu melelahkan.

Sampai suatu hari,semuanya telah berubah

Tidak ada yang benar-benar pergi dari rumah ini.

Dindingnya masih sama.

Foto-foto keluarga masih tergantung di tempatnya.

Meja makan masih berdiri di sudut ruangan.

Tapi rasanya sudah berbeda

Orang-orang yang dulu tertawa bersama kini lebih sering diam.

Dan aku baru mengetahui...

Ternyata sebuah rumah bisa tetap berdiri, meskipun keluarga di dalamnya perlahan-lahan runtuh.

✧─── ・ 。゚★: *.✦ .* :★. ───✧

Ini adalah kisah tentang sebuah keluarga yang pernah bahagia, lalu perlahan kehilangan arti dari kata "pulang".

Rumah Yang Tak Lagi Sama (Hiatus) Histórias para pegar e não largar. Descubra agora