1

147 22 22
                                        

Sebuah mobil mewah masuk ke halaman rumah sederhana di sebuah desa. Pemandangan di pagi hari yang membuat para tetangga melongo untuk mencari tahu suapa pemilik mobil tersebut. Termasuk tetangganya, New yang baru saja melemparkan sapu lidi kepada anaknya yang bahkan belum selesai makan.

"Sini kamu sini!" Panggil New pada Nanon yang meringis kesakitan mengelus lengan dan pantatnya yang menjadi korban kebringasan ibunya.

"Sshhhh apa lagi Ma?" Keluhnya takut-takut. Pasalnya tangan ibunya masih memegang sapu lidi.

"Tuh liat si Puimek. Buseeetttt datang dari luar negri jadi Babysitter malah bisa bawa mobil mewah. Tamat SMA doang. Gak kayak kamu yang habisin duit buat kuliah S1. Malah pengangguran sampai sekarang. Ikh!"

"A- a- awww sakiittt Ma!!!" Pekik Nanon yang pentilnya dicubit New sekuat tenaga.

"Hiks ngeselin!" Isak New yang langsung masuk ke rumah dengan hentakkan kaki.

"Ahhhsss sakit." Nanon mengelus dadanya.

Puimek yang memperhatikan Nanon yang tampak menyedihkan dengan kaos singlet putih dan boxer garis-garis hanya tersenyum. Membuat Nanon menyapanya.

Maklum mantan.

Dulu Nanon adalah Cassanova di sekolah bahkan sampai kuliah. Kehidupan Nanon dipenuhi tawa para gadis-gadis pecinta wajah tampan nan imut seperti Nanon. Belum lagi Nanon aktif bermain futsal dan musik. Semua gadis menyukainya. Tak ada hari tanpa coklat yang Nanon bawa ke rumah.

Berganti-ganti pacar. Berkali-kali mematahkan hati. Nanon kira hidupnya akan sangat beruntung. Katanya wajah itu adalah aset. Tapi sepertinya dia malah dikutuk.

Setelah selesai S1, dia diterima bekerja disebuah perusahaan. Langsung menempati posisi manajer hanya dengan bermidalkan wajah tampannya itu. Tapi apa? Karena wajah tampannya itu, istri pemilik perusahaan tergila-gila padanya dan hampir menelanjanginya. Tapi suaminya keburu datang dan yah dia DIPECAT.

Nanon kembali mendapat pekerjaan. Tapi dia kembali dipecat karena dianggap tidak kompeten saat belerja. Gara-gara dia terlalu ramah pada para wanita yang menjadi tidak fokus bekerja akibat kehadirannya.

Iti dengki itu nyata kawan-kawan. Dan Nanon adalah korban dari iri dan dengki.

Sekarang, diusia 27 tahun, pengangguran, ahhh apalagi yang bisa dibanggakan. Wajah tampan saja tidak cukup untuk membuatnya bisa makan. Masalahnya dia malu jika harus bekerja diluar perusahaan. Dia ingin kerja yang bonafit. Hmmm.

Dasar Nanon.

"Ma... udahan marahnya. Ini aku bnatu cuci piring ya." Bujuknya pada New yang masih menangis menatap bingkai foto suaminya.

"Tayyyyy kenapa Nanon yang kita bangga banggakan jadi begini? Sekolah tinggi-tinggi malah cuma dirumah. Nyuci piring huhuuuu..."

"Sama aja kayak Mama heheee."

New langsung memberi tatapan tajam. "Liat tuh Puimek. Tamat SMA doang. Bisa bawa mobil mewah."

"Dih lagian Mama jahat banget bandingin Nanon sama orang lain terus. Emang Mama percaya gitu dia cuma jadi Babysitter gitu?"

"Dia itu jadi babysitter dirumah orang kaya. Makanya kamu tuh jangan gengsi kalau kerja. Pengennya di perusahaan. Buktinya apa? Udah berapa tahun kamu nganggur? Ujung-ujungnya dipecat mulu. Apes banget ya Tuhan hiks..."

Nanon manyun. "Ya elah. Terus Mama maunya Nanon gimana? Nanon juga udah usaha kok Ma. Mama kan tau."

"Ya cari kerja yang lain! Jangan gengsi yang digedein. Muka kamu udah gak ganteng lagi. Gak usah gengsi gengsi kerja ditempat yang gajinya kecil. Yang penting kerja berpenghasilan."

BabySitter ( OhmNanon )Histórias para pegar e não largar. Descubra agora