Johnny dan Namjoon menjadi tamu pada acara reuni kekasih mereka masing - masing. reuni yang kemudian membuka gerbang karma yang memang sudah waktunya dibuka.
WARNING!!
BOYS LOVE STORY!!
NAMJOON UKE AREA!!
ADEGAN SEX TIDAK DISENSOR!!
ADEGAN KEKERASA...
Kalau ada yang janggal bilang aja ya.. karena ff ini sempat ada perombakan besar, jadi takutnya ada yang kelewat.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
PART 1 - JOKER
Laki - laki berwajah serius dengan lengan kekar bertato yang terlihat karena dia memakai kaos buntung santai, berdiri di depan salah satu meja yang penuh dengan cemilan dan beberapa jenis minuman. Laki - laki bernama Johnny itu mengamati sekeliling ruang santai pada rumah mewah berlantai 3 yang dijadikan ruangan pesta pada reuni kekasihnya dengan teman kuliahnya.
"Sepertinya kau tidak nyaman di pesta ini hyung... siapa namamu tadi?"
Johnny menolehkan kepala, menatap pada seorang laki - laki yang awalnya memakai jaket kulit kemudian dilepas entah kemana - bukan urusan johnny juga - namun sekarang dia bisa melihat lengan kiri pria bertubuh kekar dan besar ini memiliki tato. Mungkin laki - laki bernama Jeon Jungkook ini merasa bisa akrab dengan Johnny karena mereka sama - sama bertato.
"Aku tidak sangka kalau selera Jaehyun berubah drastis seperti ini," Jungkook menatap kearah Johnny memperhatikan dari atas hingga kebawah dan kembali ke atas lagi, memamerkan senyuman lebar yang tidak mengharap balasan sama sekali, "Siapa namamu hyung? Aku benar - benar lupa."
"Johnny... 45 tahun," kata Johnny, "Mau aku beri informasi mengenai pekerjaanku juga? Atau aku lulusan dari kampus mana. IPK... kau mau tahu IPK berapa saat aku lulus?"
Jungkook tertawa cukup keras, hingga dia akhirnya terdiam dengan cepat saat anak sulungnya yang manis, cerita dan selalu aktif datang mendekat padanya.
"Ayah... temanmu ada yang datang lagi itu, aku lupa siapa namanya.. tapi dia tampan sekali," kata anak sulung Jungkook, Haechan yang menatap pada Johnny.
"Jangan mulai genit begitu Haechan," kata Jungkook yang kemudian pergi untuk menyambut temannya.
"Kekasihmu sepertinya akan sibuk reuni dengan teman - temannya, bagaimana kalau ikut bermain kartu saja denganku dan yang lain?" ajak Haechan pada Johnny.
"Baiklah.. aku ikut denganmu anak muda," Johnny mengambil satu piring berisi martabak telur, "Orangtua ini suka lapar kalau tidak ada makanan."
Johnny melangkah mengikuti Haechan, "Jadi ada taruhannya tidak?? Yang kalah membayar 100 juta."
"Aku dan teman - temanku masih SMA, ahjussi.. uang jajan kami tidak akan bisa membayar jumlah taruhan yang kau sebutkan tadi," Haechan menghentikan langkah kakinya dengan tiba - tiba membuat langkah Johnny agak gontai dan akhirnya berhenti. Haechan tersenyum lebar dan mendekatkan tubuhnya pada Johnny, "Kecuali kau ingin aku membayar dengan cara lain."
Johnny menatap kearah Haechan dengan dahi mengkerut, "Dengar.. aku bisa melakukan banyak kejahatan.. tapi meniduri anak - anak tidak akan aku lakukan."
"Tidak ada yang bilang juga aku menyerahkan tubuhku yang seksi ini untukmu ahjussi," Haechan membalikkan badan dan melangkah lagi menuju ruang santai.
Johnny terdiam sebentar, lumayan juga dia permalukan malam ini.
@@@@@
Jungkook segera melangkah menuju koridor depan untuk menyambut teman masa kuliahnya dulu yang memang terlambat datang.
"Sudah lama sekali tidak bertemu ya Mingyu... kau makin tampan saja...."
