🌒 Twilight Zone
By: Python / Barren
Di dalam sebuah rumah yang hening, Barren duduk sendirian. Orang tuanya entah ke mana, meninggalkan keheningan yang terasa makin menyesakkan.
Alunan lagu "Scanlines" dari Weather System berputar perlahan. Bagi Barren, ini adalah lagu paling menyakitkan yang pernah ada. Setiap kali melodi itu terdengar, memori masa lalu dan trauma lama seolah memaksa masuk kembali tanpa permisi.
Isi kepala Barren benar-benar kacau. Pikirannya ibarat sebuah Hard Disk Drive (HDD) tua-lambat, penuh dengan tumpukan memori lama hingga prosesnya berantakan. Ada hasrat yang begitu besar untuk mem-Full Format seluruh otaknya; menghapus semua rasa sakit tanpa tersisa demi memulai hidup baru.
Namun kenyataannya, memori itu menempel terlalu erat. Tak pernah bisa di-format.
lalu pada tahun 2023, ia bertemu dengan seorang perempuan bernama Alesia, tanpa sengaja mereka mengobrol sangat asik. lalu mereka berteman
selama bertahun tahun mereka terus berteman sehingga menjadi sahabat dekat, bagi barren, Alesia adalah cahaya satu satu nya, tidak ada Alesia mungkin barren akan makin buruk.
pada tahun 2024/2025, ia sedang santai duduk di sofa nya sambil melihat TikTok, tanpa sengaja suatu video muncul di Fyp nya, Postingan itu menampilkan visual unik-sosok hewan dengan karakter dan proporsi tubuh menyerupai manusia.
Bukannya asing, Barren justru merasa ada ketertarikan yang tak biasa. Rasa penasaran itu menuntunnya menelusuri lebih jauh, sampai akhirnya ia menemukan sebuah istilah baru: Fandom Furry.
Dan di sana, untuk pertama kalinya, sebuah karakter bernama Otake berhasil mencuri perhatiannya dan resmi membawanya masuk melangkah lebih jauh.
tanpa aba aba barren langsung menceritakan nya ke Alesia, bahwa dia menyukai karakter furry ini
Barren: Alesia!, lihat ini,(sambil mengirim foto Otake)aku mulai menyukai karakter ini tau!, nama dia Otake, dia dari fandom furry!!.
Alesia: (anjir, ganteng bngt ni Otake)
Alesia: :0, ganteng anjiirrrr, btw furry tu apa?.
Barren: furry itu kalo ga Salah, hewan yang menyerupai manusia/manusia yang menyerupai hewan
Alesia: wahh, aku belum pernah ketemu fandom itu, emang ada ya?
Barren: aku belum tau sihhh, nanti aku mau coba cari cari lagi
<Beberapa hair kemudian, ia bertemu lagi furry dengan artis yang sama, ialah Barrell>
Barren: ALESIAAAA, AKU KETEMU FURRY BARU LGI NIHHH, AKU SUKA BNGTT.
Alesia: anjir, apaan tuh?.
Barren: (mengirim gambar Barrell) iniii, dia namanya Barrell, sumpah AKU SUKA bngtttt Barrellll.
Alesia: (ANJIRR KOK AKU SUKA LAGI SIHH)
Alesia: omgg, BENERAN GANTENG JIRR
Barren: yakannn, oh my Barreellllllllll
mereka pun mengobrol bersama sama dan canda tawa.
lalu barren mengajak Alesia untuk bermain game dengan nya(roplbox/roblox)
Alesia menyetujui nya Dan mereka bermain bersama.
setelah berjam jam mereka pun udahan, alesia ingin tidur lalu Barren mengucapkan Good Night untuk nya.
Obrolan malam itu berakhir dengan hangat. Setelah Alesia pamit untuk tidur dan layar HP diredupkan, kamar Barren kembali diselimuti keheningan.
Namun, pikiran Barren justru semakin hidup. Bayangan visual karakter furry yang baru saja ia jelajahi terus menari-nari di kepalanya. Ada dorongan kuat yang muncul dari dalam diri: ia ingin mencoba menggambarnya sendiri.
Barren pun mengambil alat gambarnya. Namun, realita di atas kanvas tak semudah apa yang ada di imajinasi.
Barren sadar, kemampuan menggambarnya saat itu masih jauh dari kata sempurna. Ia belum sehebat para art artist furry berpengalaman yang sudah lincah menggambar dari sudut mana pun-entah dari kanan, kiri, atas, bawah, maupun belakang.
Saat itu, Barren baru bisa menggambar furry terbatas dari sudut depan. Kalaupun ingin menggambar dari samping, ia masih sangat bergantung pada base dan panduan tutorial dari media sosial.
Tapi, keterbatasan itu tak menghentikan jemarinya untuk terus menggoreskan garis...
