Taehyun baru saja pulang dari lesnya, dan sekarang hari mulai gelap, dan Taehyun memilih berjalan di jalan pintas agar cepat pulang namun... takdir sepertinya berkaa lain.
Samar samar Taehyun melihat seseorang di ujung gang yang sepi dan bau alkohol membuat Taehyun menghentikan langkahnya .
Beomgyu masih mabuk, tapi hidungnya tajam banget. Bau manis omega yang seger, sedikit keringetan karena baru jalan dari les, langsung bikin dia gila. Matanya yang biasanya main-main sekarang gelap, fokus cuma ke Taehyun.
"Hhh... bau kamu..." suaranya serak, napasnya berat. "Omega... baru ya? Belum ada yang klaim?"
Taehyun panik. Jantungnya berdetak kencang. "A-aku... aku mau pulang. Tolong... lepasin..."
Beomgyu cuma ketawa kecil, tangan besarnya masih nahan bahu Taehyun ke tembok. Jarak mereka deket banget. Bau alkohol campur feromon alpha yang pekat bikin Taehyun pusing.
"Mau pulang?" Beomgyu condong lebih dekat, hidungnya nyium leher Taehyun pelan. "Nah... tapi badanmu bilang beda. Kamu basah, tau?"
Taehyun menggeleng cepat. "Bukan... aku takut... tolong..."
"Takut?" .Beomgyu mendengus. Tangannya turun, meremas pinggang Taehyun "Bagus. Aku lagi sange. Dan kamu di sini, sepi, malam-malam, baunya menggoda. Kamu pikir aku bakal lepasin?"
Taehyun mencoba dorong dada Beomgyu, tapi gak ada gunanya. Alpha itu lebih kuat, lebih besar. Beomgyu pegang kedua pergelangan tangan Taehyun, angkat ke atas kepala, nahan di tembok.
"Diam. Lihat aku."
Taehyun terpaksa menatap. Mata Beomgyu merah gelap, pupil melebar. Feromon alpha keluar lebih kencang, menekan, memaksa.
"Nama kamu siapa?" tanya Beomgyu, suaranya rendah.
"T-Taehyun..."
"Taehyun..." Beomgyu ulangi pelan, seperti menikmati. "Cantik. Aku Beomgyu. Choi Beomgyu. Dan malam ini... kamu milikku."
Taehyun menggeleng lagi. "Jangan... aku belum siap... aku-"
Beomgyu langsung cium. Kasar. Lidahnya masuk tanpa izin, nyicip, nyedot. Taehyun terkejut, tubuhnya menegang, tapi Beomgyu gak berhenti. Satu tangan masih nahan pergelangan tangan Taehyun, tangan satunya turun, meremas pantatnya kuat-kuat.
"Mmnh-!" Taehyun mencoba tarik muka, tapi Beomgyu ikut, cium lebih dalam.
Saat Beomgyu lepas, air liur masih nyambung tipis di antara bibir mereka. Taehyun napasnya pendek-pendek, wajahnya merah.
"Lihat," Beomgyu bisik di telinga, "badanmu udah mulai nurutin. Feromonmu keluar. Basah."
"Bukan... itu karena takut..."
"Bohong." Beomgyu kecup leher Taehyun, gigit pelan. "Aku suka yang takut. Lebih enak digigit."
Taehyun merinding. Beomgyu terus cium dan jilat sepanjang leher, turun ke tulang selangka, sambil tangan satunya masuk ke dalam baju Taehyun, meraba dada, puting.
"Ah-! Jangan..."
"Ssst. Diam. Atau aku bikin lebih kenceng."
Beomgyu tarik baju Taehyun ke atas, paksa lepas. Udara malam dingin menyentuh kulit, tapi feromon alpha yang panas lebih terasa. Beomgyu menatap dada Taehyun, lalu menjilat satu puting, mengisap.
Taehyun menggigit bibir, menahan suara. Kakinya lemas. Beomgyu sadar, langsung selipkan lutut di antara paha Taehyun, tekan ke atas, menggosok.
"Udah basah banget," gumam Beomgyu, suaranya puas. "Omega kecil... lagi kosong ya? Mau diisi?"
Taehyun menggeleng lemah. "Jangan di sini... orang bisa lewat..."
