chapter 1

16 1 0
                                        

Seorang gadis kecil yang cantik menangis karena ayahnya tewas diamuk massa karena dituduh maling ayam. Hingga viral hingga berbagai artis, selebgram bahkan pejabat turut prihatin. Beberapa dari mereka mengunjungi kediaman gadis kecil ini.

Berbagai bantuan datang kepada si gadis kecil hingga Ibunya dan kakak perempuannya ikut terbantu.

Sedangkan ....

"Dasaar! Anak pembunuh!"

Ada seorang gadis muda dan gadis kecil lain yang terhina. Ayah mereka salah satu pelaku pengeroyokan yang menewaskan sang maling yang dianggap tertuduh. Ayah mereka dianggap pembunuh sedangkan tertuduh maling meninggal dalam nama baik.

"Pantas dikasih kekurangan kalau dia sempurna akan sejahat apa dia kayak bapaknya?!"

Kata-kata kejam lainnya terus keluar dari mulut beberapa warga desa yang berada di pihak korban meninggal tertuduh maling, itu belum termasuk netizen dunia maya.

Namun mereka berdua hanya bisa diam. Si gadis remaja dan gadis lebih kecil saling menguatkan. "Kak, kenapa Tuhan ga adil?" tanya gadis kecil berambut pendek. Penampilannya agak tomboy. Biasanya dia tak pernah menangis tapi sekarang pertahanannya runtuh juga.

"Nirma, gak boleh marah sama Tuhan. Nanti Tuhan sedih."

"Tapi, kak Sally. Tuhan buat kita sedih. Bapak bukan orang jahat, bapak kerja jaga ayam pak lio. Hiksss... "

Gadis remaja bernama Sally itu hanya bisa memeluk adiknya dengan tatapan kosong dan air mata meluncur dari mata bulat indah.

Beberapa hari kemudian....

Sekelompok mahasiswa KKN datang ke Kabupaten mereka tinggal. Tentu saja berita viral itu memang masih hangat sampai sekarang. Sampai ada seorang mahasiswa KKN tampan yang menjadi idola di sana dekat dengan putri pertama dari si tertuduh maling yang meninggal.

"Kemarin dia menendang kaki aku, kak Galen " ucap gadis itu dengan nada sedih .

Di sebuah acara makan bersama para warga Kabupaten pemuda yang merupakan salah satu kelompok KKN itu terus memperhatikan Sally. Yang Galen tahu dari warga di sini, Sally anak salah satu pengeroyokan yang menewaskan tertuduh maling ayam. Galen ingin sesekali mengerjai Sally namun dia justru mengurungkan niatnya, ingin bersikap cuek.

Ternyata Galen tak bisa cuek karena dia kesal dengan Sally yang terus menatapnya tajam sambil mengunyah makanannya. Baru kali ini ada gadis yang menatapnya dengan sadis.

Siall. Teriak Galen dalam hati. Galen pun akhirnya mengerjai Sally dengan cara halus yaitu saat jalan Galen pura-pura menyenggol meja makan Sally yang sedang minum hingga tersedak dan batuk. Tapi ternyata Galen merasa janggal dengan sikap Sally dan tatapannya yang.....

"Sallyyyy, sall, ya Allah tongkatmu ketinggalan." seorang gadis yang memakai kursi roda menghampirinya dengan rasa khawatir.

"Sally kamu kenapa? Aduh... "

Sally masih batuk. Sedangkan Galen tercengang dan kaget. Dadanya terasa sakit terlebih saat perkiraan sekilas benar kalau Sally tidak bisa melihat.

Sally berdiri sambil meraba jalan dengan tongkat. "Maaf ya, Ris, aku sombong karena merasa sudah hapal sama jalan dalam aula Kabupaten yang baru. "

Hingga dari kejadian itu si pemuda yang pinter berbakat tapi ternyata bisa dibodohin jadi terhenyak. Lalu Galen malah mulai mengusik Sally.

Chapter 1 end

.........






You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 08 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Untaian KasihStories to obsess over. Discover now