Di langit, setiap keputusan hanya memiliki dua kemungkinan: pulang ... atau tidak pernah kembali.
Commander Uchiha Sasuke telah menghabiskan hidupnya dengan mematuhi setiap perintah, setiap prosedur, dan setiap misi tanpa pernah mempertanyakan pilih...
"There are men who command with words. And there are men whose silence is enough."
Bagi sebagian orang, Uchiha Sasuke adalah pilot tempur terbaik yang pernah dimiliki skuadronnya. Bagi bawahannya, ia adalah pemimpin yang tegas dan hampir tidak pernah melakukan kesalahan. Sementara bagi atasannya, ia merupakan sosok yang dapat diandalkan untuk menjalankan misi-misi yang bahkan tidak semua orang sanggup menerimanya.
Hidupnya dibangun oleh disiplin.
Bangun sebelum matahari terbit. Berlatih tanpa kompromi. Mengutamakan tugas di atas segalanya.
Di mata awam, ia bukan laki-laki yang banyak bicara. Tidak pandai merangkai kata-kata manis, tidak gemar menjadi pusat perhatian, dan lebih memilih membuktikan segalanya lewat tindakan daripada janji.
Di balik sorot matanya yang tajam, Sasuke menyimpan kedewasaan yang lahir dari pengalaman, tanggung jawab, dan dunia yang menuntutnya untuk selalu siap menghadapi kemungkinan terburuk.
Maskulin, tenang, dan berwibawa.
Ia bukan tipe pria yang mengejar perhatian perempuan.
Justru perempuanlah yang sering kali tanpa sadar berhenti sejenak ketika melihatnya berjalan melewati hanggar dengan flight suit hijau zaitun dan helm di tangan.
Namun hanya sedikit orang yang tahu...
Di balik pangkat, seragam, dan reputasinya sebagai seorang penerbang pesawat tempur, Sasuke hanyalah seorang laki-laki yang diam-diam masih mencari alasan untuk benar-benar ingin pulang.
.
.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
(Hyuga Hinata, 22 tahun) -- 5th-semester student University of San Diego
"Some people bloom quietly. Until one day, the whole room realizes they've been looking at the brightest flower all along."
Semester lima. Mahasiswi Fakultas Hukum di University of San Diego yang sedang menjalani program magang di lingkungan Angkatan Laut Amerika Serikat.
Di balik wajahnya yang manis dan senyumnya yang selalu berhasil menenangkan suasana, Hinata adalah perempuan yang jauh lebih berani daripada kesan pertama yang ia berikan. Ia cerdas, penuh rasa ingin tahu, dan tidak pernah takut mempertanyakan sesuatu yang menurutnya tidak benar—bahkan ketika orang yang berdiri di hadapannya mengenakan seragam militer dengan pangkat tinggi.
Di luar kesibukannya sebagai mahasiswi, Hinata menyukai hal-hal sederhana. Memasak menjadi caranya menghilangkan penat setelah seharian bergelut dengan buku hukum. Secangkir kopi hangat selalu menemani malam-malam panjangnya, sementara alunan musik menjadi teman setia di setiap perjalanan pulang.
Ia percaya bahwa rumah bukan sekadar tempat tinggal, melainkan seseorang yang membuatmu merasa tenang.
Meski sering terlihat lembut, jangan salah. Mulutnya terkadang jauh lebih berani daripada yang orang bayangkan. Ia bukan tipe perempuan yang mudah terintimidasi, apalagi hanya karena seseorang memiliki jabatan, nama besar, atau seragam.
Dan entah mengapa...
Sejak dulu, Hinata selalu menyukai laki-laki yang lebih dewasa darinya.
Bukan karena usia.
Melainkan karena cara mereka memandang dunia.
.
.
TBC
Total Words: 546 kata.
Siapa disini yang nonton Top Gun? Huuhh.. cerita ini sedikit terinspirasi dari film legendaris Top Gun, entah kenapa aku suka banget vibes pilot pesawat tempur tuh. Tapi tenang aja, ga terlalu melenceng dari cerita Wonderwall, disini aku tetap kasih nuansa anak hukum nya. Karena biar ga capek nge-riset yang lain, dan aku senang bisa sharing pelajaran yang aku dapat di kampus lewat cerita begini hehehe..
Btw, terimakasih buat kalian semua yang selalu support penulis perintis seperti diriku ya hehe, love u all <3
Semoga suka dan sempatkan untuk vote&comment cerita ku ya! Danke ( • ᴗ - ) ✧