Prolog - Bandung

7 2 0
                                        

Bandung selalu terasa seperti kota yang terlalu besar bari seorang yang baru pertama kali mencoba mengenalnya.

Bagi Maudy, Minggu pertamanya menjadi mahasiswa ITB itu harusnya hal yang sederhana.

Datang ke kampus, mengikuti kegiatan sebagai maba, menghafalkan gedung-gedung yang bahkan namanya belum ia kenal sepenuhnya, lalu pulang sebelum tersesat.

Dengan ponsel di tangan dan wajahnya yang lelah. Maudy berdiri dengan perasaan yang campur aduk di sebuah jalan persimpangan dekat kampusnya yang bahkan ia sendiri tak tahu apa nama jalan itu.

Mulutnya diam, namun matanya terus menatap kendaraan yang berlalu lalang dalam diam. Hatinya terlalu sibuk memikirkan rute untuk pulang.

"Aduh... ini jalannya ke mana sih?"

Ia membuka kembali Google Maps untuk yang kesekian kalinya.

Dari kejauhan, terdengar suara beberapa laki-laki yang sedang bercanda sambil berjalan mendekat ke arahnya. Di antara mereka, ada seorang laki-laki dengan jaket jeans yang berjalan paling santai.

Laki-laki itu berhenti sambil menatap Maudy degan tatapan yang sulit untuk dibaca.

"Nyasar, Neng?"

"Iya, A."

"Kelihatan."

Dan dari situlah semuanya dimulai.

DON'T LOSE YOUR WAYStories to obsess over. Discover now