Nah! Akhir nya berani Up ini cerita, hahahaha! Semoga kalian suka ya, mohon dukungan, kritik dan juga saran.
Tencuuuuu🍀🍀
...............................................
Sepasang kaki tanpa alas berjalan membelah hutan di malam hari, langkah nya tidak cepat juga tidak melambat. Setiap kali melangkah, kakinya akan menginjak daun dan ranting kering, penerangan malam yang minim membuat nya agak waspada.
Namun karena nihilnya akses jalan masuk, ia terpaksa menginjak rerumputan hijau yang hinggapi kunang-kunang, binatang yang pantat nya memancar kan cahaya itu berpencar heboh kesana dan kesini.
Selain suara hewan yang mengusik, gemerisik Angin malam juga berhembus dingin, membawa aura aneh yang membuat langkah pria itu berhenti. Sepasang kaki yang di penuhi Rajah itu tidak melangkah lagi. Matanya yang bercahaya di gelap malam menatap keatas langit, melalui sela-sela batang pohon dan rimbun nya dedaunan, ia melihat langit yang tidak tampak seperti biasa nya.
" Khun, apa yang kau lihat?."
Pria itu mengamati langit lebih lama. Firasat nya jelek. :" Chan, apa kau tidak bisa merasakan nya?."
Chan menatap kearah yang sama dengan bingung, ia tidak melihat apapun, hanya dahan pohon dan dedaunan di atas, bahkan langit pun tidak bisa ia lihat. :" Khun, aku tidak merasa ada yang salah."
Pria itu menghitung sesuatu dengan cepat, rajah di tangan nya bergerak merayap ketelapak tangan, rajah - rajah itu memeluk jari - jemari nya ketika dia menghitung. Bibirnya bergerak membaca mantra.
Ketika jawaban nya di temukan, terpaan angin dingin menyentuh wajahnya, matanya berkilat penuh perhitungan kearah langit. Bibir nya tersenyum tipis, ia menghitung sekali lagi guna memastikan.
Dan benar saja, bu hasilnya tetap sama.
" Akan ada hal besar yang terjadi, Chan."
" Hal besar apa?."
Pria itu tersenyum, ia berhenti menghitung, dan dengan sendiri nya rajah - rajah itu kembali bergerak ketempat semula mereka berada. :" Tunggu satu minggu lagi, kau akan tahu hal besar apa yang aku maksud, ayo pergi, tubuh itu masih hangat. "
Pria itu kembali melangkah masuk kedalam hutan. Chan yang berada di belakang ikut pergi, tubuh nya melayang di udara mengikuti langkah pria itu.
" Tubuh itu apa benar-benar bisa di gunakan? Kita sudah gagal berkali-kali."
" Seperti nya kali ini akan cocok, ku hitung tanggal kelahiran nya sama dengan mu, bulan lahir dan waktu kelahiran juga sama, seharusnya tidak masalah." Shaman. Namanya andalah Shaman. Namun itu bukanlah nama Asli.
Orang-orang yang mengetahui namanya sudah lama mati. Yang orang tahu sekarang adalah, ia bernama Shaman. Orang dengan aliran sesat yang kehadiran nya tidak pernah di terima.
Orang - orang takut kepadanya karena seluruh tubuh nya di penuhi Rajah yang mengerikan. Mereka percaya bahwa dia adalah Dewa Wabah yang harus di jauhi. Jadi mereka semua menolak kehadiran nya. Lalu Shaman ini juga memilih untuk tinggal jauh di dalam hutan.
Dia nyaris tidak pernah turun Gunung. Makanan yang di makan adalah persembahan warga untuk Dewa Gunung. Ada pun karma karena telah memakan yang bukan haknya, dia tidak perduli.
" Khun, ini dia." Chan menatap tubuh seorang pria yang tergeletak di dasar jurang, seluruh tubuh pria itu di penuhi luka robek. :" Dia masih hidup."
" Ikatan jiwa nya sudah lemah." Shaman berjongkok di samping tubuh itu, ia mencolek darah pria itu dan menjilat nya, ia meresapi darah itu dan melihat wajah seorang pria dengan tahi lalat di bawah bibir.
BINABASA MO ANG
ARDHANGI (BxB)
FanfictionPharan Rueangdet.. Dia adalah Khrù termuda dengan tingkat Kultivasi yang cukup tinggi. Shaman dan Bikkhu pun segan terhadap nya. Namun karenakan lonjakan nya semakin besar, dia pun sendiri pun merasa sangat kualahan. Setelah mengasingkan diri cukup...
