We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Bab 01

127 5 1
                                        

Prolog: Dua kunci ,satu wasiat

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Prolog: Dua kunci ,satu wasiat

Hujan turun sejak sore, bukan hujan biasa, hujan yang berat, menimpa atap seng Rumah sakit seperti ratusan krikil .

Di kanar 302 , hanya ada suara mesin oksigen dan suara orang berdo'a pelan di dalam radio kecil di atas meja nakas .

Bu Lastri terbaring, tubuh nya sudah jauh lebih kecil dari foto-foto 5 tahun lalu yang masih di tempel di dinding kamar .
wajahnya pucat,tapi matanya masih jernih, matanya menatap langit langit,lalu beralih ke 2 orang yang duduk di samping ranjang .

satu sebelah kanan: Aiden, anak kandungnya,usia 30th, kemeja putihnya rapi,tapi dasinya sudah ia lepas,di tangannya ada map coklat berisi dokumen perusahaan, ia baru datang dari jakarta,menyetir sekitar 4jam setelah meeting.

satu sebelah kiri: Alya, anak tirinya,Usia 25th, memakai baju longdres dan blejer sedikit kusut.
di pangkuannya ada baskom berisi air hangat dan handuk,sejak 5 bulan terakhir,
Alya yang bolak balik RS,yang nyuapin dan gantiin perban.

"Bu ,,haus,,?" tanya Alya, menyodorkan gelas dan sedotan

Bu Lastri menggeleng pelan,bibirnya bergerak
"Di ,, di laci..."

Aiden langsung membuka laci nakas,ada amplop coklat,sudah agak menguning,Di atasnya tertulis spidol hitam:UNTUK DI BUKA SETELAH IBU TIADA,,AIDEN & AlYA.

Aiden menatap amplop itu lama,tangannya gemetar.
"Bu,jangan ngomong kaya gitu" katanya, suaranya tercekat ,
"nanti kita baca bareng di rumah".

Bu Lastri tersenyum,senyum yang tipis sekali.
"ibu capek,Aiden,, jaga,,jaga adikmu ya ..."

malam itu pukul 23:17, Bu Lastri menghembuskan nafas terakhir.
Tidak ada teriakan,Tidak ada drama,hanya suara mesin yang berbunyi panjang,lalu hening.

pemakaman 3 hari kemudian,Tetangga, teman arisan,dan Kolega Aiden dari Kantor .
Tapi setelah 7hari,40hari, Rumah di jakarta perlahan sepi lagi.

Tinggal 2 kunci di meja, 1 amplop coklat,dan 2 orang yang tidak tahu harus di mulai dari mana.

satu minggu setelah 40 hari, Aiden mengajak Alya ke ruang kerja di rumah jakarta.

Aiden meletakkan amplop itu ke meja
"Buka bareng" katanya

Di dalam ada 2 kunci, kunci rumah di jakarta, dan kunci Rumah kayu di Bandung ciwidey.
ada juga surat wasiat tulisan tangan bu Lastri 8 bulan yang lalu saat beliau masih bisa jalan.

surat itu berisi;
"untuk anakku Aiden, Rumah di jakarta ibu berikan padamu sepenuhnya,itu Rumah tempat kamu besar,jual kalau mau,kontrakin kalau mau,itu hakmu .

Untuk anakku Alya, Rumah di ciwidey ibu berikan sepenuhnya,itu Rumah tempat ibu dan bapak berpacaran dulu.
ibu titip, Rawat kebun Teh di belakang,Rawat bunga melati di depan.

Alya 5th terakhir menemani saat ibu sakit.
Aiden sibuk cari uang,ibu tidak menyalahkan,Tapi ibu minta satu: Aiden,jaga adikmu.
Alya maafkan kakakmu kalau dia kasar,dia hanya tidak pandai menunjukkan sayang.

kalau kalian mau tinggal bersama di salah satu rumah selama 3bulan untuk bermusyawarah,silahkan.
setelah 3bulan,putuskan mau di jual atau ditempati, hasilnya dibagi ,atau tidak dibagi sama sekali,terserah kalian,ibu percaya kalian anak baik.

ibu sayang kalian berdua, --ibu

Hening panjang setelah surat itu di baca ,,

Aiden tertawa pendek
"Rumah ciwidey..? itu rumah butut,Al., atap nya bocor,jauh dari mana-mana"

Alya menunduk
"Ia mas,Tapi ibu suka di sana"

"Nah,makanya,kita jual aja,nanti hasilnya bagi dua,kamu bisa beli Rumah kecil di Bekasi" kata Aiden cepat

Alya mengangkat wajah,,
"Aku ,aku mau tinggal di sana mas "

Aiden mengernyit
"kenapa ..? kamu guru honor,gaji kamu1,5 juta,mau makan apa di ciwidey..?"

"Aku bisa nanem sayur,bisa ngajar les" jawab Alya pelan,
"pokoknya aku mau di sana"

perdebatan itu berlangsung 2jam,Tidak ada yang menang.

Akhirnya Wafa,istri Aiden yang menengahi,
"udah,kita ikutin kata ibu, 90 hari kita tinggal di sana, kalau 90 hari kita akur,kita pertahankan,kalau berantem terus kita jual, setuju..?"

Aiden menatap Wafa, wafa mengangguk mantap,Alya menarik nafas , "setuju "

maka di putuskanlah hari senin depan, mereka pindah ke Rumah kedua.

Rumah yang 8tahun terakhir hanya di tinggali Bu Lastri 2minggu sekali saat libur.

malam sebelum berangkat, Aiden berdiri di depan Rumah jakarta. Rumah 2 lantai, pagar hitam, dan taman kecil.

ia Berbisik "Maaf Bu,Aku gak ngerti maksud ibu" .

Di tempat lain, Alya duduk di depan koper kecilnya, isinya: Baju 3setel, Buku pelajaran,fhoto Bu Lastri,dan bibit bunga melati di pot kecil.

ia Berbisik " Bu,Aku pulang ke Rumah ibu ya"

Hujan turun lagi malam itu ,seolah alam juga ikut mengantar ke awal cerita yang baru .

Mobil pajero hitam Aiden berhenti di depan gerbang kayu.

Cat nya sudah mengelupas,Engselnya berkarat. Di atas gerbang ada Tulisan kayu yang hampir pudar _- RUMAH BUAH HATI -_

#Bersambung

Rumah keduaStories to obsess over. Discover now