Apakah di ujung ada kebahagiaan?
-seungmin
Dan chan yang menjawab bahwa ada kebahagiaan di ujung...
______________________
-lapak chanmin
-ship skz
-beberapa aku ambil dari kisah aku sendiri
-jangan salpak
-no hate
_______________________
My tikto...
Suatu hari, Seungmin berada di taman yang sering ia kunjungi untuk merenungkan diri sendiri setiap kali ada masalah, tapi kali ini beda, Seungmin melihat ada keluarga cemara di seberangnya, keluarga itu sedang menikmati momen mereka sendiri, sedangkan Seungmin?, ia hanya bisa melihat keluarga itu dengan iri.
"Kapan aku bisa bahagia? "
Hanya itu yang seungmin pikirkan, sampai akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke rumah, karena ia harus ke kampus pagi pagi.
Sesampainya di rumah, ia tidak di sambut oleh orang tua nya, melainkan di sambut dengan tengkaran orang tua seungmin, setiap hari pasti mereka tengkar, sampai seungmin sudah lelah mendengarnya. "Berantem lagi?, huh..., kapan selesainya... " gumam seungmin sangat pelan, agar tidak terdengar oleh siapa pun itu saat menuju ke kamarnya.
Di kamar ia tak membersihkan badannya, ia hanya diam, tatapannya kosong, tetapi pikirannya sangat berisik, dimana seungmin baru tau, kalau orang tuanya diam diam cerai tanpa sepengetahuan seungmin dari ia umur 5 tahun sampai ia umur 17 tahun, saat mau 20 tahun saat ia kuliah, seungmin baru tau jika orang tua nya diam diam cerai sejak ia kecil. Seungmin hanya bisa memeluk lututnya di ranjang dan juga memeluk boneka puppy kesayangan nya yang setiap hari akan menemani seungmin ketika kesepian.
"Aku capek..., Aku pengen di sayang sama ayah bunda.., tapi nihil. " ucap seungmin sendiri sambil menahan tangis nya. 'Aku... Boleh nangis kan? ' itu yang seungmin pikiran tiap hari, ia ingin menangis, tapi ia tidak ingin diri sendirinya lemah, pikiran itu selalu menghantui seungmin tiap hari.
Seungmin hanya bisa menahan tangisannya ketika mendengar pecahan kaca di luar kamarnya, itu yang sering dilakukan ayahnya ketika mereka berantem.
-🪐-
Pagi hari tiba, seungmin bangun, tetapi di rumah sangat amat sunyi, saat ia keluar kamar di rumah hanya ada seungmin seorang disitu, seungmin bingung, orang tua nya kemana?, kenapa tidak ada di rumah?.
"Ayah... Bunda... Kalian kemana?... " lirih seungmin pelan, ia merasakan pusing sekali di kepalanya, entah karena apa, tetapi seungmin harus memaksakan diri sendiri untuk tetap pergi ke kampus walaupun merasa tidak enak badan.
-🪐-
Seungmin sekarang sudah sampai di kampus, ia bertemu dengan ketiga temannya, jisung, felix, dan jeongin. "Kok kamu pucet gitu min? " saut jisung sambil menatap heran ke seungmin. "Ah... Gapapa kok ji, aku oke oke aja" jawab seungmin pelan.
Saat mereka selesai kelas, seungmin buru buru ke toilet, karena tiba tiba ia mimisan, ketiga temannya itu hanya heran sambil menatap punggung seungmin yang mulai menjauh, saat seungmin keluar dari toilet, seungmin terkejut karena temannya sudah ada di depan toilet laki-laki dari tadi.
"Eh?, kalian ngapain nungguin aku? " tanya seungmin, tapi tak di jawab oleh teman-temannya itu. "Udahlah, ayo main ke rumah ku, umin ikut kan? " kata jisung sambil menatap ke arah seungmin, dan seungmin hanya diam, tak menjawab apa apa, dan tiba-tiba seungmin mengangguk kan kepalanya.
"Aku nebeng kamu ya jii! " felix sambil menggoyangkan tubuh jisung. "Aish iya iya" jawab jisung terpaksa.
Mereka semua sudah sampai di rumah jisung, mereka sedang bermain uno bersama-sama.
Di tengah-tengah mereka bermain uno tiba tiba handphone seungmin bergetar, ternyata ada yang menelpon nya dan seungmin mengangkatnya, ternyata itu bunda nya. "Kenapa bun? " "KAMU CEPAT KE RUMAH SAKIT SEKARANG! " "hah, kenapa bun?, adek kenapa? " "ADEK KAMU MENINGGAL, KAMU LUPA KAMU HARUS JAGAIN ADEK TADI? " "Bun.. Maaf, maaf, seungmin lupa, seungmin kesana sekarang ya"
Seungmin langsung mengambil kunci motornya yang tergeletak di meja makan rumah jisung. "Eum, gais aku duluan, ada urusan penting.. " pamit seungmin pelan, dan ia langsung terburu-buru untuk ke rumah sakit dimana tempat adiknya dirawat.
Sesampainya seungmin di rumah sakit, ia langsung berlari menuju ke kamar adiknya, dan langsung di suguhi dengan tatapan tidak suka dari bunda nya. "Kamu ini, harusnya kamu ke rumah sakit buat jagain adek!, kamu malah main!, adek itu anak kesayangan nya bunda!, bunda benci kamu. " Kata kata yang menusuk dari bundanya, berputar di otak seungmin.
"Bunda... Maaf. Maafin seungmin bunda... Seungmin lupa... " seungmin mengucapkan kata maaf, bukannya di maafkan tetapi malah di tampar. "Anak macam apa kamu ini?, DASAR PEMBUNUH! KELUAR KAMU DARI SINI, JANGAN SAMPAI SAYA LIAT WAJAHMU LAGI KIM SEUNGMIN! " seungmin di dorong ibunya keluar dari kamar dimana adiknya meninggalkan.
Seungmin duduk di taman seperti biasanya. "Ah... Aku belum kontrol ke dokter liam dari kapan?, um.. Besok aku harus kontrol" "Adek samuel yang kaka sayang... Maafin kaka ya dek... Harusnya kaka dateng lebih awal buat jagain kamu, gara gara kakak, kamu jadi ga selamat, maafin kaka dek.. Kaka gagal jagain kamu, kamu jangan benci sama kaka ya dek?, ayah bunda udah benci kaka soalnya, kaka kangen kamu yang selalu belain kaka setiap kaka dipukul sama ayah maupun bunda, semenjak kamu kena kanker..,kamu jadi ga belain kakak lagi dek, maafin kaka yaa, adek tenang di sana bareng nenek yaa?, disana udah ga sakit lagi ya?, maafin kaka ya dek... "
Seungmin coba buat nge chat dokter liam, karena seungmin besok mau kontrol.
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.
"Pindah ya?" tiba-tiba saja ia merasakan pusing, rasanya seperti dunia sedang berputar, sampai seungmin tak kuat lagi berdiri, jadi ia chat jisung.
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.
Ya, seungmin pingsan.
-To be continue-
Hai hai haiii, aku balik lagi inii, aku usahain ini wp nya aku tamatin yaa, btw aku gabisa up setiap hari, tapi setiap hari aku usahain nyicil hehe, makasih ya yang mau baca and vote cerita ini, aku bersyukur bgt sekarang aku udah enakan, sehat sllu buat kalian semuaaa! Luvv🤍 ⋆. 𐙚 ˚narr
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.