Beberapa Tahun yang Lalu
Namaku Zee.
Kalau kalian mengenalku sekarang, mungkin kalian bakal mengira hidupku biasa-biasa saja.
Aku cuma seorang cewek yang terlalu sering main game, suka keluyuran naik motor, kadang sok jagoan, dan punya kebiasaan menganggap dirinya jauh lebih keren daripada kenyataannya.
Tapi dulu, hidupku nggak seramai sekarang.
Aku adalah anak tunggal.
Rumahku besar. Orang tuaku berkecukupan. Apa pun yang kuinginkan hampir selalu bisa kudapatkan.
Tapi ada satu hal yang nggak pernah bisa kubeli.
Teman untuk berbagi.
Rumah sebesar apa pun tetap terasa sepi kalau cuma ditempati sendirian.
Orang tuaku terlalu sering pergi karena pekerjaan. Tante Shani memang selalu ada untukku, begitu juga Ci Gracia yang sesekali datang berkunjung. Tapi tetap saja, ada malam-malam ketika aku cuma ditemani suara game dari ponsel dan dengungan AC di kamar.
Sampai suatu malam...
Keluargaku memberitahuku bahwa aku akan punya seorang adik.
Namanya Christy.
Waktu itu aku cuma berpikir, akhirnya aku punya seseorang yang bisa kupanggil adik.
Aku nggak tahu kalau kehadiran seorang gadis bernama Christy akan mengubah hidupku sejauh itu.
Aku nggak tahu kalau setelah dia datang, rumah yang selama ini terasa terlalu besar akan mulai terasa lebih hangat.
Aku nggak tahu kalau aku akan belajar banyak hal tentang menjadi seorang kakak.
Tentang melindungi.
Tentang mempercayai.
Tentang kehilangan.
Dan tentang bagaimana seseorang yang awalnya hanya dianggap sebagai orang asing bisa perlahan-lahan menjadi bagian paling penting dalam hidupmu.
Selain Christy, ada banyak orang lain yang ikut masuk ke dalam cerita kami.
Ada Tante Shani, sosok yang selalu berusaha menjaga kami seperti anaknya sendiri.
Ada Ci Gracia, yang sering menjadi saksi tingkah konyolku dan orang yang paling senang menertawakanku.
Ada teman-teman yang datang dan pergi.
Lalu ada Oline.
Oline Manuel Chay.
Sejujurnya... aku bahkan tidak tahu harus mulai menjelaskannya dari mana.
Dia teman kami.
Itu saja yang paling aman.
Kalau aku bilang dia santai, kadang dia bisa lebih panik daripada kami.
Kalau aku bilang dia tenang, dia pernah menghadapi masalah besar sambil tetap sibuk memikirkan makanannya.
Kalau aku bilang dia pintar...
Sebenarnya memang pintar.
Tapi kalau ditanya bagaimana caranya dia bisa melakukan hal-hal yang dia lakukan...
Aku juga tidak tahu.
Oline itu seperti...
...
Sudahlah.
Aku menyerah.
Bahkan mendeskripsikannya saja rasanya tidak sanggup.
Yang jelas, kalau suatu hari kalian bertemu dengannya, jangan kaget kalau kalian merasa sudah mengenalnya...
YOU ARE READING
Adik adopsiku Christy
FanfictionSejak Christy datang ke dalam hidup Zee, semuanya terasa berubah. Gadis berkacamata bulat itu terlihat polos, pendiam, dan sedikit aneh. Ia selalu tersenyum, selalu bersikap manis, dan seolah tidak pernah punya masalah. Tapi Zee mulai menyadari sesu...