"Bagus. Malam sepi. Cuma kita." Beomgyu buka kancing celana sendiri, turunkan. Kontolnya sudah keras, tebal, berurat. Dia pegang tangan Taehyun, paksa pegang.
"Pegang. Rasain."
Taehyun gemetar. "Besar..."
"Iya. Nanti masuk ke kamu." Beomgyu kecup bibir Taehyun lagi, lebih pelan tapi tetap dalam. "Kamu bisa terima. Aku bakal bikin kamu nangis sambil minta lagi."
Dia buka celana Taehyun, tarik turun sampai paha. Jari Beomgyu langsung masuk, dua jari sekaligus, tanpa basah tambahan. Taehyun menjerit pelan, tubuhnya menegang.
"Sakit-!"
"Biasa. Longgarin dulu." Beomgyu gerakin jarinya, cari titik. Saat menyentuh, Taehyun langsung terlonjak, suara keluar tanpa kontrol.
"Ah-! Di situ... jangan..."
"Di situ?" Beomgyu senyum miring. "Oke."
Dia tekan lebih dalam, gosok berulang. Taehyun mulai basah banget, suara basah terdengar jelas di malam sepi. Beomgyu tambah jari ketiga, meregangkan.
"Bagus. Aku masuk sekarang."
Beomgyu angkat satu kaki Taehyun, posisikan. Kepala kontolnya menekan lubang yang sudah basah. Taehyun panik lagi.
"Pelan... pelan dong..."
"Aku gak pernah pelan."
Beomgyu dorong masuk. Sekali. Dalam. Taehyun menjerit, air mata keluar. Beomgyu mengerang puas, merasakan panas dan sempitnya.
"Fuuuck... sempit banget. Omega baru ya? Enak."
Dia mulai gerak. Awalnya pendek, lalu lebih dalam, lebih kencang. Suara kulit bertemu kulit, desahan Taehyun, erangan Beomgyu memenuhi gang sepi.
"Ah... ah... pelan... sakit..."
"Tahan. Nanti enak." Beomgyu cium air mata di pipi Taehyun. "Kamu cantik pas nangis."
Dia ganti sudut, hantam titik yang sama berulang. Taehyun mulai goyang, kaki yang diangkat gemetar. Suara "ah" berubah jadi desahan lebih panjang.
"Beomgyu... jangan... terlalu dalam..."
"Panggil aku alpha."
"A-alpha..."
"Lebih kenceng."
"Alpha-! Ah!"
Beomgyu senyum, puas. Dia nahan pinggang Taehyun, genjot lebih liar. Feromon keluar kencang, menekan Taehyun sampai hampir pingsan.
"Mau aku keluar di dalam?" tanya Beomgyu, napasnya kasar.
Taehyun menggeleng lemah. "Jangan... nanti hamil..."
"Bagus." Beomgyu cium bibirnya kasar. "Aku suka ninggalin jejak."
Beomgyu semakin cepat, dalam, tanpa ampun. Taehyun memeluk lehernya erat, kaki yang diangkat hampir kejang. Saat Beomgyu dorong terakhir, dalam banget, dia keluar. Panas, banyak, memenuhi.
Taehyun mengerang panjang, tubuhnya kejang, juga keluar, basah di antara mereka.
Beomgyu diam sebentar, masih di dalam, napasnya berat. Lalu dia cabut pelan. Cairannya langsung keluar, mengalir di paha Taehyun.
Dia tarik celana Taehyun naik seadanya, lalu celananya sendiri. Kecup kening Taehyun sekali.
"Enak. Terima kasih."
. "Kamu... tinggalkan...?"
Beomgyu sudah jalan beberapa langkah, lalu menoleh. Senyumnya ringan, seperti biasa.
"Iya. Aku selalu ninggalin. Tapi..." dia mendekat lagi sebentar, bisik di telinga, "kalau kamu masih basah besok malam... cari aku. Aku masih mau main."
Lalu dia pergi, langkahnya goyah sedikit karena mabuk, tapi tetap tenang. Meninggalkan Taehyun sendirian di gang sepi, dengan bau feromon, cairan yang masih keluar, dan tubuh yang masih gemetar.
Taehyun pelan-pelan duduk di tanah, menutup muka. Jantungnya masih kencang. Dan meski takut... bau Beomgyu masih nempel di kulitnya.
