KATA PENGANTAR
Setiap perjalanan memiliki awal, dan setiap awal selalu membawa kita menuju sesuatu yang belum kita ketahui.
AKSARA 3: Cahaya yang Diteruskan adalah kelanjutan dari perjalanan yang dimulai dari sebuah desa bernama Arunika. Jika pada kisah sebelumnya kita belajar tentang menemukan diri dan meninggalkan jejak kebaikan, kali ini kita akan melihat bagaimana sebuah cahaya dapat diteruskan dari satu hati kepada hati yang lain.
Waktu telah berlalu.
Aksara telah meninggalkan banyak hal di Arunika. Namun, yang paling berharga bukanlah buku yang ia tulis, bukan pula namanya yang dikenal oleh banyak orang.
Yang ia tinggalkan adalah keberanian.
Keberanian untuk bermimpi.
Keberanian untuk menulis.
Dan keberanian untuk percaya bahwa satu kebaikan kecil dapat tumbuh menjadi sesuatu yang jauh lebih besar.
Lila adalah salah satu dari mereka yang menerima cahaya itu.
Kini ia telah dewasa. Ia memiliki perjalanan, pilihan, luka, dan impiannya sendiri. Ia tidak lagi hanya menjadi anak kecil yang duduk mendengarkan Aksara bercerita.
Ia harus menemukan jalannya sendiri.
Karena pada akhirnya, setiap orang harus menulis aksaranya masing-masing.
Semoga kisah ini menjadi pengingat bahwa tidak semua warisan berbentuk benda.
Ada warisan berupa nilai.
Ada warisan berupa keberanian.
Dan ada cahaya yang terus hidup karena seseorang memilih untuk meneruskannya.
Selamat membaca.
Semoga setiap halaman menemukan tempatnya di hati pembaca.
- Ovadasmile88
YOU ARE READING
AKSARA 3: Cahaya yang Diteruskan
RomanceSepuluh tahun telah berlalu. Desa Arunika berkembang menjadi desa literasi yang dikenal banyak orang. Pohon-pohon yang dahulu ditanam telah tumbuh rindang, dan Rumah Cerita dipenuhi ribuan buku. Lila, gadis kecil yang dulu belajar menulis dari Aksar...
