Suasana kamar asrama tempat tidur tingkat itu remang-remang, hanya diterangi vahaya samar lampu jalan dari luar jendela. Kamar itu memiliki dua tempat tidur tingkat, sehingga total ada empat kasur yang memuat mereka beserta teman-teman sekamarnya.
Krittin menatap Pavel yang duduk di tepi kasur tingkat bawah dengan napas yang mulai tidak teratur. Tangan Krittin perlahan merayap ke pinggul Pavel teman sekamarnya, membelainya halus di balik kegelapan.
"Vel... minta jatah, ya? Malam ini aja," bisik Krittin dengan suara berat dan hangat di dekat telinga Pavel.
Pavel dengan cepat menepis pelan tangan Krittin, matanya menatap cemas ke arah kasur lain dan pintu yang terutup.
"Jangan ngeracau, Tin. Teman sekamar kita bisa balik kapan aja. Kalau kita ketahuan di kamar ini, m4mpus."
"Gak akan ada yang datang ke sini," potong Krittin pelan. Ia mendekatkan wajahnya, menatap lurus mata Pavel untuk meyakinkannya.
"Teman sekamar kita yang satu lagi tadi bilang mau nongkrong sampai subuh di luar. Kasur sebelah kosong, kamar ini aman cuma ada kita berdua. Percaya sama aku."
Keraguan Pavel perlahan meleleh saat bibir Krittin menyapu rahangnya lembut. Pavel menghela napas pasrah, membiarkan pertahanannya runtuh sepenuhnya.
Dalam hitungan menit, Krittin dan Pavel baru saja melepaskan seluruh pakaian mereka hingga bertelanjang dada dan polos sepenuhnya. Hawa dingin kamar bergeser menjadi panas berkat deru napas yang saling berburu.
Krittin kemudian mengambil botol pelumas dari samping tempat tidur dan menuangkannya ke area sensitif bawah serta ke telapak tangannya. Namun, saat Krittin hendak melonggarkannya perlahan, Pavel yang sudah berpacu dengan cemas dan gairah menahan tangan Krittin.
"Langsung masukin aja," bisik Pavel tertahan dengan napas memburu.
Krittin langsung menindih tubuh Pavel di atas kasur tingkat bawah milik mereka, mencengkeram erat pinggul teman sekamarnya itu. Dengan satu dorongan perlahan, Krittin menyusupkan inti tubuhnya masuk, menyatu penuh ke dalam tubuh Pavel tanpa selembar kain atau selimut pun yang menutupi mereka.
"Nngghh... Tin..." Pavel mendesah teredam, matanya terpejam rapat saat rasa penuh dan hangat menusuk tajam bagian dalamnya.
Namun, tepat di detik penyatuan itu terjadi...
Brak!
Pintu kamar terdorong kasar hingga menumbuk dinding, lalu menutup sendiri dengan bunyi keras di belakangnya.
Seseorang berjalan masuk dengan langkah terseret, menyebarkan bau alkohol yang teramat tajam ke seluruh ruangan.
Pavel tersentak kaget, jantungnya seakan melompat keluar. Refleks, Krittin langsung membekap mulut Pavel erat-erat menggunakan telapak tangannya, mengunci gerakan tubuh mereka berdua agar sama sekali tidak bergerak di atas kasur bawah yang terbuka itu.
Teman sekamar mereka yang sudah mabuk berat berjalan sempoyongan melewati lorong sempit di antara kasur-kasur tingkat. Dengan pandangan yang masih samar karena pengaruh alkohol, ia sempat melirik ke arah kasur tingkat bawah, tempat Krittin dan Pavel berhimpitan tanpa busana.
"Anjir... tumpukan baju kotor kok... kayak bentuk orang..." racau teman mereka pelo, matanya yang buram dan terpengaruh alkohol sama sekali gagal mengenali dua tubuh polos yang saling mengunci kaku di atas kasur.
Cklik... cklik...
Ia mencoba menekan sakelar, namun lampu utama yang mati membuat ruangan tetap dalam kegelapan remang.
"Ah, pusing b4ngs4t... bodo amat..." gumamnya lagi.
Brak! Bress!
Tanpa berpikir panjang, sang teman langsung merobohkan dirinya secara kasar ke kasur bawah di depan tingkat seberang mereka. Ranjang besi berderit nyaring, dan dalam hitungan detik, suara dengkuran berat langsung terdengar keras dari tubuhnya yang tumbang total.
Di atas kasur tingkat bawah yang terbuka tanpa selimut, Pavel bernapas ketakutan di balik bekapan tangan Krittin, sementara penyatuan mereka yang masih tertancap dalam terasa makin tegang dan pekat di tengah remangnya malam.
Jangan lupa vote dan Terima Kasih
KAMU SEDANG MEMBACA
Teman Sekamar | Roommate🔞
Fiksi Penggemar⚠️ 𝐃𝐢𝐬𝐜𝐥𝐚𝐢𝐦𝐞𝐫 𝟐𝟏+ 🔞🔥 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧𝐝𝐮𝐧𝐠 𝐭𝐞𝐦𝐚 𝐝𝐞𝐰𝐚𝐬𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐝𝐢𝐭𝐮𝐣𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐩𝐞𝐦𝐛𝐚𝐜𝐚 𝐝𝐞𝐰𝐚𝐬𝐚. 𝐀𝐝𝐞𝐠𝐚𝐧 𝐝𝐞𝐰𝐚𝐬𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐠𝐢𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐚𝐥𝐮𝐫 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚...
