Bab 5

183 54 3
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.







Happy Reading







Asa dan Rora kini berada di ruangan Dokter Irene. Sejak awal keduanya datang dengan satu tujuan yang sama: meminta penjelasan mengenai kondisi adik bungsu mereka.

Irene sebenarnya enggan menjelaskan. Ia beberapa kali mengatakan bahwa sebaiknya Taehyung dan Jennie sendiri yang berbicara kepada putri mereka. Namun Asa dan Rora tidak menyerah. Setelah melihat sendiri perubahan sikap Canny sejak sadar, keduanya tidak bisa lagi hanya menunggu tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Pada akhirnya, Irene terpaksa menjelaskan kondisi Canny kepada mereka secara detail.

"Ja-jadi... saat ini adikku mengalami kemunduran memori?" tanya Asa. Suaranya terdengar pelan. Ia masih berusaha mencerna setiap penjelasan yang baru saja didengarnya.

Di sampingnya, Rora hanya terdiam. Sejak tadi gadis itu tidak memberikan respons apa pun. Tatapannya tertuju ke depan, tetapi pikirannya seolah masih berusaha memahami kenyataan tentang adik bungsunya.

Asa kembali menatap Irene.

"Saat ini Canny berpikir bahwa dia masih berusia sepuluh tahun? Begitu maksud Dokter?"

Irene mengangguk pelan.

"Itulah sebabnya aku meminta kalian untuk tidak menanyakan hal-hal yang dapat membuat adik kalian bingung," jelas Irene. "Untuk sementara, biarkan dia beradaptasi dengan kondisinya."

Irene berhenti sejenak sebelum melanjutkan.

"Saat ini aku dan Profesor Han masih mencari tahu apakah semua ini merupakan efek samping pascaoperasi atau bukan."

Tatapannya beralih kepada Asa dan Rora yang duduk di hadapannya.

"Kami belum bisa memastikan apakah kondisi ini hanya sementara atau akan berlangsung lebih lama. Karena itu, Canny masih harus terus berada dalam pemantauan."

Ruangan itu kembali hening.

Asa dan Rora tidak mengatakan apa-apa. Penjelasan tersebut justru membuat keduanya semakin sulit untuk menyusun pikiran mereka sendiri.

Beberapa saat kemudian, Asa perlahan berdiri dari tempat duduknya.

Ia tidak mengatakan apa pun.

Tatapannya tampak kosong, seolah ada terlalu banyak hal yang berputar di kepalanya dalam waktu bersamaan.

Rora yang melihat kakaknya berdiri segera ikut bangkit.

"Kak Asa, tunggu."

Namun Asa tetap berjalan menuju pintu tanpa menjawab. Rora pun langsung mengikuti kakaknya keluar dari ruangan Irene.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 7 days ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

The Girl Who Forgot Six YearsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang