Suvarnabhumi Internasional Airport. Di sinilah Lisa berada sekarang. Ia baru saja turun dari pesawat yang membawanya kembali ke negara yang paling ingin ia hindari.
Thailand.
Negara yang selalu berusaha ia jauhi, justru menjadi awal dari kisah yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Lalisa Edler Manoban, seorang dokter muda bergelar magister dari fakultas kedokteran terbaik, dengan IPK sempurna dan reputasi yang nyaris tanpa cela. Ia dikenal tenang, tegas, dan selalu mengutamakan keselamatan pasien di atas segalanya. Kedua tangannya telah menyelamatkan banyak nyawa, dan satu hal yang selalu ia tanamkan pada dirinya sendiri adalah: ia tidak boleh gagal.
Bagi orang lain, kegagalan mungkin bagian dari proses belajar. Namun bagi Lisa, nyawa seseorang bukanlah tempat untuk uji coba.
"Adek! Welcome home, Lalili kesayangan Hyung!"
Suara menggelegar itu langsung membuat beberapa orang menoleh. Seorang pria tinggi dengan lengan bertato melambaikan tangan tanpa rasa malu sedikit pun di tengah keramaian bandara.
Taehyung Edler Manoban, kakak kandung Lisa. Penampilannya jauh dari kesan rapi seorang pebisnis. Kaos hitam, celana jeans, sneakers, dan rambut yang sedikit berantakan membuatnya lebih cocok terlihat seperti anak motor daripada pewaris perusahaan keluarga. Tapi di balik semua itu, Taehyung adalah kakak yang sangat menyayangi adiknya.
"Alay banget, Hyung," cibir Lisa saat Taehyung langsung merangkul pundaknya dengan semangat.
"Bodo amat. Yang penting Hyung bisa ketemu adek kesayangan lagi setelah sekian lama."
"Hm." Lisa hanya bergumam pelan, membiarkan sang Hyung melakukan apapun padanya.
Mereka berjalan berdampingan menuju sebuah Mercedes-Benz hitam yang sudah menunggu di area penjemputan.
Sebenarnya, Lisa sama sekali tidak ingin kembali ke rumah mewah bergaya Eropa peninggalan mendiang kakeknya. Rumah itu kini ditempati oleh ayahnya, Rasyad Edler Manoban, pria yang hubungan dengannya tidak pernah benar-benar membaik.
Terakhir kali mereka bertemu adalah saat Tuan Marco Narawit Manoban mengembuskan napas terakhirnya di salah satu rumah sakit terbaik di Thailand.
Jika bukan karena pernikahan Taehyung yang tinggal menghitung hari, Lisa tidak akan pernah menginjakkan kaki di Thailand lagi.
"Hyung, calon istri lo jadi yang mana?"
Taehyung langsung menoyor pelan kepala Lisa. "Buset, mulut lo. 'Yang mana' apaan? Emang gue punya banyak calon istri?"
"Lah, bukannya emang dulu tiap bulan ganti pacar?"
"Itu dulu!"
Lisa hanya tersenyum tipis, menggeleng melihat tingkah sang kakak yang tidak pernah berubah.
"Jadi sama yang dijodohin Pho setahun lalu. Sebulan yang lalu kita udah tunangan."
Lisa mengangguk pelan. Ia memang tahu soal perjodohan itu, tetapi tidak pernah ikut campur. Bagi Lisa, hidup Taehyung adalah pilihan Taehyung sendiri selagi kakaknya bahagia dia tidak akan ikut campur, apalagi jika tidak diminta.
Beberapa detik keluar mobil, keduanya dipenuhi keheningan. Apalagi karena Lisa yang terdiam menatapi bangunan megah milik mendiang sang kakek yang sudah lama tidak dia kunjungi lagi setelah sekian lama.
"Pho... sehat, Hyung?"
Pertanyaan itu akhirnya keluar juga setelah sekian lama hanya ia simpan sendiri.
Taehyung mendengus. "Sehat banget. Saking sehatnya masih sempet bikin hidup gue ribet tiap hari."
"Ekhem."
YOU ARE READING
Pasangan Pengganti
General Fiction"Menikahlah dengan saya..." Plak! "Jaga bicaramu." Air mata terus mengalir di pipinya. "Aku adalah calon kakak iparmu." • • • Penasaran? Coba baca dulu bab 1 siapa tau ketagihan pengen lanjut kan :) Eh btw ini fiksi yaa jangan terlalu dianggap seriu...
