We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Bab 01 - Pria Yang Penuh Penyesalan (01)

7 2 3
                                        

-
-
-

Malam bulan purnama. Dengan kabut yang muncul tiba-tiba di suatu jalan. Menenggelamkan seorang pejalan kaki yang tak tahu apa-apa.

Pria di dalam kabut melirik sekitar. Dia terus berjalan tak tentu arah. Mencoba menemukan jalan keluar tapi sayang dia malah mendapati dirinya secara misterius berada di sebuah hutan dan setelah melangkah beberapa menit. Sebuah rumah, dengan tanda besar bertuliskan sesuatu.

Memutuskan melihat lebih dekat. tulisan "Magic Shop" yang tidak terlalu jelas mulai menunjukkan cahaya, seperti lampu jalan.

Toko di hutan, ditambah situasi aneh yang dialaminya membuat pria itu merasakan hawa dingin di bulu kuduknya.

Dia ingin pergi dari sini. Namun itu akan menjadi langkah bodoh kan jika dia berkeliaran sembarangan tanpa tujuan?

Jika dia harus memilih, lebih baik masuk ke toko ini saja.

Setidaknya di sana terlihat lebih enak dipandang dibanding hutan gelap yang tidak diketahui apa bahayanya.

Meskipun sejujurnya mereka sama-sama kejutan yang tidak diketahui.

Tapi apa salahnya memilih sesuatu yang setidaknya lebih baik secara visual?

Setelah meyakinkan dirinya dia membuka pintu masuk.

Suara lonceng kecil bergema.

Tidak seperti tampilan luar yang kuno. Isinya bisa dikatakan cukup bagus. Seperti minimarket di mana rak berjejer dan dekat pintu ada meja kasir.

Oh, jangan lupakan seseorang yang berjaga di sana.

Hanya saja dia tidak terlihat seperti kasir biasa.

Jubah biru panjang yang memiliki tudung menutupi kepalanya, menyisakan area wajah yang bertopeng.

Begitu melihatnya masuk, orang itu berdiri menghampiri.

Melirik ke atas dan kebawah lalu berkata. "Baru pertama kali ke sini?"

Suaranya seperti pria. Namun itu terdengar agak kacau. Seperti sengaja dibuat untuk menutupi suara aslinya.

Dan ternyata toko aneh ini memiliki pelanggan. Tidak mengherankan. jika ternyata cara dia datang ke sini adalah metode toko menemukan pelanggan.

Diamnya si calon klien, pria bertopeng itu berkata. "Mari perkenalkan diri, saya pemilik toko ini. Ada yang bisa saya bantu?"

"Bisakah aku kembali?"

"Oh, kau bisa. Tapi setelah membeli sesuatu di sini."

"Eh? Kenapa?"

"Hm, karena kabut hanya menarik seseorang yang membutuhkan apa yang bisa kami sediakan."

"Oh, produk seperti apa?" Rasa penasarannya tergelitik.

"Contohnya Obat cinta. Membuat siapa pun jatuh hati padamu."

"..." karena itulah namanya magic shop. Orang ini menjual produk penyihir?

Seolah mengetahui apa yang dia pikirkan, topeng yang menutupi setengah wajah itu menampilkan area mulut yang tersenyum. "bisa dikatakan begitu."

"!!!"

"Mencium aroma anda, anda pasti telah melakukan hal buruk."

"!!?"

"Ini keahlian yang harus dimiliki untuk mendeteksi pelanggan. Jadi tidak perlu khawatir saya mengetahui seluruh rahasia anda."

'Kalimatmu itu hanya membuatku semakin waswas.'

Setelah percakapan yang cukup panjang. Pemilik toko berjalan ke rak, sementara calon pelanggan menunggu di sofa dekat kasir.

Kembalinya pemilik toko membawa pil obat dalam bentuk botol kecil. Wadah yang transparan memperlihatkan isinya dengan jelas.

