We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

(Bab 1) Ino : Apa aku di permainkan?

3 0 0
                                        

"ini sudah lebih dari tiga jam. Bisa-bisanya dia membuatku menunggu begitu lama!" Ino sesekali melihat arlojinya. "aku sudah muak." Dia berdiri hendak keluar dari cafe.

Seorang berpakaian rapi mendekat. "nona, dimohon menunggu sebentar lagi. Tuan muda sudah datang dan sedang ada di toilet."

Ino menghela nafasnya. "dia datang bawa pelayan pribadi?" pikir Ino. "aku tidak suka lelaki seperti ini. Aku jelas tidak akan jatuh cinta padanya." Ino mengumpat dalam hati.

Mereka pun bertemu.

"maaf kan saya, tadi ada kecelakaan di jalan jadi macet." Pria berambut panjang itu menunduk di depan Ino.

Ino terkejut lalu berkata. "sudahlah, toh bukan kamu yang ingin jalan jadi macet." Katanya gugup.

Pria berambut panjang itu bernama Neji Hyuga. Seorang aktor yang sudah membintangi banyak film dan juga drama seri. Dia memiliki banyak fans dari kalangan wanita. Momok yang menakutkan bagi lawan mainnya, apalagi jika aktris itu bermain sebagai pasangan Neji. Begitulah fans garis keras, mereka tidak bisa memisahkan antara kenyataan dan imajinasi.

Kali ini Neji akan main film drama kolosal bersama Ino sebagai lawan mainnya. Dia dan Ino janji bertemu karena mereka belum pernah disandingkan. Jadi sekalian perkenalan dan juga berdiskusi mengenai film ini. Tentu saja seharusnya ada sutradara di sana tapi karena jadwal bentrok jadi hanya Ino dan Neji yang bertemu.

Ino dan Neji membuka buku naskah mereka. Sesekali mereka berdiskusi mengenai cara bicara salah satu dialog yang ada di sana. Cukup lama pertemuan itu, hingga jam sudah menunjukkan pukul 16:00.

"mau makan di sini atau kita pergi ke tempat lain?" tanya Neji.

Ino melihat arlojinya. "hm, di sini saja. Kalau keluar cari tempat lagi butuh waktu lama, aku sudah tidak makan setelah jam enam sore." Jawab Ino.

Neji mengangguk. "baiklah."

Mereka pun memesan dan tak lama pesanan pun tiba.

Neji terkejut saat melihat kuah ramen di mangkuk Ino. "sangat merah."

Ino menatap Neji heran. "kenapa?"

Neji menggelengkan kepala.

Ino menghela nafas sebentar lalu dia menyingkirkan bumbu pedas dari hadapan Neji. "kalau tidak suka tinggal bilang." Pikirnya.

Neji terkesan dengan sikap Ino. "apa kamu tahu aku tidak suka pedas?"

"mana aku tahu." Jawab Ino. "aku hanya melihat sikapmu saja, jadi aku singkirkan."

"aku pikir kamu tahu tentang itu. Ternyata aku salah." Neji tertawa.

"bagaimana aku tahu, kenal saja tidak kan?" Ino pun menyeruput ramennya.

Neji terkesan dengan jawaban Ino. Terdengar menyakitkan tapi terasa lucu bagi Neji.

"setelah makan apa ada yang masih harus dibahas?" tanya Ino.

"aku rasa sudah cukup. Kita hanya perlu arahan dari sutradara." Jawab Neji sambil membuka buku agendanya. "kita akan bertemu lagi lusa bersama sutradara."

Ino melihat buku agenda yang sudah terlihat lusuh. "ternyata masih ada ya yang pakai buku untuk mencatat jadwal mereka."

Neji tersenyum. "ini buku pemberian adikku sebelum kami berpisah dan sepertinya aku sudah terpikat dengan buku ini. Aku tidak terbiasa dengan teknologi."

Ino terdiam sejenak, dia mendapatkan tanggapan yang tidak sesuai dalam pikirannya. Rasanya ada kehangatan saat Neji bicara mengenai buku agendanya. Dia menggelengkan kepala "jangan! Jangan..." Pikirnya.

"kamu kenapa?"

"tidak." Jawab Ino dengan cepat.

Neji menatap Ino. "awalnya aku takut saat harus bertemu denganmu, karena pemberitaan menyebut kamu tidak... em sepertinya kamu tidak suka berdekatan dengan lelaki. Seperti nya aku salah."

"tidak." Ino menaruh sumpitnya. "itu benar, aku tidak nyaman ada bersama lelaki yang tidak aku kenal."

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 20 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Ino : Apa aku di permainkan?Stories to obsess over. Discover now