1. Bad Romance

711 78 23
                                        

-Bad Romance-


Chicago, 24 Agustus 2022.

Di salah satu gedung pencakar langit yang menjulang di tengah kota, malam terasa jauh lebih hidup dari biasanya. Lampu-lampu disko berwarna-warni berputar di langit-langit, sesekali menyapu wajah para tamu yang memenuhi ruangan. Musik berdentum keras, bercampur dengan suara tawa dan percakapan yang saling bertumpuk.

Sekumpulan pria dan wanita dewasa tampak menikmati malam mereka. Beberapa berdiri mengobrol sambil menggenggam gelas, sementara yang lain bergerak mengikuti irama musik. Di atas meja-meja, terdapat berbagai cangkir dan gelas minuman.

Semakin larut, suasana mulai berubah.

Beberapa orang yang sudah terlalu banyak minum mulai kehilangan kendali atas gerakannya. Seorang pria tertawa keras hanya karena lelucon sederhana, kemudian hampir kehilangan keseimbangan ketika mencoba kembali ke tempat duduknya. Di sudut lain, seorang wanita berbicara panjang lebar kepada temannya, tetapi beberapa kata yang keluar terdengar kurang jelas dan harus diulang.

Ada pula yang hanya bersandar di sofa dengan mata yang mulai berat, sementara temannya sesekali menepuk bahunya untuk memastikan ia masih sadar.

Musik terus berdentum. Lampu disko masih berputar. Dan di balik jendela-jendela kaca yang menjulang tinggi, cahaya kota Chicago terbentang luas di bawah mereka-sementara pesta malam itu perlahan menjadi semakin tidak terkendali.

Di sudut ruangan, seorang pria berdiri dengan kemeja yang lengan bajunya telah digulung hingga siku. Beberapa kancing bagian atas kemejanya sudah terbuka, seolah ia bahkan tak lagi peduli dengan penampilannya malam itu.

Beberapa wanita di sekitarnya sempat mencoba menarik perhatiannya. Ada yang mengajaknya berbicara, menggoda nya, bahkan dengan lancang duduk di pangkuan nya. Namun, pria itu sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan. Tatapannya tetap datar, seakan semua keramaian di sekelilingnya hanyalah suara latar yang tidak perlu diperhatikan.

Ia datang ke tempat ini bukan untuk mencari teman pemuas nafsu nya, Ia hanya ingin sedikit menjernihkan kepalanya.

Dengan satu tangan masih berada di saku celana, pandangan tajamnya perlahan menyusuri seluruh ruangan. Lampu-lampu disko berganti warna, menyorot wajah-wajah yang tengah menikmati malam. Musik terdengar semakin keras, tawa bersahutan dari berbagai penjuru.

Sampai kemudian, tatapannya berhenti.

Di antara kerumunan yang begitu ramai, ada seseorang yang entah mengapa berhasil membuat matanya terpaku.

Seorang pria.

Ada sesuatu dari wajahnya yang membuatnya terlihat begitu menarik di mata pria itu. Bukan karena berusaha mencuri perhatian, justru sebaliknya-pria tersebut tampak begitu biasa di tengah keramaian.

Namun justru kesederhanaan itu yang membuatnya sulit mengalihkan pandangan.

Untuk pertama kalinya malam itu, pikirannya yang sejak tadi terasa penuh mendadak teralihkan. Apakah benar dia seorang pria... dengan wajah yang sangat cantik dan kulit seputih porselen.

Tatapan elangnya masih tertuju ke arah pria tersebut. Dan tanpa sadar, ia mulai bertanya-tanya dalam hati-

Siapa dia?

Tanpa disadari, langkah kakinya membawa tubuhnya bergerak meninggalkan sudut ruangan. Perlahan, ia berjalan melewati kerumunan orang yang tengah menikmati pesta. Suara musik yang berdentum keras seolah tidak lagi terdengar jelas baginya. Perhatiannya hanya tertuju pada satu sosok yang sejak beberapa saat lalu berhasil menarik pandangannya.

Bad Romance (Heehoon)Histórias para pegar e não largar. Descubra agora