"Karena keinginan anda cukup sederhana. Saya memilih obat ini. dibuat untuk menghapus memori. Tetapi obat memiliki kelemahan, beberapa kenangan seseorang bisa kembali. Karena itu lebih baik cukup teratur memakannya. Minimal Satu pil tiap 2 minggu."

"Berapa harganya?" entah benar atau tidak dia masih memilih untuk mencoba. Seperti bagaimana ia memberanikan diri melangkah ke sini.

Soal uang, itu bukanlah kekurangannya.

Pria bertopeng menatapnya beberapa detik, tatapan yang menilai.

"Bukan harga yang menjadi pertanyaan. Tetapi apakah anda bersedia memberi hal lain yang tidak bisa dibeli dengan kekayaan duniawi?"

Seharusnya dia mampu memperkirakan bahwa dengan barang yang memiliki khasiat diluar sains, pemilik toko akan membutuhkan pertukaran tidak biasa.

Namun untuk mendengar bahwa ternyata itu hal berharga yang tidak bisa dibeli dengan uang?

Untuk sesaat dia terdiam.

"Aku tidak tahu apa yang kau inginkan dariku."

Katakan lebih jelas apa itu.

Pemilik toko masih mempertahankan senyum bisnis dan dengan kooperatif menjawab.

"Salah satu kenangan bahagia dan sangat penting bagimu."

Hari ini pria itu menerima banyak informasi tidak masuk akal yang tidak bisa dijelaskan memakai ilmiah tapi meski sulit awalnya. Dia sendiri sadar, jika di dunia ini ada kesempatan untuk memenuhi keinginan besarnya manusia mana pun bisa mengorbankan apa saja.

Ia termasuk orang-orang itu.

-
-
-

Pemilik toko melambaikan tangan perpisahan. Sebelum itu ia mengingatkan calon pelanggan jangka panjang ini, bahwa toko akan buka setiap bulan purnama. selama kau menginginkannya, di mana pun. Kabut bisa menjemput.

Pintu tertutup.

Keheningan kembali menyelimuti.

Setelah sendiri pria bertopeng menatap bola kristal di meja, dengan lambaian, kabut keluar dari tangannya yang kemudian masuk lalu menayangkan sebuah adegan.

Satu potong kenangan singkat.

Pengambilan gambar sepenuhnya dari sudut pandang orang pertama. Apa yang terlihat di mata pemilik kenangan adalah punggung seorang pria berambut pirang yang berjalan di depannya.

Adegan sama namun terjadi di waktu berbeda.

Tidak jelas berapa lama, setelah banyaknya perubahan pada detail kecil.

Akhirnya mulai terlihat pemandangan berbeda.

Pria yang diamati itu akhirnya menunjukkan wajahnya.

Dengan tangan terjulur pada pemilik kenangan.

Momennya singkat tapi sudah cukup bagi pemilik toko memperkirakan bahwa itu mungkin interaksi pertama mereka. Dia sepertinya mengambil sesuatu yang cukup beharga.

Dengan kekuatannya, dia mengontrol waktu kembali ke beberapa detik lalu.

Melihat wajah orang yang disukai pelanggannya.

Pemilik toko tersenyum. Meskipun senyum itu tidak terlihat begitu natural.

Apakah ini yang dinamakan senyum dengan makan tersembunyi?

Siapa tahu kebenarannya.

Yang jelas, Ketika klip berakhir dia mengambil kembali kabut. Membawanya ke dalam botol transparan besar.

Memberi label di sana :

Teru 01

-
-
-

Bersambung

----

Note : dari cerita originalku tahun 2022 yang lalu. Aku putuskan mengubahnya menjadi fanfic karena kebetulan ide sedang mengetuk pintu.

Editingnya belum benar-benar memuaskan sejujurnya. Tapi karena aku memiliki proyek lain yang perlu diselesaikan secepatnya jadi aku akan langsung publish ini dan bakalan diedit lagi pas ada waktu luang.

Magic ShopStories to obsess over. Discover now