3 IBLIS BINTARA
Sebelum Hati Menyadarinya
by Winashaa
__________________
"Setiap meja menyimpan kesederhanan dengan caranya sendiri"
__________________
Bel pulang berbunyi nyaring, disusul riuh suara kursi yang bergeser dan obrolan siswa yang kembali memenuhi koridor SMA BINTARA.
"Besok jangan lupa tugas Bahasa Indonesia!"
"Eh, tungguin!"
"Hari Jumat jadi futsal, kan?"
Suasana yang sejak pagi dipenuhi kegiatan belajar perlahan berubah menjadi hiruk-pikuk khas jam pulang sekolah.
Abyan memasukkan buku terakhir ke dalam tasnya.
"Yan."
Revan menghampiri sambil mengalungkan tas ke bahunya.
"Lo langsung pulang?"
"Iya."
"Katanya Bunda nyuruh cepet, soalnya Ayah mau jemput."
Revan mengangguk paham.
"Oke. Gue masih mau ke perpus bentar."
"Oke. Sampai ketemu besok, ya."
Abyan mengangkat tangan membentuk tanda "oke" sambil tersenyum kecil.
Mereka pun berpisah di depan kelas.
Abyan berjalan menyusuri koridor menuju gerbang sekolah bersama arus siswa lainnya.
Angin siang bertiup pelan, menggerakkan dedaunan di sepanjang halaman sekolah.
Begitu melewati gerbang...
Sebuah mobil berwarna abu-abu sudah berhenti tak jauh dari pos satpam.
Seorang pria paruh baya turun sambil melambaikan tangan.
"Byan."
Wajah Abyan langsung berubah cerah.
"Ayah."
Ia mempercepat langkah.
"Maaf nunggu lama ya, Yah?"
Ayahnya tersenyum kecil.
"Enggak kok. Ayah juga baru sampai. Oh iya, gimana sekolah hari ini?"
"Baik."
Abyan membantu membawakan tas kerja ayahnya yang diletakkan di jok depan.
"Banyak tugas nggak?"
"Mulai ada, tapi masih aman kok."
Ayahnya terkekeh pelan.
"Bagus. Hebat, anak Ayah. Tapi dikit-dikit juga jangan ditunda."
"Iya, Yah~."
Percakapan mereka terdengar ringan.
Tidak ada hal penting.
Namun cukup membuat perjalanan menuju mobil terasa hangat.
Di sisi lain halaman sekolah...
Arga baru keluar dari gedung utama bersama Zian dan Arya.
"Ga."
"Gue sama Arya duluan, ya."
YOU ARE READING
3 IBLIS BINTARA
Non-FictionLegenda dari sebuah kehidupan yang lahir dari sebuah rumor. _Arga x Abyan_ BL ringan. Slowburn type. Nikmati ceritamu dan kisah di baliknya.