Jungkook menghentikan langkah kakinya dengan cepat, bukan karena mendengar istrinya - Dahyun memuji temannya sendiri yaitu Mingyu. Dia tidak masalah sama sekali Dahyun memuji Mingyu seperti itu, mau memuji Mingyu tampan, seksi apapun itu Jungkook tidak akan masalah sama sekali. Karena sebenarnya Jungkook, Dahyun - istrinya, Jaehyun kekasih laki - laki galak bernama Johnny tadi dan Mingyu yang baru datang adalah teman satu geng saat kuliah. Masih ada beberapa orang tapi malam ini hanya sebagian saja yang bisa berkumpul di rumah Jungkook dengan membawa pasangan atau keluarga mereka masing - masing. Hanya saja... Jungkook tidak menyangka sama sekali ketika melihat sosok yang dibawa oleh Mingyu.
"Jungkook, kau kenapa membeku begitu?" tanya Mingyu yang melihat wajah tegang Jungkook. Dia menolehkan kepala, menatap pada arah yang ditatap oleh Jungkook, "A... aku memang belum bilang pada siapapun tapi... ini..."
Jungkook menatap pada sosok laki - laki bertubuh tinggi, kekar dengan paras yang terlihat tenang, bersahabat, pintar dengan kacamata kotak minus itu. Wajah yang tidak berubah sama sekali semenjak 20 tahun lalu.
"Selamat malam semuanya. Perkenalkan namaku Kim Namjoon, kekasih Mingyu," sapa laki - laki yang masih terus ditatap oleh Jungkook.
Jungkook diam saja, begitu pula Dahyun yang hanya menatap kearah Namjoon kemudian berpindah menatap pada Mingyu dan pada suaminya yang masih terdiam.
@@@@@
Johnny menatap ke arah pintu yang tembus ke ruang pesta dan melihat kekasihnya sedang melakukan pembicaraan yang cukup serius dengan teman - teman kuliahnya.
"Kenapa mereka itu?" istri laki - laki dari salah satu tamu Jungkook - Lee Minho ikut menatap heran pada apa yang dilakukan oleh suaminya, "Bangchan serius sekali, membahas apa sih mereka?"
"Mungkin sedang membahas upaya perdamaian Iran - Amerika, eomma," sahut anak pertama Bangchan dan Minho, Felix yang ikut menatap serius kearah ayahnya.
"Aku tahu sih ayah kita tercinta itu memang politisi, tapi masa iya bahas perang di reuni dengan teman - temannya," sahut anak kedua dari Bangchan dan Minho - Jake, "Jangan - jangan pas bercinta dengan eomma juga bahas politik ya.."
"Huuush..." Minho menatap malu dan canggung pada Johnny dan Namjoon, sembarangan sekali memang anak - anaknya ini, padahal dia kalem dan anggun begini.
"Dan mereka sekarang pindah ke ruangan lain agar kita benar - benar tidak bisa mendengar apa yang sedang dibicarakan," kata johnny yang menghabiskan cola di gelasnya, "Kenapa sih sebenarnya itu?"
"Maaf.. pasti gara - gara kedatanganku," kata Namjoon.
"Memang suasana berubah ketika kau datang ahjussi, tapi... kenapa memangnya? Ada apa?" tanya anak ketiga dari pasangan Bangchan dan Minho, Sunoo.
Semua orang yang ada di meja poker, johnny, Minho, Sunghoon yang merupakan anak kedua dari pasangan Jungkook dan Dahyun, kemudian kakak Sunghoon yaitu Haechan, dan tiga anak Bangchan dan Minho yaitu Felix, Jake dan Sunoo semuanya menatap serius pada Namjoon.
"Haruskah aku jujur pada kalian?" tanya Namjoon dengan senyuman lebar.
"Jujur saja ahjussi, aku akan pura - pura kaget kalau ternyata kau adalah selingkuhan ayahku," kata Sunghoon.
"Sayangnya bukan masalah seperti itu," Namjoon meletakkan kartu joker merah miliknya ditengah - tengah meja, "20 tahun lalu, ketika mereka masih kuliah dan aku adalah kakak tingkat mereka. Geng mereka yang memang terdiri dari anak - anak populer, anak - anak orang kaya dan anak - anak orang berpengaruh... menindasku."
Semua orang kembali terdiam, menatap pada Namjoon dengan berbagai tatapan, ada yang merasa kasihan, ada yang merasa aneh, ada yang menatap tidak percaya.
"Kau lebih tua dari mereka kan.. kenapa bisa ditindas?" Johnny meletakkan kartu joker hitam miliknya, "Lemah sekali... mau aku ajarkan balas dendam?? Yang membuat mereka menderita perlahan - lahan hingga titik penghabisan dan memohon lebih baik untuk mati."
Kali ini semua mata menatap pada Johnny. Sepertinya reuni malam ini adalah ide buruk yang memang tidak perlu.