MENCINTAI DIAM-DIAM
Hai, namaku Alya.
Aku adalah seorang gadis yang mungkin terlihat biasa saja bagi kebanyakan orang. Aku bukan seseorang yang terkenal, bukan juga gadis yang memiliki banyak teman. Aku lebih sering menghabiskan waktuku dengan diam dan melakukan hal-hal yang kusukai tanpa terlalu banyak bicara.
Kalau ada yang bertanya seperti apa diriku, mungkin aku akan menjawab bahwa aku adalah gadis yang sederhana, pemalu, dan sedikit culun.
Aku memakai kacamata sejak beberapa tahun terakhir. Rambutku biasanya hanya kuikat sederhana, dan aku tidak terlalu pandai memilih pakaian. Bagiku, selama pakaian itu nyaman dan masih layak dipakai, aku tidak pernah terlalu memikirkannya.
Aku juga bukan berasal dari keluarga kaya.
Ayahku bekerja keras setiap hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sedangkan ibuku lebih banyak mengurus rumah dan membantu sebisanya. Kami tidak memiliki rumah besar atau kendaraan mahal seperti yang sering kulihat di televisi.
Rumah kami sederhana.
Tidak terlalu besar, tetapi selalu terasa hangat.
Aku tahu keadaan keluargaku.
Karena itu, sejak kecil aku belajar untuk tidak banyak meminta.
Ketika teman-temanku meminta sesuatu kepada orang tua mereka dan langsung mendapatkannya, aku hanya bisa tersenyum dan berkata kepada diriku sendiri bahwa aku tidak membutuhkannya.
Bukan berarti aku tidak pernah menginginkan sesuatu.
Tentu saja aku pernah.
Aku juga pernah ingin memiliki tas bagus, sepatu baru, atau barang-barang yang dimiliki teman-temanku.
Tapi setiap kali keinginan itu muncul, aku selalu teringat pada keadaan keluargaku.
Akhirnya aku memilih untuk diam.
Aku tidak ingin membuat kedua orang tuaku merasa bersalah hanya karena mereka tidak bisa memberikan apa yang kuinginkan.
Bagiku, melihat mereka pulang ke rumah dengan selamat saja sudah cukup.
Aku sangat menyayangi keluargaku.
Mungkin karena itulah aku selalu berusaha mendapatkan nilai yang baik di sekolah.
Aku ingin suatu hari nanti bisa membuat mereka tersenyum bangga.
Aku ingin membalas semua usaha yang sudah mereka lakukan untukku.
Aku tahu hidup tidak akan selalu mudah.
Tapi aku percaya selama aku mau berusaha, pasti ada jalan.
Sampai suatu hari, sesuatu yang tidak pernah kubayangkan terjadi.
Aku mendapatkan beasiswa.
Awalnya aku bahkan tidak percaya ketika melihat namaku tercantum sebagai salah satu penerima beasiswa di sebuah sekolah elit.
Sekolah itu adalah salah satu sekolah terbaik di kota kami.
Gedungnya besar dan megah.
Fasilitasnya lengkap.
Dan sebagian besar murid yang bersekolah di sana berasal dari keluarga berada.
Ketika pertama kali memberitahu orang tuaku, aku masih ingat wajah bahagia mereka.
Ayah tersenyum sambil menepuk pundakku.
Ibu bahkan memelukku begitu erat.
"Kamu hebat, Nak."
ESTÁS LEYENDO
MENCINTAI DIAM-DIAM
RomanceMENCINTAI DIAM-DIAM Alya hanyalah seorang gadis sederhana dari keluarga yang tidak berada. Berkat sebuah beasiswa, ia mendapat kesempatan untuk bersekolah di salah satu sekolah elit yang dipenuhi anak-anak dari keluarga kaya. Namun, menjadi berbeda...
